Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Obat dan Whiskey


__ADS_3

  Gue yang mendengar itu, sontak berbalik dan menatap gadis itu sambil menyeringai.


  "Kenapa? Lu kok gak suka kalau gue seneng?" tanya gue.


  "Emang kesenangan lu cuma dari itu, doang? masih banyak kesenangan lainnya, kali! gak perlu main sama cewek lain, kan?" ocehnya.


  Gue yang mendengar itu, tidak bisa menahan tawa gue, sambil menatapnya dengan tatapan merendahak.


  "Gak lucu!" sahut gadis itu yang membuat gue sontak terdiam.


  Gue pun melepas tangannya, lalu mendekatinya. Karna Ia cukup pendek dari gue, gue akhirnya menurunkan tubuh gue agar wajah gue bisa tepat di depan wajahnya.


  "Ke-kenapa?" tanyanya takut.


  "Lu nyuruh gue buat cari kesenangan lain, kan?" tanya gue.


  "I-iya." jawabnya.


  Gue sontak memegang dagu gadis itu, lalu berkata. "Gimana, kalau lu aja yang jadi mainan gue? gue sangat-sangat penasaran sama tubuh lu itu." sambil menatap ke tubuhnya dengan tersenyum licik.


  Jessica langsung mendorong gue dengan kuat. Gue hanya bisa tersenyum miring saja, lalu mendekatinya lagi.


  "Kenapa? gak mau? takut? atau...lu malu sama tubuh lu?" ucap gue.


  Tiba-tiba saja Pipi gue di tampar sama Jessica, dan bersamaan juga Jordan datang dengan 2 gadis yang gue perintahkan tadi.


  "No-nona! apa yang anda lakukan!!?" sahut Jordan, lalu melangkah ke samping gue.


  "Apa anda baik-baik saja, Tuan?" tanya Jordan.


  "Jordan..." panggil gue.


  "Ada apa, Tuan?" sahutnya.


  "Apa kamu tau? Nona mu ini, ingin bersenang-senang dengan ku, Jordan." ucap gue yang menatap Jessica dengan senyum licik.


  "Hah!? a-apa itu benar, Nona?" tanya Jordan ke Jessica.


  "Tidak!! tidak akan!!" jawab Jessica cepat.


  "Jordan..." panggil gue lagi.


  "Ada apa, Tuan?" sahutnya.


  "Ambilkan obat itu kemari, dan juga sebotol whiskey dengan kadar alkohol paling tinggi!" perintah gue.

__ADS_1


  "U-untuk apa, Tuan? bukannya anda tidak pernah menggunakan obat itu lagi, Tuan?" tanyanya.


  "Tentu saja untuk bersenang-senang dengan Nona kalian, aku sangat lelah jika memaksanya untuk melakukan itu. Aku ingin, dia yang melakukannya sendiri." ucap gue.


  "Tapi, Tuan. Itu sangat berbahaya untuk Nona, dan lagi, Nona harus meminum obat pemberian dokter." sambungnya.


  "Jordan...apa kamu sudah berani melawan perintah ku?" ancam gue.


  "Maaf, Tuan. Saya takut, jika nanti ada sesuatu yang terjadi dengan Nona." jawabnya.


  "Obat apa yang kalian maksud? kenapa berbahaya?" sahut Jessica.


  "Itu obat—"


  "Obat untuk menaikkan stamina mu." potong gue.


  "Stamina? maksudnya? coba berikan obat itu ke gue." ucapnya.


  "Denger itu, Jordan? berikan obat itu kepadanya, biarkan dia merasakannya." sambung gue.


  "Tidak! Nona, tolong kembalilah kekamar anda."


  "Tapi, obatnya? saya ingin mencobanya."


  "Tidak, Nona! saya akan memberitahu tentang obat itu, sekarang masuklah kekamar anda."


  Saat Jessica masuk ke kamarnya, gue langsung menatap Jordan dengan tajam.


  "Kenapa kamu melawan perintah ku!!?" geram gue.


  "Maaf atas kelancangan saya, Tuan. Sekarang pikiran anda sedang tidak baik, dan membuat anda tidak bisa mengontrol emosi anda sendiri." ucapnya sambil menunduk.


  "Hah..." hela nafas gue.


  "Jaga gadis itu, aku akan ke kamarnya beberapa jam lagi. dan kalian berdua, puaskan aku!" ucap gue, lalu berbalik dan melangkah masuk ke dalam kamar gue, bersama 2 gadis itu.


  JESSICA POV*


  Gue yang sekarang duduk di atas ranjang sambil menunggu Jordan, yang katanya Ia akan menjelaskan tentang obat yang mereka maksud.


  Gue bener-bener gak tau obat apa yang mereka maksud, senakal-nakalnya gue. Gue gak tau tentang masalah obat-obatan, dan juga whiskey yang sering di minum oleh Marcel.


  Tok tok tok


  "Masuk!" sahut gue.

__ADS_1


  "Maaf atas masalah tadi, Nona." ucap Jordan yang berdiri di belakang pintu.


  "Kemarilah, dan jelaskan masalah obat itu." sambung gue.


  Jordan pun melangkah kearah gue, lalu berdiri beberapa langkah di depan gue.


  "Apa benar Nona tidak mengetahui obat itu? obat itu sangat sering di pakai oleh Pria sekarang." tanyanya.


  "Aku benar-benar tidak tau tentang obat itu. Marcel bilang, itu adalah obat untuk menaikkan stamina." jawab gue.


  "Tidak, Nona. Tidak ada obat seperti itu di sini. Obat yang Tuan maksud adalah, obat perangsang. Obat itu sangat sering di gunakan oleh para Pria di luar sana." jelasnya yang membuat gue terkejut.


  "Tapi,obat yang Tuan minta itu, memiliki dosis yang sangat itu. Jika di minum dengan air mineral, itu akan hilang jika sudah melakukan seks. Tapi..." lanjutnya yang tiba-tiba terhenti.


  "Tapi apa!?" tanya gue.


  "Tadi Tuan meminta whiskey dengan kadar alkohol paling tinggi. Jika obat itu di campurkan dengan Whiskey itu, a-anda bisa saja kehilangan kesadaran diri anda." jawabnya.


  "Maksudnya pingsan?" sambung gue.


  "Bu-bukan, Nona. Bukan pingsan, melainkan anda tidak akan bisa berhenti melakukan sex setiap saat. Sampai efek obat itu hilang, dan efek obat itu berlangsung selama seminggu."


  "Se-seminggu!? apa kamu sedang bercanda? mana mungkin ada obat yang seperti itu." sahut gue.


  "Mungkin memang sulit untuk di percaya, tapi sebelumnya Tuan sangat sering menggunakan obat itu. Jika, Ia ingin mencoba tubuh gadis yang Ia inginkan, tapi gadis itu tidak menginginkannya. Tuan langsung memberikan segelas whiskey yang sudah di campurkan obat ke gadis itu, dengan sedikit rayuan agar gadis itu meminum whisky pemberiannya." ungkapnya.


  "Tapi, setelah Tuan bosan dengan tubuh gadis itu. Ia akan langsung mengeluarkan gadis itu dari ruangannya, dan membiarkannya merayu Pria lain yang bisa memuaskan dirinya." lanjutnya.


  Saat mendengar itu, gue bener-bener gak bisa mempercayainya. Tapi, saat Jordan menjelaskannya, Ia kelihatan sangat serius, seperti sedang menyakinkan gue.


  "Tuan akan menemui anda beberapa jam lagi, mungkin Tuan akan membawa segelas whiskey yang sudah Ia berikan obat. Saya minta, anda jangan meminum whisky pemberiannya. Berusahalah untuk tidak meminumnya, dan jangan sampai Tuan yang meminumnya." sahut Jordan.


  "Kenapa kalau dia sampai meminumnya?" tanya gue.


  "Tuan akan memaksa Anda untuk memuaskannya, jika anda tidak memuaskannya. Pilihannya hanya dua, nyawa anda yang akan menjadi taruhannya, atau...anda harus mencari gadis lain untuk memuaskan Tuan." jawabnya.


  "Ada hal yang harus anda ingat." sambungnya


  "Apa itu?" tanya gue bingung.


  "Walaupun Tuan Marcel yang termuda di markas ini, Tapi Ia adalah orang yang sangat berbahaya. Ia akan melakukan segalanya, yang Ia inginkan tanpa memperdulikan orang lain. Jadi, jagalah diri anda sendiri. Walaupun anda wanita yang Ia bawa langsung, tapi jika Ia muak dengan anda. Bisa saja, Ia akan langsung membunuh anda." jelasnya.


  "Kalau begitu, sampai sini saja. Saya permisi." ucapnya sambil menunduk, lalu keluar dari kamar gue.


  Gue masih gak percaya sama apa yang gue denger, ada rasa menyesal karna sudah masuk ke dalam kandang singa ini.

__ADS_1


  Bersambung


 


__ADS_2