
"Maaf, Tuan. Kami hanya menjalankan perintah sesuai apa yang di berikan oleh Tuan Anggara, kami juga tidak ingin anda terluka jik berurusan dengan Tuan Grissham," kata Jordan.
"Haah...sudahlah, itu tidak penting sekarang. Yang penting aku sudah mengetahui semuanya, dan sekarang tugas kita adalah mencari Bryan dan mencari tau apa alasan dia menyerang Carmelia."
"Sepertinya saya punya rencana, Tuan," timpal Andre.
Marcel dan Jordan pun mendengarkan rencana yang di berikan oleh Andre, mereka berdua terihat sangat serius dan berusaha untuk mencerna apa yang di katakan Andre.
"Hm... lumayan juga, kau cukup pintar Andre," puji Marcel sambil mengelus kepala Andre.
"Hehehe..." tawa kecil Andre yang tersenyum bahagia karena di puji oleh Tuannya.
"Baiklah, kalah begitu Jordan sekarang kembali Ke kastil dan mulai mempersiapkan rencana yang telah di katakan oleh Andre."
"Tuan, kalau boleh. Saya ingin menunggu di rumah sakit bersama kalian, saya ingin memastikan keadaan Nyonya, Hendra, Vernon dan Agnella."
"Benar, Tuan. Biarkan Jordan bersama kita disini," timpal Andre.
__ADS_1
"Haah... baiklah, baiklah. Sekarang kita menunggu disini saja," jawab Marcel.
Setelah satu jam lebih menunggu, tiba-tiba saja lampu yang ada di atas pintu operasi berubah menjadi hijau, dan beberapa Dokter yang ikut berpartisipasi dalam operasi itu, keluar dari ruangan operasi.
Marcel yang melihat itu, sontak berdiri dan langsung menghampiri para Dokter itu, begitupun dengan Andre dan Jordan yang menyusul Marcel.
"Bagaimana? apa operasinya berhasil? bagaimana keadaan istri ku? dan anak ku? apa mereka baik-baik saja." Pertanyaan yang di lontarkan Marcel itu, membuat para Dokter sontak saling menatap satu sama lain.
"Kenapa kalian diam saja!? jawab aku!!? cepat jawab!!" geram Marcel yang mencengkram kera baju salah satu Dokter itu.
Dokter yang di hadapan Marcel itu, langsung memegang kedua pundak Marcel, lalu berkata. "Selamat Tuan, seorang Putri Anggara telah Lahir."
"Seorang Putri? lalu dimana Putri ku? apa dia bersama Ibunya? apa Carmelia sudah sadar? apa aku boleh menemui mereka?" tanya Marcel dengan raut wajah yang amat sangat bahagia.
Bukannya menjawab pertanyaan Marcel, para Dokter itu sekali lagi saling menatap satu sama lain, dan wajah mereka terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan Marcel.
"Hei! kenapa diam saja? apa aku tidak boleh menemui Istri ku?" tanya Marcel lagi.
__ADS_1
"Tuan, kami sudah berusaha keras dalam operasi ini. Tapi, maaf. Sepertinya Tuhan lebih menyayangi Istri anda," kata Dokter wanita yang sebelumnya berbicara kepada Marcel.
"Apa maksud kalian!!? Tuhan lebih menyayangi Carmelia? coba katakan dengan benar!!" geram Marcel yang semakin mencengkram dengan kuat kera baju Dokter itu, dan membuatnya sedikit tercekik.
"Tuan, tenanglah. Anda bisa membunuh dokter itu, tolong tenang, Tuan." Jordan mencoba menarik Marcel agar Dokter itu bisa selamat dari kemarahan Marcel, tapi karna emosi yang meluap-luap. Marcel malah mendorong Jordan dengan kuat dan membuatnya sampai terjatuh ke lantai.
"Cepat jawab aku!! apa yang terjadi dengan Istri ku!!! kenapa kalian malah diam saja!!?"
"Andre, cepat tahan Tuan!! dia bisa membunuh dokter itu, cepat!!" perintah Jordan.
Andre pun mendengar perintah dari Jordan, Ia berusah untuk menarik Marcel tapi nihil. Marcel tak sedikitpun bergerak dari tempatnya, dan tangan Marcel semakin lama semakin kuat mencengkram Dokter itu.
Dokter Wanita yang sebelumnya berbicara kepada Marcel, Ia langsung berkata. "Tuan! anda tadi sudah berjanji untuk menerima hasil dari operasi ini, jadi berhentilah, Tuan! anda bisa membunuh dokter ini!"
Mendengar itu, Marcel langsung menengok kearah Dokter wanita itu dan dengan perlahan melonggarkan cengkramannya. Pria itu berjalan ke hadapan Dokter wanita itu, dan berdiri tepat di hadapan wanita itu.
"Kalau begitu, katakan dengan jelas hasil operasinya. Aku akan mendengarkan perkataan mu dan tidak akan melakukan apapun kepada mu, karna Istri ku menyuruh ku untuk tidak melukai wanita," kata Marcel.
__ADS_1
"Maaf, Tuan. Hasil dari operasi ini hanya berhasil untuk bayi anda, tapi... tidak dengan Nyonya," jawab Dokter itu membuat Marcel, Jordan, dan Andre yang mendengarnya sangat terkejut.
BERSAMBUNG