
Pagi hari dengan suhu ruangan yang cukup dingin, membuat ku terbangun dengan perasaan mengigil dan sedikit mual. Entah kenapa, tiba-tiba saja aku merasa ingin muntah. Tapi, aku menahannya dengan meminum air hangat berharap rasa mual itu bisa sedikit mereda.
Semakin aku menahannya, aku malah semakin ingin muntah. Dan akhirnya, aku turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi dengan sangat cepat.
*Ah! sial!* batin ku berdiri di depan wastafel dengan mulut yang tak henti-hentinya mengeluarkan cairan.
"Haah...haah... apa yang aku makan semalam, sampai-sampai aku merasa mual seperti ini!?" ucap ku sambil memandang pantulan diriku di dalam kaca.
Tiba-tiba saja aku mendengar suara Carmelia yang memanggil nama ku, dengan cepat aku mencuci mulut ku, lalu melangkah keluar dari kamar mandi.
"Sayang? kenapa? apa ada yang kau inginkan?" tanya ku sambil berlari kearahnya yang duduk diatas ranjang.
Setelah aku duduk disampingnya dan merangkulnya, Ia berkata. "Tidak ada, aku mendengar suaramu dari kamar mandi. Apa kau baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja, tidak perlu mengkhawatirkan ku. Lebih baik kau lanjut tidur saja," jawab ku sambil membaringkannya kembali.
"Yakin? tapi wajah mu terlihat pucat?"
"Aku baik-baik saja, Carmelia~ aku hanya merasa mual saja."
"Mual? kenapa? apa semalam kau makan sesuatu yang aneh?"
"Ah! tidak, aku hanya makan apa yang disajikan dimeja makan. Setelah itu, aku tidak makan apapun dan hanya menemani mu di kamar sambil bekerja."
"Lalu? kenapa kau tiba-tiba mual? jangan-jangan kau juga hamil sama seperti ku?" duganya dan menatap ku dengan tatapan curiga.
__ADS_1
"Tidak!! mana bisa aku hamil, aku kan seorang pria! dan jangan menatap ku dengan tatapan seperti itu! aku masih normal, tau!!" kesal ku.
"Hahaha... aku hanya bercanda," tawanya lalu kembali bangun dan duduk menghadap kearah ku.
"Jangan-jangan alasan aku tidak merasa mual selama hamil, karna itu berpindah kepada mu?"
"Eh? maksud mu?"
"Jadi, setiap hamil pasti calon Ibu akan merasakan rasa mual setiap saat. Itu sudah seperti efek samping dari hamil, tapi. Itu bisa berpindah ke calon ayahnya, dan perasaan mual itu berpidah kepada mu."
"Bagaimana bisa!? kan bukan aku yang hamil, kenapa malah aku yang merasa mual, ini bisa menggangu aktifitas ku."
"Aku mana tau, mungkin anak mu lebih menyayangi mu daripada aku. Makanya dia memilih mu untuk merasakan rasa mual itu, hahaha..." ejeknya.
"Carmelia! berhenti mengejek ku!! aku benar-benar kesal sekarang!!"
"Tidak!! itu tidak akan pernah terjadi! akan ku pastikan itu!!"
"Liat saja nanti, siapa yang akan mengidam nantinya. Aku bisa memastikan, bahwa kau yang akan mengidam, dan mminta hal-hal aneh!!" tegasnya dengan raut wajah yang serius.
Mendengar perkataannya itu, aku hanya bisa berkata. "Ah! sudah lah!!" lalu berbaring dan menutup seluruh tubuhku dengan selimut.
"Hah! dasar! bangun!!! kau harus bekerja sekarang!!" geram Wanita itu sambil memukul tubuh ku.
Aku langsung membuka selimut itu, dan berkata. "Aku masih pagi!! sarapan saja belum, bagaimana bisa aku bekerja kalau tidak sarapan?"
__ADS_1
"Alasan macam apa itu!!? kau saja sering bekerja sampai lupa mengisi perut mu. Sekarang kau malah bilang, bahwa kau tidak bisa bekerja jika belum sarapan!? apa kau sedang membohongi ku, Marcel!!!?"
"Siapa juga yang membohongi mu!? aku tidak bisa konsentrasi jika aku tidak sarapan, perut ku kosong karna muntah tadi!"
"Aku hitung sampai tiga, jika kau tidak bangun juga, aku bisa memastikan kau terkurung di ruang kerja mu selama seminggu!!!" ancamnya.
"Itu tidak akan pernah terjadi!"
"Satu..." Saat Ia mulai menghitung, aku yang tadinya ingin menutup diriku kembali dengan selimut, langsung berhenti dan menatapnya. Berharap Ia tidak melanjutkan hitungannya.
Tapi, Ia malah melanjutkan hitungannya. "Dua... dua setengah... ti..." Saat hitungan ketiga, aku dengan cepat bangun dari posisi ku dan turun dari ranjang.
"Iya! iya!! aku pergi!!" kesal ku, lalu melangkah pergi dari hadapannya.
"MANDI YANG BERSIH!! JANGAN LAMA-LAMA!! AWAS SAJA JIKA KAU LAMA DI KAMAR MANDI, AKU AKAN MENGUNCI MU DIDALAM SANA!!" teriaknya.
"Ah! bodolah!!" gerutu ku sambil melangkah masuk kedalam kamar mandi dan menutup pintu itu dengan kuat.
Saat di kamar mandi, aku baru sadar. Kalau aku belum memanggil pelayan untuk menyiapkan air untukku mandi. Akupun memilih untuk mengintip keluar kamar mandi. Tapi ternyata, Carmelia memantauku dari ranjang.
"KENAPA KEPALA MU MUNCUL, MARCEL!!!" teriaknya.
"Aku belum memanggil pelayan, ada kau bisa memanggil mereka untuk ku? ku mohon~" pinta ku.
"Ah!! dasar!!" Walaupun Ia tampak kesal, tapi Ia langsung mengambil telpon inter dan menelpon pelayan.
__ADS_1
"Makasih, sayang~" ucap ku, lalu kembali memasukkan kepala ku dan menutup pintu itu kembali.
BERSAMBUNG