
“Adelard?” tanya Eledarn yang sama-sama terkejut.
“Sedang apa kau di sini?” tanyaku penasaran.
“Buang air kecil…?” jawabnya ragu. “Kenapa kau tidak ikut rapat tadi?” tanyaku sopan kepadanya. Aku berusaha untuk tidak berprasangka buruk terhadapnya.
“Yah… A—Ada sesuatu yang penting diklubku. Maaf tidak memberi tahumu!” ucapnya dengan nada naik sambil menunduk. Aku membalasnya dengan tenang. “Baiklah. Tapi kedepannya utamakan OSIS dulu, ya.” ucapku tersenyum. Dengan semangat ia membalas ucapanku.
“Siap!” ujarnya.
Kemudian aku dan Eledarn pulang bersama keluar dari gerbang sekolah. Rumah kami searah dari sekolah sampai stasiun yang tidak terlalu jauh dari sini. Aku sempat mengobrol dengannya selama perjalanan.
“Kalau boleh tahu, apa yang dibahas saat rapat tadi?” tanya Eledarn pelan dan penasaran.
“Kami membahas tentang konsep festival.” jawabku dengan pandangan ke depan. “Apa konsepnya?” lanjut tanya Eledarn bertanya-tanya. Kemudian aku menjawab dengan pelan dan lapang dada. “Kerajaan.” Sontak ia terkejut senang setelah mendengarku.
“Wah, cocok sekali denganmu.” cetusnya senang setelah mendengar ucapanku. “Cocok? Apa maksudmu?” tanyaku kebingungan.
“Saat pembukaan dan penutupan festival, ketua dan wakil memberi sambutan. Nah…” jelasnya cengar-cengir. “Nah apa?” tanyaku terheran-heran.
“Kita lihat saja nanti saat rapat selanjutnya.” Aku tidak mengerti dengan perkataannya. “Loh? Padahal kau sendiri yang tidak ikut rapat tadi.” hembusku sedikit dongkol terhadap dirinya. Eledarn yang mendengar perkataanku lantas cenger-cengir cengengesan sembari mencari alasan.
“Hehehe… Kan hanya hari ini…”
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar suara keras seperti anak kecil yang sedang menangis. Kemudian kami mendatangi sumber suara itu. Benar saja, terdapat anak kecil yang merengek di depan sebuah toko. Tidak satu orang pun yang menanggapinya.
“Ibu… Ibu…” rintih tangis anak kecil itu.
Lantas Eledarn mencoba menenangkannya. Tak jarang juga ia memasang wajah konyolnya untuk membuantnya tertawa. Decak tawa anak tersebut membuat kami lega. Lalu kami membantunya untuk mencari ibunya. Kami berjalan searah dengan jalan pulang. Selama perjalanan Eledarn mengajaknya mengobrol anak tersebut.
“Siapa namamu?” tanya Eledarn ramah.
“Namaku Kyra.” jawabnya ceria. “Wah nama yang bagus!” puji Eledarn tersenyum kepadanya. Aku melihat Eledarn sangat pandai dalam menghibur orang. Kemudian anak kecil itu bertanya balik.
“Nama kakak siapa?” tanya Kyra penasaran.
“Aku Eledarn. Oh iya. Ini temanku Adelard.” ucapnya berseri sembari mengenalkanku kepadanya. “Salam kenal!” tutur Kyra dengan lantang seraya tersenyum senang. Kemudian Eledarn dan Kyra asik mengobrol sementara aku hanya menyimaknya.
“Aku dan ibuku ingin membeli baju baru untuk ulang tahunku besok!” jawabnya yang masih semringah. Namun tidak lama kemudian ia kembali cemberut dan memikirkan ibunya.
“Ibu…” ringisnya kembali bersedih.
“Tenang saja. Kami akan membantumu.” ucap Eledarn kembali menenangkannya. “Tapi sudah mulai gelap.” lanjut Kyra murung.
Tak lama kemudian terdengar sosok perempuan berteriak ke arah kami.
“Kyra!”
__ADS_1
“Ibu!”
Akhirnya Kyra bertemu dengan ibunya tanpa disengaja. Aku dan Eledarn merasa lega melihatnya. Lantas ibunya berbicara kepada kami.
“Terima kasih banyak.” tutur ibunya senang sekali.
“Tidak masalah.” balas Eledarn tersenyum.
“Ibu! Aku ingin mengundang mereka!” pinta Kyra girang. Aku dan Eledarn terkejut dan kehabisan kata-kata.
“Baiklah, kami tunggu kedatangan kalian besok.” tutur ibunya sambil memberikan selembar kertas bertuliskan alamat rumahnya. Kami membalasnya dengan tersenyum lalu kami berpisah dengan Kyra dan ibunya. Kemudian kami melanjutkan perjalanan kami.
“Wah kau hebat ya, Eledarn.” pujiku kepadanya.
“Tidak ada apa-apanya denganmu.” balasnya tenang. “Kau pandai segala hal dan meraih kursi yang ku inginkan juga.” imbuhnya sambil menatap ke atas. Sontak aku kebingungan.
“Aku?” Aku pun terus bertanya-tanya di dalam benakku.
“Kursi? Sejak kapan aku merebut kursi darinya? Kursi apa yang ia maksud?”
Bersambung~
Sekiranya jika cerita ini seru dan menarik, mohon berkenan untuk setia mendukung dan sebar luaskan ke pembaca lainnya :)
__ADS_1