Love Exchange

Love Exchange
Episode 49 : Kejutan Janggal


__ADS_3

Hari yang cerah namun mentari tak menunjukkan taringnya. Badik hawa sesaljuan menusuk sanubari dari penjuru arah. Angin yang berhembus mengelus halus menggetarkan tubuh. Sejuknya awang-awang tidak membiarkan orang-orang bergerak leluasa. Waktu istirahat kini lebih tenang dari segala ribut yang biasanya terjadi.


Saat waktu istirahat tiba aku membantu guruku membawa buku pelajaran. Ia juga berperan sebagai guru pembina OSIS. Saat-saat langkah berjalan kami tidak saling berbicara, sampai akhirnya aku meletakkan buku tersebut di meja kerjanya. Lantas bibirnya memberikanku tuturan.


“Bagaimana dengan persiapannya?”


“Lancar, Pak. Semua berjalan sesuai target,” jawabku optimis.


“Syukurlah… Walaupun jadwal dipercepat tapi kamu bisa mengatasi semuanya,” balasnya senang. Aku terdiam sejenak mencerna perkataannya barusan. “Bila ada sesuatu yang kau butuhkan katakan saja ke Bapak,” Lantas aku bertanya kebingungan.


“Tunggu, apa maksudnya jadwal dipercepat?”


“Tanggal acaranya dimajukan. Sudah membaca surat yang Bapak beri padamu, kan?” jawabnya. Aku berusaha mengingat beberapa hari ke belakang.


“Sebentar… Kapan Bapak menemuiku?” tanyaku cemas kemudian menggeleng-gelengkan kepala untuk mengingat-ingat kembali.


“Bapak tidak memenuimu. Bapak beri tahumu melalui surat yang Bapak taruh di mejamu di ruang OSIS,” Saat itu juga aku mengingat-ingat terakhir kali aku memasuki ruangan tersebut.

__ADS_1


“Kamu melihatnya, kan?” tanya guruku mengonfirmasikan kembali. Sementara aku masih terdiam merenung kembali semua itu. Fokusku buyar dan tatapanku kosong.


“Adelard? Tes. Halo…” cakapnya menyadarkanku sembari mengayunkan tangan tepat di depan mataku. Sontak aku sadar dan mataku membuka lebar.


“Eh… Itu… Cassie yang menerima sepertinya,” jawabku gugup gelagapan. Guruku menjadi khawatir melihat wajahku yang tidak mengenakkan.


“Apakah terjadi sesuatu?” tanya guruku lagi dengan ragu kepadaku.


“Maaf, Pak. Aku harus menemui Cassie dulu,” selaku pelan kemudian bergegas kembali menuju kelas. Aku tidak tahu apa yang telah terjadi. Guruku menjadi kebingungan dengan sikapku barusan. Sepanjang lorong aku berlari cepat seperti dikejar hewan buas. Tak peduli respon sekitar yang tiba-tiba melihatku seperti ini.


Sesampainya di kelas aku terengah-engah sembali memegang pintu. Kemudian berjalan biasa menghampiri Cassie yang sedang sibuk dengan urusannya. Aku menarik bangku dan mendekat kepadanya. Sontak Cassie terkejut heran melihat diriku yang panik.


“Apa— Apa kau melihat surat yang ada di mejaku di ruang OSIS?” tanyaku pelan dengan napas yang masih berantakan. Kami berbicara saling berdekatan agar masalah ini tidak terdengar siapa pun.


“Tidak. Tidak ada apa-apa,” jawabnya yang masih terheran-heran dengan apa yang terjadi kepadaku. “Memangnya ada apa?” lanjutnya bertanya khawatir.


“Acara festival dimajukan,” jawabku berusaha tenang.

__ADS_1


“A—Apa?” tuturnya sontak kaget. Cassie masih tidak percaya akan hal tersebut. “Bagaimana bisa?”


“Aku juga tidak tahu. Ayo kita temui Pak Froud,” ajakku seketika panik yang tertular dari Cassie. Lantas Hart menggebrakkan meja di depan kami dengan Freda yang berada di sampingnya.


“Akrab sekali kalian sepertinya. Sudah berganti status?” celetuknya sembari tangannya menghantam permukaan meja. Aku yang tidak sempat menanggapinya langsung pergi keluar seraya menarik tangan Cassie. Sementara itu Hart dan Freda menyaksikan tingkah kami.


“Wah, wah… agresif sekali alien itu,” seloroh Hart dengan tersenyum, tetapi Freda meresponnya dengan rasa cemas dan curiga.


“Bukannya ada sesuatu yang janggal terjadi?” Hart yang masih terbayang-bayang kemesraanku dan Cassie tidak ambil pusing terhadap perkataan Freda barusan.


“Ayolah… Mungkin saja dia sudah mengerti akan hal itu.”


“Tapi alien seperti dia tidak mungkin seperti itu, kan?” Seketika Hart menyadarinya dan menarik napas. “Oh iya, benar juga…”


“Yah, setidaknya satu per satu tangga mulai dipanjat,” ucap Freda senang, begitu pula dengan Hart yang terseyum terhadap tingkah kami berdua.


“Progres yang menakjubkan…”

__ADS_1


Bersambung~


Sekiranya jika cerita ini seru dan menarik, mohon berkenan untuk setia mendukung dan sebar luaskan ke pembaca lainnya :)


__ADS_2