Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Dimana Dia?


__ADS_3

MARCEL POV*


Bermain dengan anak kecil sambil bekerja adalah hal tersulit yang pernah kulakukan. Apalagi anak itu adalah, Felix. Anak yang berumur 5 tahun itu, bisa membuat berpuluh-puluh Pria kelelahan. Bahkan Dika yang seorang bawahan Pribadi Carmelia pun, beberapa kali mengeluh tentang Felix yang sama sekali tidak bisa diatur. Walau berapa kalipun dimarahi oleh Nella, itu tidak membuat Felix berhenti berulah dan selalu sangat aktif setiap harinya.


Karna Felix, aku yang seharusnya sudah kembali kekamar dan beristirahat dengan santai. Malah masih terjebak didalam ruangan ku dengan tumpukan dokumen yang masih tersisa.


"Haah...aku ingin pulang!" keluh ku yang sudah tidak tahan dengan pekerjaan yang melilitku ini.


"Anda ingin pulang kemana? tempat tinggal anda hanya disini," cetus Jordan yang meja kerjanya.


*Apa aku tidak bisa kembali sekang, Jordan? aku benar-benar lelah~ rasanya, pinggangkuakan patah sekarang~"


"Maaf, Tuan. Walaupun saya adalah sekretaris anda, tapi pekerjaan kali ini, harus anda yang menyelesaikannya sendiri. Saya juga memiliki pekerjaan yang harus saya selesaikan, sama seperti anda. Jadi-"


"Baiklah, baiklah! Berhenti mengoceh, aku akan menyelesaikan sekarang juga," potong ku, dan langsung melanjutkan pekerjaan ku dengan cepat.


Beberapa jam setelahnya, aku akhirnya menyelesaikan semua pekerjaanku, begitupun dengan Jordan. Kami pun keluar bersama dari ruangan ku, dan berpisah untuk menuju kamar kami masing-masing. Entah sudah pukul berapa sekarang, tapi kastil tampak sangat sepi sekarang. Tidak satupun pelayan yang kulihat di seluruh lorong yang kulewati, aku hanya melihat beberapa penjaga yang sedang berpatroli.


"Bisa-bisanya aku keluar dari penjara itu setelah 4 hari 4 malam, dan saat keluar ternyata sudah larut malam," gumam ku.


Saat sampai dikamar, aku langsung berjalan menuju ranjang didalam kegelapan. Kaena sudah terlalu lelah, aku sampai tida mengganti pakain ku, dan memilih untuk langsung beristirahat di samping Carmelia yang membelakangiku.


Tapi, baru beberapa detik aku memejamkan mati. Tiba-tiba aku merasakan tangan seseorang yang memeluk pinggangku, dan membuatku langsung membuka mata. Saat melihat siapa pemilik tangan itu, aku hanya bisa menghela nafas, lalu memiringkan badan ku dan memeluk Wanita itu.


"Jangan menungguku, kau bisa sakit jika tidur larut malam," ucapku pelan. Aku tau kalau Carmelia belum tidur, karna tangannya yang masih terasa hangat diatas perutku.


"Ada apa? apa ada yang menggangu pikiran mu malam ini, sampai-samai kau tak bisa tertidur?" tanya ku.


Bukannya menjawab pertanyaan ku, Ia malah memeluk ku dengan erat san meyembunyikan wajahnya di dadaku. Aku tau pasti, ada hal yang sedang mengganggu pikirannya. Tapi, Ia tidak bisa mengatakannya.

__ADS_1


Akupun mengelus rambutnya, dan berkata. "Tidak apa-apa, tidurlah. Besok pagi kau bisa bercerita kepadaku, aku akan mendengarkannya."


Walaupun hanya dibalas dengan sebuah anggukan, aku sedikit bersyukur karna Ia mendengarkan prkataanku. Aku terus mengelus rambutnya dengan lemut dan juga tetap memeluknya, berharap Ia bisa cepat tertidur.


*Aku benar-benar lelah,* batin ku yang sebenarnya tidaktaan dengan rasa kantuk ini.


***


Aku yang terbangun diruangan yang masih sama gelapnya dengan semalam, tapi sudah tak ada Carmelia disampingku. Aku pun bangun dari posiiku, lalu menurukan kakiku dari ranjang.


Sembari merenggangkan tubuhku, aku berdiri dan berjalan kearah kamar mandi. Saat melangkah kearah bak mandi, aku sedikit terkejut dengan keadaan bak kamar mandi yang sudah terisi air dan ada beberapa lilin aromaterapi di sekita bak mandi itu.


"Pantas saja aku menyium aroma Lavender," gumam ku, lalu memasukkan tangan ku kedalam air.


"Eh?!" aku sangat terkejut, karna air di bak mandi itu terasa sangat hangat. Seperti baru saja selesai disiapkan.


Tanpa bertanya-tanya lagi, aku langsung membuka pakaian ku seorang diri, lalu melangkah masuk kedalam air itu.


"Haah...benar-benar mnyegarkan~" Aku sangat menikmati wkatu istirahatku setelah 4 hari dipenjara.


Setelah cukup lama di kamar mandi, aku pun langsung melangkah ke ruang ganti. Tapi, saat di ruang ganti. Aku malah di buat terkejutlagi, dengan para playang yang sudah berada disana, sebelum aku sempat memanggil mereka.


"Selamat Siang, Tuan," sapa mereka sambil membungkuk.


"Hari ini aku tidak memakai jas, ambilkan jas dan celananya saja," ucapku sambil melangkah kearah meja yang berisi koleksi jam tanganku.


Sambil melihat-lihat jam tangan yang akan aku pakai, aku mulai bertanya tentang keanehan diawal hariku.


"Apa kalian yang menyiapkan kamar mandi tadi?" tanya ku.

__ADS_1


"Tidak, Tuan. Itu bukan kami, melainkan pelayan lainnya."


"Lalu, siapa yang menyuruh kalian kemarin, sebelum aku sempat memanggil kalian?"


"Nyonya yang menyuruh kami, Tuan."


Mendengar itu, aku langsung menengok kearah pelayan yang menjawab pertanyaan ku itu, dengan jam tangan yang masih belum terpasang dengan sempurna ditangan ku.


"Maksud kalian istri ku?" tanya ku untuk memastikan ucapan pelayan itu.


"Iya, Tuan, Nyonya Carmelia lah yang menyuruh kami," jawabnya sambil menunduk.


Aku benar-benar bingung sekaligus heran. Aku pun langsung menyurhu mereka untuk menyelesaikan pekerjan mereka dengan cepat, agar aku bisa langsung menemui Wanita itu.


Tanpa mengatakan apapun, aku langsung berlari keluar dari ruang ganti, setelah para pelayan membantuku bersiap. Aku pikir, Carmelia berada di ruang kerjanya. Makanya aku berlari ke sana, tapi ternyata. Tidak seorangp pun berada diruangan itu.


Aku mulai bertanya-tanya, kemana perginya Wanita itu? Aku menelusuri semua tempat yang sering Carmelia kunjungi, tapi tak satupun dari tempat itu menunjukkan tanda-tanda keberadaannya.


Karna takut terjadi sesutu kepadanya dan hati ini yang sangat gelisah. Aku langsung berteriak memanggil nama Jordan, Nella, Veron, Andre, bahkan Bella yang masih berada di kastil. Aku tak henti-hentinya memanggil mereka, sampai mereka datang kehadapan ku.


Mungkin karna teriakan ku, para bawahan pribadiku pun ikut berkumpul dengan membawa senjata utama mereka. Aku tau mereka pasti mengira bahwa ada yang terjadi dengan ku, tapi bukan aku. Melainkan Carmelia, jika terjadi sesuatu dengannya. Aku tidak akan memaafkan diriku dan semua orang yang ada di kastil ini.


Mereka yang berkumpul mulai bertanya-tanya, kenapa aku berteriak memanggil nama mereka. Dengan mata yang tajam, aku bertanya. "Dimana Carmelia?"


BERSAMBUNG


*Kira-kira Carmelia kemana, nih?


Jawab di Komen ya⬇️*

__ADS_1


__ADS_2