Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Carmelia Yang Menjadi Buas


__ADS_3

Wanita itu menatap ku lekat, aku yang terbaring di bawahnya hanya bisa terdiam sambil menatapnya. Carmelia tiba-tiba melepaskan ikat rambutnya, dan membuat rambut panjangnya terurai sampai mengenai wajah ku.


"Kenapa ikat rambutnya di lepas? rambut mu jadi berantakan seperti ini kan," cetus ku sambil memegang rambutnya.


"Sini, aku ikatkan lagi," ucap ku, mengambil ikat rambut itu dari tangannya. Tapi, Wanita itu malah melemparnya ke atas ku, dan membuat ku sontak menengok kearah ikut rambut itu.


"Eh? kenapa dilempar?" heran ku sembari menatapnya kembali.


Carmelia tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke wajah ku, wajah kami benar-benar sangat dekat sekarang. Sangking dekatnya, bibir kami hampir bersentuhan.


*Situasi apa sekarang!!? kenapa rasanya aku seperti mangsanya?* batin ku.


Wanita itu tiba-tiba menjulurkan lidahnya, dan menyentuh bibir ku dengan lidahnya itu. Aku benar-benar terkejut dengan sikapnya, tidak biasanya dia seperti ini. Setiap saat, selalu aku yang mulai menggodanya. Kenapa sekarang dia sangat buas?


Ia menjilat bibir ku, dan lebih parahnya. Tangan Wanita itu, tiba-tiba meraba dada ku dan melepas satu persatu kancing kemeja ku.


Karna tidak tahan dengan sikapnya, aku langsung menarik kedua tangannya, lalu membalik posisi kami. Sekarang, Ia yang berada di bawah dengan kedua tangan yang aku kunci di atas kepalanya.


"Hei, ada apa? kenapa kau tiba-tiba menggoda ku?" tanya ku heran.


"Kenapa? apa kau tidak tergoda? apa aku harus langsung menjilati itu?" balasnya lalu menatap kebawah.


Aku yang juga ikut melihat kebawah, langsung menatapnya kembali dan berkata. "Kenapa kau sangat buas hari ini?"


"Aku hanya ingin melakukan itu," jawabnya dengan santai.


Mendengar jawabannya itu, aku sempat terdiam sebentar, dan langsung mendekati wajahnya. "Kau duluan yang memulainya, jangan salahkan aku jika aku bermain kasar," ucap ku dan langsung melahap bibirnya.


Sambil beradu di dalam sana, tangan Wanita itu membantu ku membuka semua kancing yang tersisa. Tentu saja aku juga membuka pakaiannya, sangat tidak adil jika hanya aku yang tidak berpakaian sekarang.


Wanita itu mulai bermain di bawah sana, dengan perlahan Ia membuka celana ku. Aku langsung tersenyum licik saat Ia berhasil membuka setengah celana ku. Aku pun melepaskan bibir kami dan menatapnya dengan tatapan jail. Perlahan tangan ku turun ke pinggangnya dan memegang erat rok dan pakaian dalamnya.


Aku sontak tersenyum licik kepadanya, dan langsung menarik rok dan pakaian dalamnya dengan brutal. Ia yang terkejut tiba-tiba berteriak dan menatap ku dengan tajam.

__ADS_1


Meraba dari bawah keatas sambil menatap Carmelia yang mulai mendesah pelan, adalah salah satu kebahagiaan untuk ku. Saat sampai di lehernya, aku langsung mencekiknya pelan.


Aku mendekati telinganya dan berbisik. "Aku sudah bilang jangan salahkan aku, jika aku bermain kasar. dan lagi, aku sudah lama tidak mendengarkan jeritan mu." Lalu kembali menatapnya sambi tersenyum.


Aku pikir Ia akan marah atau memberontak, tapi Wanita itu malah menarik ujung bibir kirinya dan tersenyum licik kepadaku. Melihat senyumannya itu, aku langsung mengangkat satu kakinya dan membuka lebar pahanya.


Tanpa aba-aba, aku langsung memasukkan milikku ke dalam miliknya dengan sekali hentakan. Tentu saja dengan posisi leher yang masih aku cekik. Itu membuat tubuhnya terdorong dan membuatnya sedikit menjerit kesakitan.


"Haha...aku tau kau akan seperti itu. Tanpa kau katakan pun, aku tau kau akan bersikap kasar," cetusnya dengan sebuah tawa kecil.


Tanpa menjawab apapun, aku langsung memulai permainan ini. Memaju mundurkan pinggul ku dengan cepat, dan membuatnya mendesah dengan hebatnya.


*Konyol! dia tau pasti kalau dia akan kesakitan, tapi malah tetap menggoda ku. Benar-benar Wanita ku~* batin ku sambil tersenyum puas.


Setelah puas menatap tubuh bagian depannya, aku melepas milik ku terlebih dulu lalu menarik kakinya sampai menyentuh lantai. Dengan cepat aku membalik tubuhnya dan memaksanya untuk membungkuk dengan sempurna.


Aku sontak menarik rambut bagian belakangnya dan meletakkan kepala ku di samping kepalanya. "Ada apa? apa kau mulai lelah?" tanya ku.


"Hahaha...konyol sekali! aku masih belum puas dengan ini, bagaimana bisa aku kelelahan dengan milik mu itu," jawabnya dengan nada suara yang mengejek.


Tanpa mengatakan apapun, aku kembali memasukkan milikku dan mulai memaju mundurkan pinggul ku. Tidak hanya itu, aku juga tak berhenti menggigit leher Wanita itu sambil menarik rambutnya.


"Aaahhh...kau sa-sangat cepa...t kau seperti akan merobek milik ku..." desahnya.


Aku tidak memperdulikan perkataannya, aku malah lebih mempercepat tempo ku sambil melahap bibir wanita itu. Ia benar-benar terlihat sangat berantakan sekarang, desahannya semakin tak bisa dikontrolnya.


Karna tak bisa berhenti membuka mulutnya, akhirya aku berhenti dan melepaskan milik ku. Carmelia langsung terjatuh kelantai dengan tubuh yang berkeringat dan cairan yang tak berhenti keluar dari miliknya.


"Hah...hah...milik mu membuat ku gila," racaunya.


"Oh ya? baiklah, aku akan membuat mu tambah gila," ucap ku dan langsung menggendongnya keatas ranjang.


Aku berbaring di bawahnya, Ia yang duduk di atas perut ku dengan keadaan yang sangat berantakan. Aku bukannya kasian kepadanya, aku malah puas dengan apa yang aku lihat saat ini.

__ADS_1


"Kenapa diam saja? apa kau lelah?" tanya ku.


"Tidak, aku hanya tidak bisa mengangkat pinggul ku lagi," jawabnya.


Mendengar itu, aku langsung memegang pinggulnya dan mendorongnya sampai wajah kami berdekatan.


"Apa ini mulai sakit?" tanya ku sambil memasukkan jari ku kedalam vag**na nya.


"Aaaahhh... ti-tidak, i-itu tidak sakit," jawabnya kacau.


Aku mengeluarkan jari ku lalu memasukkan kedalam mulut ku, sambil tersenyum licik kepadanya.


"Masukkan sendiri, atau kita akan bermain sampai malam!" tegas ku.


"Haah...kau benar-benar gila," gerutunya, lalu memegang milik ku dan dengan perlahan memasukkan kedalam miliknya seorang diri.


Karna Ia yang memasukkan milik ku dengan perlahan, aku langsung memegang pinggulnya lalu menghentakkan kebawah, dan membuatnya berteriak lagi dan lagi.


"Hahaha...aku benar-benar gila sekarang," ucap ku dengan lantang.


"Bermainlah sendiri, aku ingin melihat wanita ku bermain dengan milik ku," lanjut ku.


Tanpa menjawab apapun, Ia mulai mengangkat pinggulnya dan mulai bermain dibawah sana. Ia terlihat cukup ahli, karna temponya yang beraturan dan cukup cepat.


"Kau benar-benar tampak cantik dari sini," goda ku.


"Aaaahh... Haaah...ja-jangan meng...godaku..." desahnya.


Melihatnya yang sedang berusaha untuk memuaskan ku ini, aku rasanya ingin sekali menjahilinya. Disaat Ia mengangkat pinggulnya, aku langsung mendorong pinggul ku, degan cepat aku meraih pinggulnya kembali dan mulai mempercepat temponya.


BERSAMBUNG


*Gimana nih? udah panas belum? atau masih biasa aja nih?

__ADS_1


Jawab di komen ya⬇️*


__ADS_2