Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Bertemu Dengan Rizky


__ADS_3

Mendengar perkataan ku itu, mereka langsung menatap satu sama lain dan terlihat jelaa mereka tampak bingung dengan perkataan ku.


"Kenapa hanya diam!? dimana Carmelia!!?" geram ku.


"Maaf, Tuan. Sebelumnya saya ingin bertanya, Apa Nyonya Anggara tidak memberita tahu anda? atau sekedar meninggalkan surat untuk anda?" tanya Bella.


"Kalau aku tau dia dimana, untuk apa aku bertanya kepada kalian!!?"


"Tenanglah, Tuan. Tidak perlu panik, Nyonya baik-baik saja sekarang," cetus Jordan.


"Apa maksud mu!!?"


"Nyonya Carmelia sedang menemui kakak anda sekarang," cetus Nella.


Aku sangat terkeju dengan apa yang ku dengar, dan membuatku langsung terdiam tanpa kata. "Bella menemui kakak? bagaimana bisa dia tau tentangnya?" pertanyaan yang muncul di kepala ku.


Selama aku bertemu dengan Wanita itu, tidak sekalipun aku memberitahu tentang Keluarga asliku, dan Ia juga tidak pernah bertemu dengan salah satu anggota keluarga ku. Tapi, bagaimana bisa Ia tiba-tiba menemui Rizky, yang sudah sekitar 1 tahun aku tidak melihatnya.


"Dimana dia sekarang!?" tanya ku.


"Saya dengar, Nyonya akan pergi ke perusahaan milik ayah anda," jawab Nella.


Setelah mendengar itu aku langsung pergi dari hadapan mereka, dan berlari menuju parkiran. Aku sedikit lega, karna Wanita itu tidak menemui Rizky langsung dirumah. Jika saja Ia berkunjung kerumah, dan ada Ibu disana. Aku tidak tau lagi harus berbuat seperti apa nantinya.


Saat sampai di parkiran, aku meminta kunci mobil ku ke supir. Tanpa mengulur waktu lagi, aku langsung masuk kedalam salah satu mobil Lamborghini yang sudah tak lama pernah ku pakai. Aku pun mulai berkendar dengan kecepatan yang tak biasa.


Apapun itu, aku hanya berharap Carmelia tidak kesal karna aku yang tidak pernah memberitahu Keluarga asli ku keadanya.


Tak butuh waktu lama, aku pun sampai di perusahaan yang aku berikan kepada keluarga ku untuk menyambung hidup. Aku memarkirkan mobilku sembarangan, lalu langsung berlari masuk ke dalam sana menuju ke ruang direktur utama. Karna perbuatan sembrono ku itu, semua orang di perusahaan itu melihatku dengan tatapan terkejut.

__ADS_1


Tidak mungkin mereka tidak tau aku, karna aku yang telah merampas perusahaan ini di depan semua karyawannya. Walaupun salah satu dari mereka adalah karyawan baru, tidak mungkin mereka tidak mengenal ku, kan?


Setelah sampai di ruangan direktur, aku malah bersikap bodoh lagi. Bukannya mengetuk pintu, aku malah menerobos masuk kedalam ruangan itu, dengan harapan ada seseorang yang mulai tadi aku cari. Dan benar saja, Carmelia yang duduk di sofa bersama Rizky, menengok ke arahku.


Rizky tampak sangat terkejut, dan Ia sontak berdiri. Berbeda dengan Carmelia, Ia malah mengalihkan pandangannya seakan-akan tau bahwa aku memang akan kemari untuk menemuinya.


Aku pun berjalan kearah mereka, dan menyapa Pria yang sudah lama tak kutemui itu.


"Selamat siang, maaf mengganggu waktu anda," sapa ku.


"Si-siang, Tuan," jawabnya sambil membungkuk sempurna.


*Ini yang kubenci saat bertemu dengan mereka. Terlihat jelas dinding pembatas kami,* batin ku.


"Bangunlah, anda tidak perlu membungkuk seperti ini," ucap ku.


Ia pun menenggakan kembali tubuhnya, dan berkata. "Tidak, Tuan. Itu sudah menjadi kewajiban saya untuk memberi salam kepada anda."


"Apa aku boleh duduk?" tanya ku.


"Ah! si-silahkan, anda bisa duduk dimana saja," jawabnya.


Aku pun melangkah mendekati Carmelia, dan duduk tepat di sampingnya. Tapi Wanita itu tidak sekalipun menyapa ku atau hanya sekedar tersenyum kepada ku.


*Sepertinya Ia marah,* batin ku.


"Maaf, Tuan. Anda ingin minum apa? biar saya suruh orang untuk membuatkannya," tawar Pria itu, dan lagi-lagi memanggil ku Tuan.


*Cih! benar-benar seorang Rizky,* batin ku.

__ADS_1


"Haha...tidak perlu, aku akan minum teh milik istri ku saja," tolak ku.


Carmelia yang tadi tidak meyapaku, langsung menengok saat aku berkata ingin meminum teh miliknya. Wajahnya terlihat sangat kesal, sekarang.


"Oh iya, ada urusan apa istri saya menemui anda?" tanya ku sambil tersenyum, agar tidak membuatnya takut.


Saat mendengar pertanyaan ku, Rizky sempat menatap Carmelia lebih dulu lalu kembali menatap ku. Aku yang merasa aneh, langsung menengok kearah Wanita itu dan berbisik. "Jangan memanipulasinya!"


Ia hanya diam dan mengecilkan bahunya saja. Aku pun kembali menatap Rizky dan menunggu jawaban darinya.


"Sebelumnya saya mohon maaf atas kelancangan saya yang berbincang dengan Nyonya Carmelia tanpa sepengetahuan anda, tapi. Nyonya kesini hanya ingin memesan beberapa barang saja," jawabnya.


"Barang? barang apa itu?"


"Marcel~" panggil Wanita itu dan membuatku langsung menengok kearahnya.


"Kenapa kau banyak bertanya, sayang~? apa ada yang menganggu mu? bukannya ini masalah pribadi ku, sayang~?" Ia yang berbicara dengan lembut itu malah membuat ku merinding karna tatapannya yang seolah-olah berkata. "Diam! atau mati!"


"Maaf atas kelancangan suami saya, Tuan. Karna urusan kita sudah selesai, saya akan langsung undur diri sekarang. Kita akan berbicara lagi nanti," ucap Wanita itu, lalu berdiri sambil menarik tangannya.


"Baik, Nyonya. Saya akan menunggu kabar dari anda," jawab Rizky.


"Baiklah, sampai jumpa lagi," balas Wanita itu, lalu melangkah pergi sambil menggandeng ku.


"Hati-hati di jalan, Tuan dan Nyonya!!" ucap Rizky cukup keras.


Selama perjalanan keluar dari perusahaan itu, Carmelia tak sekalipun berbicara dan berjalan berjauhan dari ku. Jujur saja, aku takut apa yang akan terjadi dengan ku nanti. Seolah-olah pemakaman ku sudah disiapkan oleh istri ku sendiri.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Heran sama tingkah Marcel😭🙏


__ADS_2