
Setelah melihat foto itu, Agnella langsung menatap Jordan yang berada di depannya.
"Ada apa? Apa ada masalah dengan foto itu?" tanya Jordan bingung.
"Apa kamu sedang bercanda dengan ku!!?" geram Wanita itu sambil memukul meja dengan kuat.
"A-apa maksud anda? Bercanda? Untuk apa?" tanya Jordan yang terkejut dengan Wanita itu.
"Untuk apa kamu memberikan ku foto wanita yang sudah mati!!? dan lagi, dia bukan orang Itali!!" jawab Agnella.
"APA!!?" teriak keempat Pria itu bersama sambil menatap Wanita itu dengan raut wajah yang terkejut.
"Apa yang sedang kamu bicarakan!!? Wanita yang sudah mati!!? Bukan orang Itali!!? Apa kamu sedang mempermainkan kita!!?" geram Andre.
"Seharusnya aku yang bicara seperti itu!!? Kalian membuang waktu ku saja!!" balas Wanita itu.
"Hei! Hei!! Berhenti bertengkar!" sahut Vernon.
"Akan lebih baik kalau kita mendengarkan penjelasan dari Agnella terlebih dulu mengenai gadis itu." lanjut Hendra.
"Suruh dulu bocah itu diam, baru aku akan menjelaskannya!" sindir Agnella.
"Berhenti memanggilku bocah!!" kesal Andre.
"Andre, tolong diam. Setidaknya dengarkan penjelasan Agnella dulu baru kamu boleh marah ataupun kesal." ucap Jordan.
"Argh!! Terserah!" jawab Andre, lalu melipat kedua tangannya di depan dadanya dan bersandar di sandaran kursi sambil memalingkan wajahnya.
"Agnella, tolong jelaskan apa yang kamu makdus tadi." sambung Vernon.
"Baiklah, dengarkan aku baik-baik." ucapnya serius.
"Apa kalian ingat dengan Istri pemimpin Mafia dari Taiwan, yang meninggal 18 tahun yang lalu?" tanyanya.
__ADS_1
Ketiga Pria itu menganggukkan kepala mereka bersama sebagai jawaban dari pertanyaan Agnella.
"Wanita itu adalah Wanita yang ada di dalam foto ini, wajah mereka sangat mirip. Coba kalian perhatikan baik-baik dan ingat wajah Istri pemimpin Mafia Taiwan itu." lanjutnya sambil menunjukan kembali foto yang di berikan oleh Jordan tadi.
"Tapi, aku tidak pernah bertemu dengan Wanita itu. Saat pemakannya pun hanya Tuan Anggara dan Nyonya Anggara saja yang pergi." sahut Jordan.
"Ya...kami tidak pernah bertemu dengan Wanita itu. Kami hanya mendengar kabar kematiannya saja." sambung Vernon.
"Tidak, bukan hanya Tuan dan Nyonya Anggara saja. Ada satu keluarga lagi yng ikut ke pemakaman itu." ucap Wanita itu.
Mendengar ucapan Agnella, Ketiga Pria itu bersama Agnella sontak menengok dan menatap Andre yang masih duduk dengan posisi yang sama mulai tadi.
Andre yang merasa aneh karna di tatap, Ia sontak berkata. "Apa!? Aku hanya diam mulai tadi! Jangan mengganggu ketenangan ku!!"
"Apa keluarga yang anda maksud adalah Keluarga Glasino?" tanya Jordan kepada Agnella tapi tatapannya masih menatap Andre.
"Ya...dialah keluarga yang ikut bersama dengan keluarga Anggara." jawab Agnella.
Mendengar perbincangan antara Jordan dan Agnella, Andre langsung menyadari apa yang mereka inginkan.
Setelah 3 menit menatap foto itu dan membuat ketiga Pria dan wanita itu menunggu, akhirnya Andre meletakkan foto itu kembali ke atas meja sambil berkata. "Ya...wajah mereka sangat mirip." dengan ekspresi datar.
"Astaga...Aku menunggu berjam-jam hanya untuk mendengarkan kalimat singkat itu saja? Padahal aku sudah tau jawabannya apa." sindir Agnella.
"Kalau sudah tau jawabannya apa, untuk apa bertanya dengan ku? Memuakkan!" balas Andre.
*Ah! Mereka benar-benar membuat ku pusing.* gumam Vernon yang mulai muak dengan pertengkaran Agnella dan Andre.
"Tapi, bagaimana kamu yakin jika mereka sangat mirip? Memang di Dunia ini pasti ada orang yang wajahnya mirip dengan kita, tapi mana mungkin ada yang bisa menyamakan wajah kita. Kecuali—"
"Kecuali gadis itu memiliki hubungan darah dengan Pemimpin Wanita Taiwan." potong Andre yang membuat ketiga Pria itu terkejut.
"Ya...perkataannya benar, dan ada satu rumor yang tersebar saat 18 tahun yang lalu." sambung Agnella.
__ADS_1
"Rumor? Rumor apa itu?" tanya Hendra.
"Rumor mengenai anak yang lahir saat kematian Pemimpin Wanita itu, tapi semua orang berfikir anak itu mati bersama dengan Ibunya. Karna sampai sekarang tidak ada tanda-tanda siapa Putra atau Putri dari pemimpin Taiwan itu." jelasnya.
"Tidak mungkin kan Nona adalah Putri dari Pemimpin Taiwan, bagaimana caranya dia bisa sampai disini? dan dibesarkan oleh keluarga lain? Dan lagi, tidak mungkin pemimpin itu tega membiarkan anakny sengsara di tangan orang lain." sahut Jordan.
"Hei! Kamu itu seorang sekretaris Pemimpin Mafia Itali, kenapa kamu malah bertanya dengan kami yang hanya pekerja biasa ini? Bukannya kamu ahlinya dalam mencari tau segala hal sampai ke akar-akarnya?" ucap Agnella.
"Haah...baiklah, aku akan mencari tau masalah ini. Tapi, usahakan untuk merahasiakan masalah ini, sebelum kita tau cerita aslinya. Aku takut akan terjadi sesuatu nantinya, jika masalah ini sampai ke telinga Tuan dan Nona. Apalagi sampai terdengar di telinga para pemimpin lainnya." balas Jordan
Keempat orang itu hanya mengangguk dengan perkataan Jordan.
Tiba-tiba saja ada suara ponsel yang cukup keras sampai memenuhi ruangan itu. Kelima orang itu sontak mengeluarkan ponsel mereka masing-masing dan mengecek ponsel mereka.
Saat tau ponsel milik Jordan yang berbunyi, Jordan langsung mengangkat tangannya setinggi kepalanya, lalu mengangkat telpon itu.
"Haah...aku kira ada yang menelpon ku." gerutu Hendra.
"Ya...aku juga berpikir seperti itu. Seharusnya aku mengganti nada dering ku." sahut Vernon.
"Halo...ada masalah apa? Apa kamu masih mengawasi Nona, Dika?" tanya Jordan sambil menurunkan tangannya kembali.
"Ada hal yang haru saya sampaikan. Sekarang Nona sedang bersama seseorang, dan mereka sedang menuju ke suatu tempat. Kami masih belum tau tempat apa yang akan Nona kunjungi."
"Seseorang? Siapa? Seorang Pria?"
"Tidak, seorang gadis sama seperti Nona."
Bersambung
***Gak terasa udah Episode ke 100 ya~🤭
Makasih yang udah setia sama MAFIA BOY SECRET ❤️😍 dan yang udah Like, Komen, Vote, dan ngasih hadia makasih bangetttt❤️❤️
__ADS_1
Gue bakal berusaha buat eps" yang keren" deh~
Buat yang punya ide untuk MAFIA BOY SECRET atau ada Ide buat Novel baru. Bisa dm aku di @rskta.an, atau bisa langsung PC di akun mangatoon ini 👍👍❤️***