
Tak terasa, pagi hari pun Tiba. Gue yang baru terbangun dari tidur, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu gue. Gue pun langsung bangun dari posisi gue sambil menyauti ketukan itu.
"Selamat Pagi, Tuan. Bagaimana waktu istirahat Anda?" sapa Vernon yang bersama dengan kedua pelayan yang membawa nampan makanan di tangan mereka.
"Waktu istirahat yang sangat singkat." ucap gue lalu berdiri dan berjalan ke kursi pijat gue yang ada di dekat ranjang.
Vernon dan kedua pelayan itu pun menyajikan sarapan di depan gue.
"Sup daging dan jus Apel untuk pagi ini, karna anda terlihat kurang sehat. Jadi saya menyuruh chef untuk membuatkan sup untuk anda. " ucap Vernon.
"Ada yang ingin aku tanyakan." sahut gue.
Mendengar itu, Vernon hanya mengangguk dan langsung berbalik menghadap kedua pelayan itu.
"Kalian boleh pergi, aku akan memanggil kalian jika butuh sesuatu." perintahnya.
"Baik, Tuan." jawab kedua Pelayan itu sambil menunduk, lalu melangkah pergi.
"Kenapa sampai sekarang aku belum mendapatkan laporan mengenai gadis itu?" tanya gue saat Vernon kembali menghadap ke gue.
"Maaf, Tuan. Andre dan Jordan sedang berusaha untuk mencari tau mengenai gadis itu. Sekarang mereka masih berada di kamar Nona untuk mengintrogasi gadis itu." jawabnya.
"Haah...kenapa bisa ada masalah seperti ini!!? apa sebenarnya sifat aslinya seperti ini? lalu kemana dirinya yang lemah itu!? kenapa tiba-tiba dia menyodorkan senjata kepada ku!? apa dia benar-benar menginginkan harta ku!?" oceh gue.
"Tuan...jika benar sifat asli Nona seperti itu, apa anda masih menyukainya?" sambungnya.
__ADS_1
"Apa maksud mu!? aku menyukainya bukan karna sifatnya, aku pun tidak tau alasan aku menyukainya!" jawab gue.
"Semuanya butuh alasan, Tuan. Tidak mungkin anda mencintai seseorang tanpa memiliki alasan, walaupun itu hanya alasan aneh atupun sederhana. Yang pasti, segala sesuatu pasti memiliki alasan tersendiri." jelasnya.
"Haah...aku benar-benar tidak tau harus berbuat seperti apa." keluh gue sambil menyandarkan tubuh gue.
"Tuan, anda tidak perlu mempertahankan sesuatu yang akan membunuh anda. Lepaskan saja jika anda merasa lelah, ada banyak hal yang bisa membuat Anda bahagia. Bukan hanya seorang gadis saja, dan lagi. Anda masih terlalu muda jika ingin menikah tahun depan." sambungnya.
"Saat anda berumur 20 tahun nanti, akan ada banyak wanita yang ingin bersama dengan anda. Anda bisa memilih semuanya jika hanya untuk dijadikan boneka saja. Dan lagi, gadis itu hanya gadis kecil saja. Jika anda ingin, saya akan mencarikan gadis yang sangat luar bisa untuk anda." lanjutnya.
"Tidak! aku hanya ingin dia! aku ingin gadis itu!! tapi aku tidak ingin membuat kalian dalam masalah besar, maafkan aku..." sahut gue.
"Kami tidak penting, Tuan. Hanya anda yang terpenting sekarang. Tapi, pikirkan baik-baik mengenai gadis itu. Hanya anda yang bisa mengambil keputusan, Andre akan memberikan saran dan kritikannya mengenai keputusan anda. Saya dan Jordan, hanya akan menerima keputusan dari kalian berdua." ucapnya.
"Haah...aku benar-benar bingung sekarang." gumam gue.
"Apa itu?" tanya gue.
"Hanya sebuah vitamin yang di berikan Hendra, agar anda bisa sedikit berenergi. Sebelum anda bangun tadi, Hendra sempat menemui anda sebentar untuk melihat keadaan anda. Dia merasa khawatir dengan kesehatan anda, jadi dia membuatkan vitamin itu untuk anda." jelasnya.
"Lalu, dimana dia sekarang?" tanya gue lagi.
"Mungkin sekarang dia sedang bersama dengan Andre dan Jordan." jawabnya.
"Tidak usah memperdulikan yang lainnya, anda silahkan makan dulu dan minum vitamin itu. Saya akan keluar sebentar, jika anda membutuhkan sesuatu mencet saja tombol yang ada di dekat anda."
__ADS_1
"Haah...baiklah, kamu boleh pergi sekarang." ucap gue.
"Saya izin undur diri dulu, Tuan. Permisi..." sambungnya sambil membungkuk sekilas, lalu melangkah pergi dari hadapan gue.
Setelah Vernon pergi, gue pun langsung menyantap sarapan gue dengan santai. Gue berusaha untuk tidak memikirkan masalah pagi tadi. Semakin lama di pikirkan, gue lama-lama bisa menjadi gila.
Awalnya gue pikir itu hanya sebuah mimpi buruk, tapi ternyata itu bukan sebuah mimpi. Kenyataan yang sangat buruk dan juga aneh.
Mana mungkin seseorang bisa berubah dalam sekejap, rasanya seperti dia dirasuki oleh arwah seseorang yang ingin membunuh ku.
Setelah selesai dengan sarapan, gue memilih untuk mandi dan memakai pakaian di ruang ganti dengan di bantu beberapa pelayan.
"Aku ingin ke balkon, setelah ini." ucap gue kepala pelayan yang sedang memakaikan jas ke gue.
"Apa anda ingin makan sesuatu atau minum sesuatu, Tuan?" tawar salah satu dari mereka.
"Tidak, aku hanya ingin berdiam diri saja. Jika aku butuh sesuatu, aku akan memanggil kalian." tolak gue.
"Baik, Tuan." jawabnya.
"Mari saya antar, Tuan." ucap salah satu dari mereka.
Gue pun mengikuti pelayan itu dari belakang, sampai ke balkon. Di balkon, ada beberapa penjaga yang sedang bertugas dengan senjata di tangan mereka. Gue tidak memperdulikan mereka, gue langsung duduk di kursi dan menatap kearah depan, menikmati pemandangan dan angin di pagi hari.
Awalnya semuanya terasa sangat tenang dan tidak ada suara apapun selain suara hembusan angin yang menerpa pepohonan dan juga suara kicauan burung.
__ADS_1
Tapi beberapa menit kemudian, tiba-tiba saja ada suara langkah kaki yang sedang berlari ke arah ku, sambil berteriak memanggil nama ku.
BERSAMBUNG