Love Exchange

Love Exchange
Episode 53 : Kerajaan Snitheria


__ADS_3

Sorak-sorai dan kerumunan di sepanjang lorong ini meramaikan suasana dan membuat aku dan Cassie tersipu malu. Aku yang sedikit sebal dengan apa yang terjadi ditambah dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana awal.


“Paduka raja, genggamlah tangannya,” tutur Eledarn dihadapan kami seperti seorang kesatria. Aku semakin dongkol dengan semua ini. Namun apa boleh buat, sepertinya inilah yang mereka semua inginkan. Aku tidak bisa mengelak selama acara tidak ada masalah. Tapi ada sesuatu yang mengganjal benakku.


“Kenapa ada karpet merah di sini?” tanyaku kepada Eledarn.


“Oh iya, jalan menuju aula adalah mengikuti karpet tersebut, paduka,” ucap Eledarn gagah. Kemudian ia mendekatkan mulutnya ke telingaku. “Ayolah, hanya hari ini. Tunjukkan yang terbaik,” bisiknya. Aku pun membalasnya dengan mengangguk senyum.


Kemudian beberapa panitia dengan kostum pengawal membukakan jalan disertai dengan pemain-pemain terompet mengiringi langkah kami. Padahal semua ini tidak ada di proposal atau rencana manapun yang kami ajukan sebelumnya.


“Sepertinya mereka telah menyiapkan semuanya demi ak—Bukan… tapi untuk kelancaran acara ini,” gumamku dalam hati.

__ADS_1


Langkah demi langkah kami berjalan membuatku tersadar dengan semua yang mereka persiapkan untuk festival ini. Aku semakin terkagum-kagum dengan orang-orang yang mengenakan pakaian rakyat abad pertengahan. Padahal pagi tadi aku masih melihat mereka memakai seragam biasa. Ditambah lagi dengan poster kerajaan yang tertempel di dinding dan sorak-sorai mereka yang antusias. Sekilas aku benar-benar merasa kembali ke masa itu.


“Panjang umur sang raja!” Kata-kata itu dan semacamnya terlontar dari mereka. Aku menjadi terbawa suasana dan melambaikan tangan sembari berdiri gagah nan bijaksana. Akhirnya kami pun  tiba di depan aula. Rasa takjub dan terkesima seketika hadir setelah melihat ruangan tersebut di modifikasi sedemikian rupa menjadi kastil kerajaan.


“Wah… Indah sekali,” tuturku terperangah.


“Silahkan masuk, wahai paduka,” cakap Eledarn kembali.


Sesampainya di atas panggung, pembawa acara melnajutkan acara dengan pembukaan yang akan disampaikan oleh aku dan Cassie. Namun kami dikejutkan lagi dengan kehadiran pembawa acara yang diperankan langsung oleh kepala sekolah. Terompet didengungkan tepat sebelum untuk memulai prosesi pembukaan festival ini.


“Wahai hadirin sekalian, bersama-sama kita dengarkan pidato yang akan disampaikan langsung oleh Yang Mulia, Paduka Raja Adelard Lavient berserta Sang Ratu Cassie Elaina untuk membuka festival Snitheria keseratus tujuh puluh tiga!” seru kepala sekolah dengan bersemangat.

__ADS_1


Lalu aku dan Cassie memberikan sambutan bersama. Lagi-lagi senyum dan takjub masih terlukis manis pada wajah-wajah hadirin yang datang berkunjung dari segala penjuru Snitheria. Tema seperti ini tampak seperti sesuatu yang baru bagi mereka. Wajar saja orang-orang sangat antusias dengan festival kali ini.


“Dengan demikian, festival kerjaan tahun ini kami buka,” ucapku dan Cassie bersamaan. Senyum bahagia pun tidak terelakkan dari kami.


Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pengunjung yang dibebaskan untuk menikmati setiap sudut dari kerajaan ini. Setiap kelasnya telah berubah menjadi tempat-tempat pada abad pertengahan. Aku dan Cassie berkeliling dengan para pengawal. Namun banyaknya orang yang ingin menemui kami membuat kami kewalahan. Aku dan Cassie diperebutkan oleh mereka. Aku hanya bisa melirih pasrah dalam hati seraya berharap penuh.


“Dewa, kuatkanlah aku hari ini saja…”


Bersambung~


Sekiranya jika cerita ini seru dan menarik, mohon berkenan untuk setia mendukung dan sebar luaskan ke pembaca lainnya :)

__ADS_1


__ADS_2