Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Balasan


__ADS_3

Mendengar nama keluarganya di panggil, Andre langsung menengok ke arah suara itu, begitupun dengan Jordan.


Pria itu berjalan kearah Jordan dan Andre, dan Ia tiba-tiba merampas senjata Jordan yang ada di tangan Andre, lalu berkata. "Senjata ini tak boleh di gunakan oleh kalian!" sambil mengangkat senjata itu di depan wajah Andre dan Jordan.


"Kenapa kami tidak boleh menggunakannya? dan kenapa kami harus mendengarkan perkataan anda? Anda bukan Tuan kami!" protes Andre.


Bukannya menjawab Andre, Grissham malah memanggil sekretarisnya dan menyuruhnya untuk memanggil Marcel.


"Tuan! kenapa anda bersikap sesuka hati anda!!?" kesal Andre.


"Kenapa tidak? Tuan mu yang menyuruh ku bersikap sesuka hati ku jika aku mau, lalu kenapa kau kesal dengan sikap ku? padahal seharusnya amarah mu itu ditujukan oleh para Pria gila ini, bukan malah aku!" balas Grissham sambil menunjuk ke arah Para Pria yang sedang berlutut itu.


Grissham tiba-tiba meminta salah satu bawahannya unuk mengambilkannya tongkat. Andre dan Jordan yang mendengar permintaan Grissham itu, mereka merasa bingung sekaligus heran. Tapi, saat bawahan Grissham itu kembali dengan membawa tongkat bisbol, itu malah semakin membuat Andre dan Jprdan terkejut. Mereka pikir, tongkat itu digunakan untuk memukul mereka. Tapi ternyata, Grissham tiba-tiba melangkah kearah salah satu Pria yang sedang berlutut itu dan mengarahkan tongkatnya kearah Pria itu.


BUUKH!!


Grissham memukul kepala Pria itu, dan membuatnya terbaring di lantai dengan darah yang keluar dari kepala bagian kanannya. Andre dan Jordan yang melihat itu, mereka tak bisa mengatakan sepatah katapun dan hanya terdiam dengan mata yang membesar karna terkejut.


"Sudah bertahun-tahun aku menyari mu, ku pikir kau sudah menghilang dari muka bumi ini dan tidak akan ada kejadian seperti dulu lagi. Tapi... kau malah melakukan hal bodoh lagi!? dan lagi-lagi kau menyerang keluarga Anggara!!? apa kau gila!!!?" geram Grissham.


Pria yang baring di lantai itu tiba-tiba berkata. "Bagaimana kau tau kalau itu aku?"


"Kau bisa membodohi publik dan Putra Anggara, tapi tidak dengan ku!!" jawab Grissham.

__ADS_1


"Terserah! lebih baik kau membunuh ku sekarang!! kau kan hanya ingin membunuh orang yang telah membunuh teman mu itu!!" Perkataan Pria itu membuat Andre dan Jordan bingung. "Teman? siapa?" pertanyaan yang muncul dalam benak kedua Pria itu.


Berbeda dengan Grissham, Ia malah semakin kesal setelah mendengar perkataan Pria itu. Ia lagi-lagi memukul Pria itu, di bagian tubuh yang berbeda-beda.


*Tidak, dia akan membuatnya Mati,* batin Jordan, lalu melangkah mendekati Grissham, dan mencoba untuk menghentikan Pria itu.


"Tuan! anda bisa membunuhnya! hentikan, Tuan!! anda bisa membuat Tuan Marcel marah!! hentikan, Tuan!!" Jordan berkali-kali menarik tubuh Grissham dan mencoba merampas tongkat besbol itu.


"GRISSHAM LOYE!!" teriak seseorang dari arah tangga di sebelah kiri.


Mendengar teriakkan itu, tanpa sadar Grissham terdiam dan menjatuhkan tongkat besbol itu kelantai. Ia tak berani menengok kearah suara itu, dan hanya membatu.


"Selamat malam, Tuan," sapa Andre kepada Marcel yang sedang berjalan kearahnya.


"Aku hanya memukulnya, dan tidak membunuhnya. Kau hanya minta untuk membawa mereka hidup-hidup, bukan berarti aku tidak boleh memukulnya," jawab Grissham tanpa menengok kearah Marcel.


"Jordan, dimana Pria yang sudah berani menyentuh Istri ku?" tanya Marcel.


"Maaf, Tuan. Saya tidak bisa membawanya tanpa luka sedikit pun, dia hampir membunuh saya. Jadi saya menembak peluru ke kakiny dan menyuntikkan obat tidur."


"Seret dia kemari!!" perintah Marcel.


"Ba-baik, Tuan," jawab Jordan sambil menunduk dan dengan cepat pergi dari hadapan Marcel.

__ADS_1


Marcel tiba-tiba menepuk pundak Grissham dan berdiri tepat di depan Pria yang hampir tak sadarkan diri itu.


"Apa maksud dari perkataan bahwa aku telah di bodohi? apa itu tentang kematian ayah ku?"


"Ya! Kau telah di bodohi oleh Pria ini, dia lah Pria yang telah membunuh ayah mu. Pria yang kau bunuh waktu itu, hanyalah bawahannya saja yang menerima perintah darinya untuk menggantikannya."


"Wah... kasian sekali pria yang tak berdosa itu, karna pria seperti ini dia malah mati di tangan ku. Tapi..." Marcel tiba-tiba berjongkok di hadapan Pria itu dan menatapnya dengan ekspresi yang datar.


"Andre, bukannya aku punya koleksi pedang samurai? apa kau bisa membawakan salah satu pedang terbaik ku?" pinta Marcel tanpa menengok kearah Andre dan hanya menatap ke arah Pria itu.


"Saya akan membawakannya, Tuan," jawab Andre lalu pergi dari tempat itu menuju gudang penyimpanan senjata.


"...Tuan Grissham, apa anda bisa mundur sedikit? saya benci pakaian orang lain kotor karna saya, itu akan membuat saya merasa bersalah."


Grissham tidak menjawab apapun, Ia langsung melangkah mundur sebanyak lima langkah di belakang Marcel.


"Haah..." hela nafas Marcel sembari kembali berdiri.


"Bawakan semua peliharaan ku! mereka akan malam enak malam ini," perintah Marcel. Beberapa penjaga dengan cepat menurunkan senjatanya dan pergi dari tempat itu.


"Apa kalian tau? hari ini suasana hati ku sangat buruk, bahkan lebih buruk dari cuaca malam ini. Dan kalian tau? aku sangat benci seseorang yang mengotori kastil ku! tapi, karna kalian tamu ku. Jadi, aku akan berbaik hati kepada kalian," oceh Marcel.


Saat Marcel ingin berbicara lagi, tiba-tiba Ia terhenti karna melihat Jordan yang sedang menyeret seorang Pria di belakangnya dengan kaki yang mengeluarkan darah, dan membut lantai yang di lewati Jordan penuh dengan darah.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2