Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Bella yang Ingin Bertemu dengan Jessica


__ADS_3

"Bella!?" sahut gue terkejut.


"Selamat pagi, Tuan." sapanya.


"Kenapa kamu mengikuti ku? kamu membuat ku takut!"


"Maaf atas ketidak sopanan saya, saya tidak berniat membuat anda takut."


"Haah...ada apa? apa ada masalah?"


"Hm...saya hanya ingin bertemu dengan Nona Carmelia. Bu-bukan untuk melakukan hal aneh, saya hnaya ingin berteman dengannya saja. Saya benar-benar tidak berniat melakukan hal yang membahayakan hubungan kalian, saya serius." jelasnya dengan ekspresi wajah yang panik.


*Aneh...* batin gue.


"Ikut dengan ku." ucap gue, lalu berbalik dan melanjutkan perjalanan gue.


*Entah apa yang ada di pikirannya, tapi mana mungkin pikirannya sama seperti Angel.* batin gue.


Setelah sampai di depan pintu kamar Jessica, gue yang sedang memegang gagang pintu dan bersiap untuk membuka pintu itu. Gue tiba-tiba menengok kearah Bella dan menatap wajah gadis itu.


"Ya...mana mungkin dia sama seperti Angel." gumam gue lalu perlahan mendorong pintu itu.


Saat gue melangkah masuk ke dalam kamar itu, para pelayan dan juga Jessica yang sedang duduk di sofa sontak menengok ke arah gue.

__ADS_1


Gue pun melangkah kearah mereka dan diikuti Bella di belakang gue. Gue langsung duduk tepat di samping Jessica lalu menatap para pelayan dan berkata. "Bisa tinggalkan kami bertiga?"


Mereka hanya menjawab dengan membungkuk tubuh mereka, lalu melangkah pergi dari hadapan kami. Setelah para pelayan itu pergi, gue sontak mengecup pipi kiri Jessica dan berkata. "Selamat pagi~"


"Udah sarapan? gimana masih sakit?" tanya gue, tapi Jessica hanya diam saja, dan memalingkan pandangannya dari gue.


"Maaf... tadi gue harus sarapan bareng para tamu, makanya gue ninggalin lu, maaf banget..." ucap gue sambil meletakkan dagu gue di atas pundaknya.


"Dasar!! udah bikin orang kesakitan, malah asal tinggal aja!" ketusnya.


"Maaf, sayang~ nanti malam gue tidur disini lagi deh, janji." bujuk gue.


"Gak usah!! gue mau pulang aja!" rajuknya.


"Ih! jangan dong...gue bakal beliin pizza deh, atau cemilan yang banyak. Atau sekalian kita beli satu tokonya aja, biar lu bisa ambil sepuas lu."


"Lah? salah gue dimana lagi sih, Jes? gue kan cuma mau buat lu seneng aja, kenapa malah sebut-sebur cewek lain sih? gue kan jadi serba salah."


"Tau ah!! lu memang selalu gitu." ketusnya.


Karna kesal dengan sikapnya itu, gue sontak mengangkatnya dan mendudukkannya di pangkuan gue. Lalu memeluk pinggangnya dengan erat.


"Ih!! apaan sih! buaruan turunin!!" kesalnya sambil memukul-mukul gue.

__ADS_1


"Diam gak? kalau lu sampai nyentuh yang di bawah, gue gak bakal tanggung jawab. Biar aja lu gak bisa jalan sampai besok!" bisik gue, dan membuatnya sontak terdiam.


"Maaf membuat mu menunggu, Bella." sahut gue.


"Tidak apa, Tuan. Saya senang bisa melihat kemesraan kalian." ucapnya sambil tersenyum.


"Ha-hai Bella, kita bertemu lagi ya, haha..." sapa Jessica dengan senyum bodohnya.


"Hai Nona Carmelia, senang bisa bertemu dengan anda lagi." balas gadis itu.


"Tuan, apa bisa tinggalkan kami berdua? ada yang ingin saya sampaikan dengan Nona Carmelia."


"Sampaikan saja, aku tidak akan menggangu kalian."


"Maaf Tuan, ini pembicaraan antara sesama wanita. Tolong biarkan kami berbincang berdua saja."


"Hm..." dehem gue sambil menatap Jessica.


"Sana keluar! mau nunggu gue yang usir!?" ketusnya.


*Gue berharap apa sama nih cewek.* batin gue, lalu menurunkan Jessica dari pangkuan gue.


Gue sontak mengecup kedua pipi Jessica dan ditambah sebuah kecupan kecil di bibir kecilnya itu, lalu berdiri.

__ADS_1


"Silahkan berbincang, aku akan ke ruang santai bersama yang lain." ucap gue, lalu melangkah pergi dari hadapan kedua gadis itu.


BERSAMBUNG


__ADS_2