
Jordan yang melihat Jessica bersama dengan Bryan, Ia langsung melangkah kearah gadis itu dan disusul oleh Vernon dan para bawahan lainnya.
"Selamat malam." sapa Jordan.
Saat melihat wajah Jordan, Bryan sontak menunduk dan perlahan tubuhnya mulai bergetar. Ia mengingatkan kembali kejadian yang menimpah ayahnya, yang di sebabkan oleh para Mafia itu.
*Kenapa mereka selalu mengawasi gue? untuk saja gak ada Marcel disini.* batin Jessica, lalu berbalik menghadap ke Jordan.
"Malam, apa anda ingin berdoa untuk mendiang Tuan Erland? kalau Iya, silahkan kedepan sana." ucap Jessica sambil menunjuk ke belakang Bryan.
Mendengar ucapan gadis itu, Vernon dan Jordan sontak saling menatap satu sama lain. lalu kembali menatap Jessica dan Bryan yang masih saja tertunduk.
*Nona masih berfikir kalau kami akan menuruti perkataannya, semenjak tidak ada Tuan bersama kami.* batin Jordan.
"Maaf atas kelancangan kami yang tiba-tiba datang tanpa sebuah undangan, Tuan Muda Erland." ucap Jordan sopan.
Bryan yang tiba-tiba mendengar nama keluarganya di sebut, itu tambah membuat tubuhnya bergetar sampai-sampai getaran itu bisa terlihat jelas di mata orang lain.
*Anak yang malang.* batin Vernon.
"Kami kemari bukan bermaksud untuk mengacaukan pemakaman Ayah anda, apalagi sampai melukai para tamu dan anda. Alasan kami datang, karna kami memiliki urusan pribadi dengan gadis yang sedang berbincang dengan anda." sambung Vernon.
Dengan rasa takut, Bryan pun mengangkat kepalanya dan menatap Vernon dengan pupil mata yang bergetar.
"Ka-kalau begitu saya izin undur diri, silahkan berbicara dengan Jessica." jawab Bryan, lalu membungkuk sekilas dan langsung melangkah pergi dari hadapan kedua Pria itu.
*Oh shit! dasar tidak berguna!* batin Jessica saat melihat Bryan pergi meninggalkannya.
"Nona, apa ada yang ingin anda sampaikan?" sahut Jordan.
__ADS_1
"Haah... memuakkan!" ketus gadis itu.
"Mengapa kalian kemari? bukannya aku sudah bilang untuk tidak ke markas besok? malam ini sampai malam berikutnya, aku tidak akan menjadi Carmelia. Aku hanya ingin menjadi Jessica." ucap Gadis itu.
"Nona, kami bukannya ingin mengganggu waktu istirahat Anda. Tapi, jika Tuan tau apa yang sedang anda lakukan. Tuan akan sangat marah kepada anda, begitupun kepada kami. Kami hanya akan menjemput anda, dan membawa anda kembali kerumah." jelas Jordan.
"Setelah ini, kami tidak akan menggangu waktu istirahat Anda lagi. Tapi anda harus berjanji untuk tidak menemui Keluarga Erland sampai Amarah Tuan benar-benar reda." lanjutnya.
"Lalu, bagaimana kalau aku tidak mau?" sahut gadis itu sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya, dan menatap Jordan dengan tatapan menantang.
"Dengan terpaksa kita harus membawa anda kembli ke kastil, walaupun kami akan dimarahi oleh Tuan karna sikap kami yang kurang sopan kepada anda. Tapi akan lebih baik seperti itu, dari pada harus melihat Tuan tersiksa lagi karna anda." jawab Jordan.
"Aku ingin kalian kembali! jangan menanggung ku! ini adalah sebuah perintah!!" tegas Jessica.
"Maaf sebelumnya, kami hanya akan mengikuti perintah dari Tuan kami. Walaupun anda gadis milik tuan, kami bisa membantah perintah anda sesuka kami. Jadi...akan lebih baik anda menurut dan menjadi gadis yang baik, daripada kami harus bersikap kasar kepada anda." sambung Vernon.
*Untungnya saja aku mengajak Vernon, bukan Andre. Jika tidak, mungkin sekarang tempat ini menjadi tempat kuburan massal.* batin Pria itu.
"Memang kamu siapa, berani sekali membantah perintah ku!? bukannya kamu hanya seorang pelayan saja!?" kesal Jessica.
*Nona benar-benar termakan dengan statusnya yang belum pasti, Ia sampai berani melawan kepala pelayan yang sudah bekerja bertahun-tahun untuk keluarga Anggara.* batin Jordan.
"Anggap saja saya seorang pelayan biasa, tapi pelayan ini lebih dekat dengan Tuan Marcel dari pada Anda. Jadi dengarkan ucapan saya, atau kami benar-benar akan bertindak kasar kepada anda." jawab Veron berusaha untuk tetap tenang.
*Gak! gue gak mau buat masalah dulu, mending gue ikuti apa yang dia mau.* batin Jessica.
"Baiklah...aku akan kembali kerumah. Tapi, jangan mengganggu ku setelah ini! jika tidak, aku akan memastikan bahwa Marcel akan menghukum kalian." sambung Jessica.
"Tentu saja, kami berjanji tidak akan menggangu anda lagi " jawab Jordan.
__ADS_1
"Kalian boleh pergi, biarkan Dika yang mengantar ku." ucap gadis itu.
"Baiklah." jawab Vernon.
Jordan dan Vernon langsung berbalik dan menatap Dika dengan serius. Jordan pun melangkah mendekati Dika dan mendekatkan wajahnya ke telinga Pria itu.
"Terus awasi, dan pastikan Nona tidak menemui keluarga Erland." bisik Jordan.
"Baik, Tuan." balas Dika.
Jordan dan Vernon pun saling menatap satu sama lain lalu kembali menatap kedepan dan melangkah pergi dari hadapan Jessica.
BERSAMBUNG
Annyeong~ jadi...karna besok puasa, gue ada pengumuman lagi nihðŸ¤
apakah itu????
jeng
jeng
jeng
jeng!!!!
Jadi... gue bakal upload jam 7 malam, because... puasa woi...halu mana boleh, dimarahin Allah 😆
So...sebulan ini gue bakal upload JAM 7 MALAM YA, INGAT JAM 7 MALAH!
__ADS_1