
Setelah perbincangan ku dengan Marcel kemarin, seisi kastil terlihat sangat sibuk. Mulai dari para penjaga, pelayan, dan anggota mafia lainnya. Belum lagi keempat Pria dengan jabatan tertinggi di kastil menjadi sangat jarang berada di kastil, entah apa yang sedang mereka lakukan. Tapi sepertinya mereka sedang mempersiapkan sesuatu mengenai pernikahan ku dan Marcel.
Tapi anehnya, aku tidak di perbolehkan untuk melakukan apapun. Keluar kastil pun tidak di perbolehkan. Setiap aku keluar dari kamar, pasti akan ada lebih dari sepuluh orang pelayan dan 6 orang penjaga yang berjaga di depan dan di belakang ku.
Bella saja sampai terheran-heran dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini, Ia yang seorang Putri sulung dari pemimpin Mafia saja tidak di perlakukan sampai seperti ini.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya seorang Wanita yang duduk tepat di depan ku sambil menatap keluar jendela kamar ku."
"Haah...aku benar-benar bosan." keluh ku.
"Padahal aku kemari untuk berlibur, tapi sekarang aku ikut terkurung dengan mu."
"Mau bagaimana lagi, aku pun ingin keluar dari tempat ini. Marcel selalu saja mematikan telpon ku jika aku mengatakan bosan berada di kastil dan tiba-tiba saja Ia menyiapkan sesuatu untuk menghibur kita."
"Bilang saja, jika kita ingin membeli sesuatu di mall. dan makan makanan disana."
"Itu tidak akan mempan untuknya, Ia malah akan membawa semua brand yang ada di mall dan di pindahkannya kemari. Belum lagi jika kita ingin makan makanan disana, Ia malah menyuruh koki rumah untuk menyiapkan segalanya."
"Haah...setidaknya izinkan kami untuk menghirup udara segar di luar sana, rasanya tempat ini semakin terasa kecil karna selalu mengelilinginya."
"Semoga saja Pria itu menelpon ku dan mengizinkan ku untuk keluar dari tempat ini." doa ku.
Tiba-tiba saja ponsel ku berdering dengan keras, dengan cepat ku raih ponsel itu dan melihat siapa sang penelpon itu.
"Baru saja dibicarakan, Ia sudah langsung menelpon ku." gumam ku dan langsung mengangkat telponnya.
"*Hai sayang~ Tumben menelpon ku."
"Apa yang sedang kamu lakukan?"
__ADS_1
"Aku sedang duduk bersama Bella."
"Oh, lanjutkan. Aku akan matikan telponnya."
"Eh? apa-apaan!! jangan matikan!! jika tidak, aku tidak akan pernah menjawab telpon mu lagi! dengar itu!!"
"Ada apa lagi? aku benar-benar sibuk sekarang, jika butuh sesuatu minta kepada Dika. Tapi jangan mengganggu waktu Nella sekarang, Ia benar-benar butuh konsentrasi."
"Eh? siapa yang ingin mengganggu madam? aku hanya butuh kebebas saja. Setidaknya pahami wanita ini, sudah berhari-hari dia terkurung di dalam kastil."
"Aku sudah bilang, tetap berada di kastil sampai aku kembali. Hanya sampai pekerjaan ku selesai, setelah itu aku akan melepaskan mu dan pergilah kemanapun yang kamu inginkan"
"Hei!! aku butuh kebebasan sekarang, bukan nanti! Setidaknya izinkan aku keluar walaupun hanya beberapa jam saja, itu sudah cukup untuk ku."
"Carmelia, dengarkan aku baik-baik!"
"Tetap diam di dalam kastil dan dengarkan perkataan Dika. Aku akan kembali 2 hari lagi, sebelum itu tahanlah dirimu sebentar lagi."
"Apa kamu bisa menuruti perintah ku, sayang?"
"Haah... baiklah, baiklah! aku akan menuruti perintah mu, setelah itu jangan pernah mengurung ku seperti ini lagi."
"Baiklah, tidak akan hal seperti ini lagi nantinya."
"Yasudah, lanjutkan pekerjaan mu."
"Baiklah, aku mencintai mu, sayang~"
"Aku juga mencintai mu, bye*." balas ku, lalu menutup telponnya.
__ADS_1
"Sekali lagi telpon yang sia-sia." keluh Bella sambil menghela nafas panjang.
"Aku akan kembali ke kamar ku dulu, sampai jumpa di taman sore nanti." ucap Bella, lalu berdiri dan tak lupa memberi salam, lalu melangkah pergi dari hadapan ku.
Setelah Wanita itu pergi, aku langsung memanggil Dika untuk menghadap ku.
"Ada apa, Nona?" tanyanya.
"Bagaimana tugas yang ku berikan?"
"Sedang dalam penyelidikan, kami sedang berusaha untuk melacak keberadaan Pria itu. Tapi ada satu masalah yang baru saja saya terima, Nona."
"Masalah? apa itu?"
"Tuan Jordan menghalangi pencarian yang sedang kami lakukan, entah Ia tau atau tidak tapi sepertinya Ia menutup semua jalan untuk melacak Pria itu."
Mendengar jawaban Pria itu, aku langsung menengok kearahnya dan menatapnya dengan tajam.
"Bagaimana bisa Jordan tau? bukannya aku sudah bilang lakukan tiga itu secara diam-diam!!? kenapa malah seperti ini!!?" geram ku.
"Maaf, Nona. Kami sudah berusah untuk melakukan secara diam-diam, tapi Tuan Jordan dengan mudahnya menyusup masuk kedalam pencarian kami. Ia sampai memblokir akun kami."
"ARGH!! APA-APAAN!! KALIAN HANYA PERLU MENCARI SATU PRIA SAJA, KENAPA SESULIT INI!!?"
"Sekarang keluar dari sini!! sebelum aku menembak isi perut mu itu!!"
"Sekali lagi maaf, Nona " ucapnya sambil membungkuk lalu melangkah pergi dari hadapan ku.
Cemilan dan minuman yang tadiny tersusun rapi di atas meja, sekarang malah berhamburan diatas lantai karna emosi ku.
__ADS_1
"Argh!! brengsek!!" geram ku dan kembali duduk.
BERSAMBUNG