Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Hari Ini Akan Menjadi Hari Terbaikku


__ADS_3

Semua persiapan sudah selesai disiapkan, mobil yang akan di pakai sudah terparkir di depan pintu utama kastil, dan puluhan Pria sudah bersiap dengan senjata utama mereka. Hendra masih merasa bersalah karna tidak menepati janjinya kepada Marcel, tapi Ia tetap berusaha untuk menyiapkan segalanya dengan sempurna, berharap tidak akan ada kejadian di luar rencanya.


Berbeda dengan Agnella, setelah selesai bersiap. Ia meminta beberapa pelayan untuk menjaga Felix selama Ia pergi, Ia juga sudah menghubungi para guru Felix untuk tidak datang ke kastil, dengan alasan Felix harus beristirahat. Sedangkan Vernon, Ia mengumpulkan para pelayan dan penjaga terlebih dulu, untuk melakukan pengecekan dan pembagian tugas setiap paginya.


Setelah Carmelia melangkah keluar dari kastil dengan di bantu oleh Dika dan Agnella, Ia merasa sangat puas saat melihat sebuah mobil dan bawahannya yang sudah siap. *Hari ini akan menjadi hari terbaik ku.*


Saat melihat Carmelia, para Pria itu langsung membungkuk dengan sempurna dan menyapanya. "Selamat pagi, Nyonya." Carmelia hanya membalas dengan anggukan pelan, dan melangkah kearah mobil yang sudah terbuka lebar untuknya.


"Nyonya, apa anda merasa baik pagi ini? apa ada yang terasa tidak nyaman?" tanya Hendra yang berdiri di samping pintu mobil yang terbuka itu.


"Tidak, tidak ada yang terasa tidak nyaman. Memang kenapa?" heran Carmelia.


"Saya hanya takut saja, anda kan sedang hamil delapan bulan. Saya takut, kalau tiba-tiba calon bayi anda akan keluar hari ini."


"Kau sangat aneh, Hendra. Aku baru delapan bulan, masih ada berapa Minggu lagi untuk bayi ini lahir, kau kan tau sendiri."

__ADS_1


"Tapi, Nyonya— haah... sudahlah. Silahkan masuk, Nyonya."


Carmelia hanya diam karna Hendra yang terdengar pasrah menghadapi sikapnya, Ia pun melangkah masuk kedalam mobil itu.


"Agnella," panggil Hendra saat Agnella ingin menyusu Carmelia masuk kedalam mobil.


"Perasaanku tidak enak sekarang, apa kita bisa memperlambat perjalanan ini? aku takut akan terjadi sesuatu nantinya," bisik Hendra.


Agnella yang tau apa yang sedang dirasakan rekan kerjanya itu, Ia hanya bisa menepuk pundak Hendra dan berkata. "Tak apa, kita akan selamat sampai tujuan." Lalu melangkah masuk kedalam mobil.


Setelah tersadar dari lamunannya, Ia pun menatap Vernon. Vernon yang di tatap langsung melontarkan pertanyaan. "Ada apa? apa ada masalah?"


"Apa kita bisa menambah keamanan lagi?" tanya Hendra yang membuat Vernon bingung.


"Eh? apa keamanan ini masih kurang? kita sudah menyuruh puluhan Pria itu untuk menyiapkan senjata utama mereka, dan ada beberapa penembak jitu yang di menjaga kita dari jarak 100 meter. Apa itu masih kurang?"

__ADS_1


"Haah... perasaan ku benar-benar tidak enak hari ini. Aku merasa bahwa ada bahaya yang sedang mengintai kita. Ap kita bisa memperlambat perjalanan ini saja?" Hendra terlihat sangat gelisah, raut wajahnya benar-benar terlihat seperti seseorang yang takut akan kematian yang sudah amat sangat dekat dengannya.


Vernon sekali lagi menepuk pundak Hendra, dan memegang kedua pundak Pria itu, lalu berkata. "Hei! apa kau takut Nyonya akan terluka? kenapa? kalau memang Nyonya akan diserang, kita akan memastikan Nyonya dan calon bayinya selamat. Dari awal kau tau sendiri, tugas kita untuk menjaga pemimpin dan calon pemimpin kita, dan hanya nyawa yang akan kita pertaruhkan."


"Tenang saja~ aku yang lebih tua dari kalian, dan aku akan memastikan kalian selamat di perjalanan, aku berjanji!" Perkataan Vernon membuat Hendra sedikit merasa legah. Walaupun umur mereka tak terlalu jauh, tapi Vernon tetaplah yang tertua di antara mereka berlima.


"Kau itu Pria berumur, nyawa saja rasanya sudah ada di ujung tanduk. Masih saja berlagak akan menyelamatkan kami? lucu sekali, hahaha..." ejek Hendra.


Vernon tiba-tiba memukul kepala Hendra, dan berkata. "Kau sekarang sedang mengejek ku!?"


"Hahaha... dasar Pria tua!" ledeknya lagi.


Karna kesal dengan Hendra, Vernon langsung memukul bahu Hendra dengan keras dan melangkah pergi dari hadapannya, menuju ke mobil yang ada di belakang mobil yang di gunakan Carmelia.


Setelah melihat Vernon masuk ke dalam mobil, Hendra pun memberi isyarat kepada para Pria itu untuk naik ke kendaraan mereka masing-masing. Lalu, Ia pun melangkah masuk ke dalam mobil yang sama dengan Carmelia dan Agnella.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2