Love Exchange

Love Exchange
Episode 36 : Kepercayaan


__ADS_3

Suasana ramai menyelimuti kelas. Kami telah selesai menghabiskan bekal. Tak lama kemudian waktu istirahat pun usai. Namun kali ini tidak seperti biasanya guru kami belum datang tepat saat bel berbunyi. Selang waktu kemudian ada dua anak OSIS datang ke kelas kami. Sepertinya ada informasi yang ingin mereka sampaikan.


“Selamat siang semua, saya Adnan Agantha selaku ketua OSIS. Di sebelah saya ada Aydhia Clasirrie selaku wakil ketua OSIS.” ucapnya penuh wibawa dan gagah. Semua teman-teman perempuan di kelasku langsung terpaku dengannya. Begitu pula dengan Hart dan kawanannya yang menatap nafsu Aydhia.


“Kami di sini akan menginformasikan calon kandidat yang akan menggantikan kami dan beberapa calon anggota dari kelas ini.” ujar Aydhia tegas dan jelas. Namun mata-mata buaya sepertinya sedang berada di fantasi mereka sendiri. Adnan yang menyadari hal tersebut langsung membentak keras di depan kelas.


“Mohon perhatikan!”


Seketika kelas menjadi senyap dan para buaya itu diam ketakutan. Kemudian Aydhia melanjutkan penjelasannya dengan sopan namun tegas. Kami semua memperhatikannya. Aura mereka yang penuh wibawa membuatku terpukau. Walaupun aku tidak terlalu suka dengan organisasi karena aku merasa aku belum siap akan hal itu.


“Baiklah kalau begitu untuk daftar nama calon telah kami tempal di mading kelas. Kalian bisa melihatnya sebelum guru datang.” jelas Aydhia.


“Terima kasih atas perhatian kalian.” tutur Adnan kemudian mereka berdua pergi keluar kelas. Lantas suasana menjadi riuh kembali seperti pasar. Orang-orang juga ramai yang melihat daftar nama calon tersebut di depan kelas. Tak lama kemudian namaku terlintas di telingaku dari obrolan-obrolan mereka. Hart yang penasaran langsung bangkit dan berlari ke mading kelas.

__ADS_1


“Eh? Kau jadi calon ketua OSIS, Adelard.” ucapnya melongo melihat mading sambari kebingungan. Aku yang tak percaya langsung menghampirinya. “Lah, benar. Kok aku?” tanyaku bingung sekaligus terkejut. Di bawah namaku tertulis nama Cassie sebagai calon wakil ketua OSIS. Aku pun memberi tahunya. Lantas ia kaget bukan kepalang.


“Ta—Tapi komunikasiku buruk.” ringis Cassie bingung dan sedih. Aku juga tidak habis pikir mengapa kami yang terpilih. Namun satu hal tak terduga lainnya adalah Hart yang terpilih menjadi calon anggota OSIS.


“Lihat! Ada namaku!” lontar Hart girang.


“K—Kenapa ada dia juga?” gumamku dalam hati sedikit jengkel.


“Pasangan yang serasi. Jangan-jangan mereka juga sudah punya rencana.” pikir Hart licik sekaligus kebingungan. “Rencana?” tanyaku bingung. “Tidak. Bukan apa-apa.” jawab Hart cengengesan. “Mencurigakan.” ucapku jengkel.


“Baiklah. Mohon kerjasamanya!” harapku pada mereka semua.


“Kau juga, Cassie. Semangat!” lanjut Freda menenangkan sekaligus menyemangati Cassie.

__ADS_1


“Terima kasih.” ucapnya halus dan beralun seisi ruangan. Seketika orang-orang heboh dan senang karena dapat mendengar suara Cassie dan senyum manisnya. Para buaya langsung senang sekali.


“Bidadari!” lontar salah seorang dari mereka.


“Putri!”


Segala julukan pun terlontar dari mulut mereka. Hal tersebut membuat Cassie tertunduk malu. “Oh, ketika malu wajahnya memerah.” gumamku dalam hari setelah melihatnya tersipu malu.


“Untuk para calon harap bersiap diri untuk pekan depan!”


Tulisan tersebut tertera di bagian bawah daftar itu. Aku yang baru menyadarinya terkejut dan batinku sedikit kesal.


“Kenapa waktunya mepet terus?”

__ADS_1


Bersambung~


Sekiranya jika cerita ini seru dan menarik, mohon berkenan untuk setia mendukung dan sebar luaskan ke pembaca lainnya :)


__ADS_2