
Setelah selesai menganti pakaian, gyepun kembali duduk di sofa dengan santai sambil membaca majalah. Jujur saja, gue sedikit khawatir jika harus menjaga Putri Tuan Dermi.
Kenapa? karna keras kepalanya tuh sudah mendarah daging, orang tua nya saja tidak sanggup dengan perilaku Putrinya sendiri. Gue tau, kalau tuh gadis memang seorang model terkenal. Jenius dalam musik, tapi tidak dengan pelajaran biasa yang ada di sekolah.
Karna hal itu, Orang Tua nya lebih memilih untuk menyekolahkannya di akademi musik dan juga permodelan. Gadis yang memiliki tubuh yang sangat indah dan wajah bagaikan seorang bidadari. Tapi sayang, kelakuannya bagaikan seorang Iblis yang sangat terkutuk.
Dan ada hal yang sangat gue gak suka dari gadis itu, yaitu kebiasaan yang selalu menempel dengan gue. Saat pertama kali bertemu saja, dia sampai menyelinap masuk ke kamar gue dan tidur di sebelah gue sepanjang malam. Dan lebih parahnya lagi, dia tidur hanya memakai pakaian dalam saja.
Saat bangun dari tidur, gue sampai teriak ketakutan karna dia yang memeluk gue tanpa memakai pakaian. Sejak saat itu, gue selalu memaksanya untuk memakai pakaian di saat tidur, dengan bayaran gue akan tidur dengannya sepanjang malam.
Saat gue mendengar Ia akan pergi ke Inggris untuk melanjutkan akademinya, gue sangat senang karna bisa terbebas dari Iblis itu. Gue kira bakal selama nya dia tinggal di Inggris. Tapi ternyata, nasib gue berkata lain dan sekali lagi gue mendapatkan kesialan yang sangat buruk dari sebelumnya.
"Hah...kapan kesialan ini hilang." gumam gue.
Tiba-tiba ada yang menerobos masuk ke ruangan gue sambil berkata. "King...Queen mu datang."
Mendengar itu, gue sontak menengok dan langsung meletakkan majalah yang ada di tangan gue di atas meja.
"Selamat datang Angel, senang bertemu dengan mu." sambut gue sambil terseyum.
"Ah...My King, kesayangan aku." ucapnya dan langsung berlari kearah gue dan sontak memeluk gue dengan sangat erat.
*Kenapa masih manggil nama itu, sih!? gue bukan raja,.woi!!* batin gue.
"Haha...iya, aku juga rindu angel, kok." sambung gue sambil melepas pelukannya.
"Ih! kok manggil Angel, sih? kan udah janji manggil Queen." rajuknya.
*Sejak kapan gue janji!? gue pelupa, astaga!* batin gue.
"Oh iya! haha...maaf, Queen. Aku pelupa banget, nih. Jangan marah, dong." bujuk gue.
"Aduh...mana bisa aku marah sama kamu, King." ucapnya sambil menyubit kedua pipi gue.
"Bay the way, kamu langsung kesini? gak pulang kerumah dulu? terus barang-barang kamu mana?" tanya gue sambil melepaskan tangan Anggel dari pipi gue.
__ADS_1
"Oh...aku malas ke rumah, aku pulang kan cuma buat ketemu kamu. Aku capek-capek selesaikan akademi ku 2 tahun lebih cepat, biar bisa ketemu kamu." jawabnya.
*Lah? pantesan tiba-tiba nongol.* batin gue.
"Oh ya? terus setelah ini kamu mau ngapain? Apa mau lanjut ke tingkat yang lebih tinggi lagi?" sambung gue.
"Ya gak lah, ini kan udah tingkat yang terakhir. Masa aku harus kembali lagi kesana? terus ninggalin kamu lagi, gitu? kan kasian kamunya sendirian." ucapnya.
*Gue malah kasian sama diri gue pas ada lu, sumpah!* batin gue.
"Hm...kamar kamu kok berubah? meja rias aku mana? kok gak ada? terus alat-alat make-up aku taruh dimana, dong?"
"Hah!? me-meja rias? sahut gue ragu.
*Mampus, itu kan udah gue buang. Gimana, dong!?* batin gue.
"King? kok diam aja?" tegurnya.
"Hah!? oh....meja rias mu udah rusak, jadi aku buang. Gimana kalau kamu kembali kerumah aja? kan dirumah mu ada ruangan ganti dan meja rias di situ ada banyak, jadi lebih baik di sana kan?" saran gue.
"Mau tidur bareng lagi? Queen kan udah 20 tahun, masa mau tidur satu ranjang sama aku? kita udah gede, kalau aku macem-macem gimana?"
"Yaudah, gakpapa. Aku malah mau main bareng King, kayaknya seriu." godanya sambil menyentuh paha gue dan di elus-elusnya dengan perlahan.
*Mampus gue!* batin gue.
"A-anu, Queen. Ini masih terlalu awal buat ngelakuin itu, kalau Tuan Dermi tau bisa-bisa aku yang di hukum."
"Memang kenapa? bukannya kamu sudah sering main sama wanita lain? kamu kira aku gak tau? aku tau semuanya. Kamu bisa puas main sama wanita lain, sedangkan sama aku? kenapa malah gak boleh? ini gak adil!!"
Dari pada dia marah, gue langsung mencium bibirnya sekilas lalu berkata. "Ayolah, jangan marah. Masa Queen marah? itu kan gak cocok sama Queen."
Tanpa Gue sadari, gue malah menggali kuburan gue sendiri. Angel tiba-tiba berkata. "Oh ya?" sambil menyeringai ke gue.
*Ma-mati gue.* batin gue.
__ADS_1
Tiba-tiba Angel mendorong gue sampai terbaring di sofa, dan gadis itu menindih gue dengan senyum liciknya itu.
"Ja-jangan deh, Queen. Ini masih terlalu awal buat kita." sahut gue berusaha menahan tubuhnya.
"Gak ada kata terlalu awal untuk melakukan itu." ucapnya dan langsung membuka kancing baju gue dengan perlahan.
"Wow...tubuh King masih bagus, ya. Jadi suka..." pujinya sambil menyentuh dada gue dengan jari-jari nya.
"Ja-jagan sentuh kayak gitu!" protes gue.
"Kenapa? ada yang tegang, ya?" godanya.
Gu hanya bisa diam, tiba-tiba gadis itu mendekatkan wajahnya ke leher gue dan mulai menjilati leher gue. Gue hanya bisa menutup mata gue kuat, tapi tiba-tiba gue ngerasa Angel sedang mengambil sesuatu dari dalam tas yang Ia bawa tadi.
*Apa yang dia ambil? ponsel? atau apa?* batin gue.
Tiba-tiba Ia berhenti menjilati leher gue, dan menatap gue dengan mata yang sangat menggoda. Angel tiba-tiba memasukkan sesuatu kedalam mulutnya, lalu sontak mencium bibir gue.
Awalnya masih baik-baik saja, tapi anehnya gue merasa Angel sedang memasukkan sesuatu kedalam mulut gue. Gue yang terkejut, sontak mendorong Angel dengan kuat dan langsung bangun dari posisi gue.
"Apa yang kamu masukkan? apa itu obat?" tanya gue.
"Menurut mu, sayang...?" godanya sambil menggigit ujung bibirnya.
"Jordan!!" teriak gue.
Tapi tidak da jawaban dari Jordan, sekali lagi gue teriak memanggilnya dan hasilnya masih saja sama.
"Jangan teriak-teriak, nanti suaranya habis gimana? kan gak seru kalau gak pakai suara." ucapnya.
"Dimana Jordan!!?" tanya gue.
"Hm...kayaknya pergi deh, aku bilang kalau aku butuh sesuatu. Jadi...dia pergi yang jauh dan tentunya memakan waktu yang lama." jawabnya.
Bersambung
__ADS_1