Love Exchange

Love Exchange
Episode 34 : Olimpiade


__ADS_3

Cahaya mentari pagi masuk menembus kaca jendela di ruang peserta olimpiade matematika. Aku dan Cassie berada di satu gedung, namun tempat kami berkompetisi berbeda. Sebelum dimulai aku menyempatkan diri untuk belajar mengulang materi terlebih dahulu. Setelah itu aku pergi ke luar ruangan untuk mencari udara segar.


“Hah…


Sejuknya…” ucapku sambil membuang napas lega. “Kira-kira apa yang sedang Cassie


lakukan sekarang, ya.” batinku penasaran.


Aku berjalan di sepanjang koridor. Matematika, matematika, dan matematika. Itulah yang terus menghantui pikiranku. Tanpa sengaja aku menabrak seseorang dari peserta lainnya.


“Maaf.” ucapku pelan kepadanya. “Tidak apa-apa.” balasnya kemudian melihat tanda nama peserta yang menggantung di leherku.


“Matematika?” tanya dia penasaran. “Iya.” jawabku.


“Adelard Lavient.” cakapnya mengeja tulisan sambil melototi tanda namaku. “Kau tidak menggunakan ini?” tanyaku kepadanya. “Oh iya, kutinggal di ruangan.” jawabnya. Aku menjadi penasaran dengan namanya. “Baiklah, karena aku telah mengetahui namamu sekarang giliranku.” cetusnya tersenyum.


“Namaku Gav—”

__ADS_1


“Kepada seluruh peserta diharapkan menuju ruangan kompetisi.”


Tiba-tiba suara pengumuman terdengar keras dan memotong pembicaraan kami. Lantas kami segera berpisah dengan rasa penasaran yang belum hilang dari benakku. Selama kompetisi aku tidak melihatnya di ruangan ini. Sepertinya ia bukan peserta dari mata pelajaran ini.


Seharian penuh waktu kami gunakan untuk mengikuti olimpiade ini. Satu per satu peserta mulai tersingkirkan. Untungnya aku masih lolos sampai saat ini. Sesekali aku memikirkan kondisi Cassie saat ini. Aku juga berharap kami dapat meraih hasil yang terbaik.


Langit petang telah menampakkan dirinya. Matahari lambat laun sirna dari penglihatan. Hari mulai gelap dan akhirnya kami telah selesai berkompetisi. Para peserta kembali ke ruangan awal untuk beristirahat sekaligus berbenah sebelum olimpiade ini ditutup dengan pengumuman pemenang.


“Hari yang melelahkan.” hembusku penat. Tak lama kemudian kami diperintahkan untuk memasuki balairung.


“Peringkat ketiga diraih oleh… Chilansa Adeena dari SMA Esthyria.”


“Peringkat kedua diraih oleh… Cassie Elaina dari SMA Snitheria.”


Sontak aku pun terkejut mendengarnya. “Peringkat dua?” gumamku bingung tidak percaya. Tahun lalu Cassie mampu meraih peringkat pertama.


“Apakah semua ini gara-gara aku kemarin?” Kemudian pembacaan masih berlanjut.

__ADS_1


“Peringkat pertama diraih oleh… Gavin Ryszard dari SMA Rhyodena! Selamat!”


Aku yang tidak memperhatikan masih saja memikirkan bagaimana perasaan Cassie setelah ini. “Eh? Gav— Gav… Siapa?” racauku kebingungan sekaligus kaget setelah menyadarinya. Aku pun bertanya kepada salah satu kontestan yang berada di sampingku. “Tadi yang peringkat pertama siapa, ya?”


“Oh itu, Gavin Ryszard.” jawabnya. Aku mulai menyadarinya ketika para kontestan itu maju kedepan mengambil penghargaan. Ternyata dia adalah orang yang bertemu denganku tadi pagi.


“Orang ku temui tadi pagi dapat juara satu?” gumamku tidak percaya.


Setelah itu pembacaan dilanjutkan dengan pemenang olimpiade matematika. Aku meraih peringkat pertama. Sebelumnya ada kontestan dari SMA yang sama dengan Gavin di peringkat kedua. Akhirnya kegiatan olimpiade di tutup lalu kami pulang kembali ke sekolah terlebih dahulu. Nampak wajah murung Cassie kecewa. Aku pun berusaha memeluknya sekaligus menenangkannya.


“Maaf sudah mengecewakanmu.” lirih Cassie dengan kepala bertumpu di dadaku. Bajuku basah diterpa air matanya. “Tidak apa-apa.” ucapku sambil mengelus-elus kepalanya. Benakku masih bertanya-tanya dengan sosok orang yang mendapat peringkat pertama matematika tadi.


“Siapa sebenarnya orang itu? Baru pertama kali aku melihatnya.” batinku heran.


Bersambung~


Sekiranya jika cerita ini seru dan menarik, mohon berkenan untuk setia mendukung dan sebar luaskan ke pembaca lainnya :)

__ADS_1


__ADS_2