
MARCEL POV*
Terbangun di malam hari, tepat di sebelah seorang wanita yang tertidur dengan pulas di atas tangan ku. Mengingat apa yang Ia lakukan untuk menghiburku, membuatku tersenyum kecil sambil menatap wajah cantiknya itu.
Orang-orang pikir Dia yang beruntung karna dipilih oleh ku, tapi sejujurnya aku yang beruntung bisa bertemu dengan wanita ini. Pertemuan yang tidak di sengaja, malah membuat ku tidak ingin berpisah dengannya.
Aku pikir aku tidak akan mencintai siapapun, karna aku yang selalu mementingkan diriku sendiri dan selalu bersikap egois untuk memenuhi kebahagian individu. Tapi ternyata pikiran bodoh ku itu salah, dan sekarang aku sangat-sangat mencintai wanita ini dan sangat bahagia bisa hidup bersamanya.
Karna aku tidak sempat mengganti pakaian mulai tadi, aku pun mengangkat kepala wanita itu dan meletakkannya di atas bantal dengan sangat hati-hati. Aku takut Ia akan terbangun, dan mulai mengkhawatirkan ku lagi seperti sebelumnya.
Aku pun turun dari ranjang, dan menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut, lalu melangkah kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku.
Disaat aku baru melangkah keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai Bathrobe hitam, tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu kamar ku. Aku langsung melangkah kearah pintu itu, tanpa menyauti ketukan itu.
Saat melihat siapa yang mengetuk pintu itu, aku langsung melangkah keluar dari kamar dan menutup pintu kamar ku dengan perlahan.
"Ada apa?" tanya ku.
"Apa anda baru bangun, Tuan?" tanyanya.
"Ya, kenapa? apa ada masalah, Vernon?"
"Tidak ada masalah, Tuan. Saya hanya ingin menawarkan makan malam, walaupun jam makan malam sudah lewat 2 jam yang lalu, tapi saya khawatir anda akan jatuh sakit.."
__ADS_1
"Aku tidak akan makan, bawakan saja whiskey ke kamar ku. Aku hanya ingin minum itu."
"Tuan, jangan menyakiti diri anda seperti sebelumnya. Kami tidak ingin melihat and terbaring lemas di atas ranjang. Setidaknya isilah perut anda walaupun hanya sedikit, setelah itu saya akan langsung membawakan whiskey sebanyak yang anda inginkan."
"Aku baik-baik saja, bukannya sudah sering aku tidak makan malam? setidaknya tadi siang aku sudah memakan makanan yang kau berikan, sekarang aku hanya ingin whiskey."
"Baiklah, Tuan. Saya akan segera mengantarkannya ke kamar anda." ucapnya lalu menunduk sekilas, dan melangkah pergi dari hadapan ku.
Aku pun berbalik dan melangkah masuk ke dalam kamar, tapi saat melihat kearah ranjang, ternyata wanita itu sudah terbangun dari tidurnya. Dengan cepat aku melangkah kearahnya, dan duduk di sampingnya.
"Ada apa?" tanya ku sambil mengelus kepalanya.
Dia menyandarkan kepalanya di pundak ku dan berkata. "Aku lelah..."
"Tidur saja lagi."
"Tidak perlu, ini sudah malam. Tidur lah, aku akan tidur di samping mu."
"Hm..."dehemnya.
Aku pun membaringkan tubuhnya kembali, dan ikut berbaring tepat di sampingnya lalu menutupi setengah tubuh kami dengan selimut. Aku memeluknya dan menepuk-nepuk lembut pahanya.
"Marcel~" panggilnya sambil menatap ku dengan mata sayunya.
__ADS_1
"Hm?"
"Aku bermimpi buruk tadi."
"Oh ya? apa itu?"
"Aku bermimpi kalau aku pergi meninggalkan mu saat aku melahirkan Putra pertama mu."
"Hah!? mimpi apa itu!!? kamu tidak akan pernah meninggalkan ku, begitupun sebaliknya. Aku akan berusaha sebaik mungkin agar kita tetap bersama sampai 50 tahun kedepan."
"Tapi, bagaimana kalau mimpi itu akan terjadi? apa kamu akan memaafkan ku?"
Mendengar perkataannya itu, aku sontak terdiam sambil menatap kedua matanya itu.
"Marcel?"
"Tidak! aku tidak akan memaafkan mu, apapun yang terjadi kamu harus tetap berada di samping ku!!"
"Tapi—"
"Sudah! jangan membicarakan mimpi itu lagi! itu hanya sebuah bunga tidur! tidak akan menjadi nyata!!" potong ku.
"Sekarang tidur, jangan memikirkan hal yang tidak-tidak." lanjut ku, dan langsung memeluknya dengan sangat erat.
__ADS_1
*Tidak akan terjadi apapun kepada mu, aku janji. Nyawa atau pun harta akan ku berikan segalanya jika itu untuk menyelamatkan mu." batin ku sambil mengelus kepala bagian belakang Wanita itu.
BERSAMBUNG