
Khalayak ramai berbondong-bondong datang menghadiri hari pemilihan di aula pertemuan sekolah yang amat besar ini. Terjajar enam buah mimbar pidato untuk berorasi dan berdebat dari masing-masing kami. Aku dan
Cassie menempati kandidat nomor urut enam. Kami semua diberi masing-masing ruangan persiapannya sendiri. Jadi kami terpisah dengan kandidat lainnya.
Sebelum acara dimulai aku dan Cassie berlatih dan mengingat-ingat lagi isi naskah pidato kami. Suasana yang menegangkan ini membuatku sering buang air kecil.
“Aku ke kamar kecil dulu, ya, Cassie.” ucapku kemudian bergegas meninggalkan ruangan. “Iya.” balasnya.
Aku pun bergegas menyempatkan diri untuk berkemih sebelum acara dimulai. Aku tidak ingin rasa kebelet ini mengganggu pidatoku nanti. Aku yang sedang berlari tergesa-gesa tidak melihat sekitar. Sontak aku menabrak seseorang dengan cukup keras. Tabrakan tersebut membuat kami berdua tersungkur.
“Maaf.” ucapku merasa bersalah. “Tidak apa-apa.” balasnya sembari bangkit. Kemudian ia tersenyum kepadaku. “Sampai bertemu di podium nanti.” tuturnya lantas ia pergi meninggalkanku. Sepertinya ia adalah salah satu dari lima kandidat lainnya. Aku yang masih kebingungan dengannya melanjutkan jalanku ke kamar kecil.
“Akhirnya lega…” hembusku. Kemudian terdengar suara pengumuman dari pengeras suara sekolah.
“Kegiatan pemilihan calon pasangan ketua dan wakil ketua OSIS akan segera dimulai. Harap seluruh siswa menghadiri aula sekolah.” Lantas aku langsung berlari cepat kembali mengampiri Cassie.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian acara pun dimulai. Tempat duduk telah terisi penuh oleh seluruh murid, guru, dan warga madrasah. Tak terlewat juga kepala sekolah yang membuka acara ini. Melihatnya dari belakang panggung podium telah membuatku gugup dan kurang percaya diri. Tapi aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku akan berusaha sebaik mungkin.
Sementara itu, Cassie masih tertunduk diam dan terus memikirkan pidatonya nanti. “Kau tidak apa-apa, kan?” tanyaku padanya.
“Iya… Tidak apa-apa…” jawabnya gugup. Aku pun langsung menenangkan sekaligus menyemangatinya.
“Jangan terlalu dipikirkan. Kalau kau gugup saat berbicara, jangan lihat ke mata mereka. Cukup menatap jidat atau rambutnya saja.” Sedikit demi sedikit rasa percaya diri Cassie muncul. Tak lama kemudian para kandidat dipersilakan untuk menaiki panggung podium dan mengisi mimbar yang telah ditentukan.
Susunan kegiatan yang pertama adalah pembacaan orasi dari tiap-tiap kandidat yang dimulai dari nomor urut satu. Emery pun langsung menyuarakan pidatonya dengan tegas dan mantap. Semua orang memperhatikannya. Setelah itu dilanjutkan dengan kandidat-kandidat berikutnya.
“Saya mengikuti kegiatan ini karna saya ingin menambah pengalaman saya. Jika saya nanti terpilih, saya akan berusaha untuk membantu program program sekolah dan melanjutkan program tahun lalu yang bersifat positif.”
Aku pun terkejut dengan isi yang Eledarn bacakan. “Isinya mirip dengan punyaku.” gumamku dalam hati.
Freda dan Hart yang mendengarkannya pun kaget dan mengira ini hanya kebetulan semata.
__ADS_1
“Pasti ini hanya kebetulan, kan?” tanya Freda meyakinkan diri.
“Iya, sepertinya begitu.” jawab Hart sedikit cemas.
Setelah selesai memberikan orasi, tepuk tangan hadirin menyahuti mereka berdua setelah membeberkan pidato serta visi dan misinya. Aku masih kebingungan apa yang harus ku katakan nanti. Karena semua yang diucap Eledarn sama persis dengan isi naskah pidatoku.
“Tidak mungkin aku mengucapkan kata-kata yang sama, kan? Nanti aku dikira jiplak.” gumamku kepada Cassie. Cassie juga tampak panik setelah mendengarkan semua orasi mereka. Aku pun memastikan kata-kataku nanti dengan mengecek kembali di naskah yang berada di sakuku.
“Loh, kertasku mana?” bisikku panik sambil meraba-raba kantungku. Cassie yang berada di sebelahku lantas kebingungan. Untungnya tidak ada yang memperhatikan kami. Semua mata tertuju pada pasangan kandidat nomor urut lima yang tengah membacakan pidatonya. Aku bergumam panik kebingungan dalam hati.
“Kenapa tiba-tiba hilang? Apa yang harus ku katakan nanti?”
Bersambung~
Sekiranya jika cerita ini seru dan menarik, mohon berkenan untuk setia mendukung dan sebar luaskan ke pembaca lainnya :)
__ADS_1