Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Rapat Yang Terlupakan


__ADS_3

Di siang hari, tepatnya di ruang rapat. Aku yang masih sibuk dengan rapat dewan kepemimpinan, rapat yang di hadiri oleh para pemimpin Mafia dari seluruh Dunia. Rapat yang di lakukan setahun sekali, tapi bodohnya aku baru ingat kalau rapat itu di selenggarakan hari ini.


Sejam sebelumnya*


Aku masih sibuk dengan dokumen-dokumen yang di berikan oleh Jordan, karna pagi ini Jordan sudah harus berangkat untuk menemui Emiliano, Presiden Itali. Tentu saja sebelum Jordan pergi, Ia sudah memberitahukan semua jadwal ku hari ini. Tapi, karna terlalu sibuk, aku sampai melupakan jadwal yang telah di beritahu Jordan.


Aku yang fokus membaca satu persatu dokumen itu, tiba-tiba saja mendengar suara ponsel berdering dan suara ketukan pintu secara bersamaan. Aku menyauti ketukan pintu itu sembari meraih ponsel ku, dan melihat siapa sang penelpon itu.


"Eh? Jordan?" heran ku, lalu mengangkat telpon itu.


Vernon yang masuk ke ruangan ku dengan Jordan yang di menelpon, mereka berdua tiba-tiba berteriak secara bersama. "TUAN!!" Aku yang terkejut, merasa heran dan bingung dengan kedua Pria itu. "Ada apa? kenapa berteriak?" tanya ku.


"Tuan, Apa anda lupa dengan jadwal anda hari ini?" tanya Jordan di balik telpon.


"Bukannya Jadwal ku menandatangi Dokumen dan memeriksa semua dokumen yang kau berikan?"


"Tuan! saya sudah mengulang berkali-kali jadwal anda hari ini, tapi anda masih saja lupa!? Tuan!!"


"Tuan! tolong dengarkan saya, sekarang ada yang lebih penting dari dokumen-dokumen itu," cetus Vernon.


"Kalian kenapa, sih? memang apa yang penting hari ini? kenapa kalian sampai seperti ini?" heran ku.


"TUAN! PARA PEMIMPIN AKAN SAMPAI 5 MENIT LAGI!!" sekali lagi mereka berteriak dengan kata-kata yang sama.


Awalnya aku masih tidak paham dengan apa yang mereka ucapkan, tapi beberapa detik kemudian. "Ah!! astaga! aku lupa!!" ucap ku sambil berdiri.

__ADS_1


"*Baru sekarang anda ingat, Tuan? astaga~"


"Diamlah! aku bukannya sengaja, tapi aku benar-benar lupa*!!"


"Sudahlah, Tuan. Sekarang anda harus bersiap untuk menyambut para pemimpin," timpal Vernon.


"*Tuan, dengarkan saya baik-baik. Saya akan tiba di kastil dalam 10 menit, sebelum rapat di mulai, saya harap anda bisa mengajak para pemimpin berbicara santai terlebih dulu. Karna dokumen yang akan di bahas dalam rapat ada pada saya. Jadi, sebelum saya sampai jangan pernah memulai rapat itu dulu."


"Hey!! bicaralah yang benar! aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan!"


"Intinya, jangan mulai rapatnya sebelum saya tiba, Tuan!"


"Ah! terserah lah*!" ucap ku dan langsung memutuskan telpon itu. Aku pun melangkah kearah Vernon, dan mengikuti Pria itu ke ruang Ganti untuk bersiap-siap.


Setelah bersiap, dengan cepat aku pun pergi ke belakang kastil untuk menyambut para pemimpin. Kenapa kebelakang kastil? karna tempat mendarat jet dan pesawat Pribadi mereka hanya ada di belakang kastil. Tentu saja aku tidak pergi sendiri untuk menyambut mereka, ada Vernon, Andre, Nella, Carmelia, dan tentu saja kedelapan bawahan Pribadi ku.


"Mau bagaimana lagi, karna anda pemimpin mereka, jadi rapat tahunan para pemimpin harus diadakan di kastil," balas Andre.


"Apa hari ini ada pemimpin yang tidak hadir?" tanya ku.


"Sepertinya tidak ada, Tuan. Karna rapat ini hanya di hadiri sekali setahun, dan dalam rapat ini adalah kesempatan untuk mereka menyuarakan pendapat dan keingin mereka untuk kelompok mereka. Jadi, tidak mungkin mereka tidak hadir dalam rapat ini. Itu sama saja seperti menyia-nyiakan keberuntungan mereka."


"Haah...aku harap rapat ini tidak seberisik rapat sebelumnya," harap ku.


"Dari pada berharap, lebih baik kau fokus! Mereka akan mendarat sekarang," cetus Carmelia yang berdiri di sebelah kanan ku. Mendengar itu, aku langsung terdiam dan fokus kedepan.

__ADS_1


Saat satu persatu kendaraan pribadi mereka mendarat, aku sedikit heran. Kenapa mereka semua memakai jet dan tidak satupun dari mereka memakai pesawat? Pikiran ku masih sedikit positif, mungkin mereka tidak ingin memakai kendaraan yang sangat besar, karna yang ikut pasti hanya Pemimpin, sekretaris, dan bawahan terbaik mereka.


Tapi pikiran positif itu hancur seketika, ketika mereka memberi salam kepada ku sambil menyombongkan jet terbaik mereka masing-masing.


*Bodoh! bisa-bisa aku berpikir positif ke para mafia ini!* batin ku.


"Selamat datang, senang bertemu dengan anda sekalian. Mari masuk, pasti kalian lelah karna perjalanan yang cukup memakai waktu ini," ajak ku sambil tersenyum.


Aku pun berbalik dan menuntun mereka masuk kedalam kastil. Untungnya saja Vernon sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan ruangan rapat yang akan kami pakai, jadi aku bisa langsung mengajak mereka keruang rapat. Karna yang ikut rapat ini hanya pemimpin dan sekretarisnya saja, jadi Carmelia dan Nella memilih untuk mengantar sampai ruang rapat saja, lalu pergi. Sedangkan Vernon, Ia di dalam untuk memastikan kebutuhan para tamu terpenuhi. Berbeda dengan Andre, dengan jabatan pengacara pribadi ku saja, itu sudah cukup untuk menghadiri rapat apapun yang Ia inginkan, asalkan dengan izin dari ku.


Setelah kami duduk di kursi kami masing-masing, aku sedikit mengundur waktu dengan cara mengajak mereka berbicara, sampai Jordan kembali dan membawakan dokumen rapat itu.


"Bagaimana kabar anda sekalian?" tanya ku.


"Kami sangat baik, Tuan. Sangking baiknya, kami tidak sabar untuk memulai rapat ini," jawab Henry.


"Benar, lebih baik kita mulai rapatnya sekarang," timpal pemimpin Taiwan.


"Kita baru saja sampai, setidaknya beri waktu untuk bernafas sebentar," cetus pemimpin Australia.


"Benar, lebih baik kita berbincang sambil meminum wine bersama," tawar ku, sambil memberi isyarat kepada Vernon.


Selagi Vernon menuangkan wine, aku mengajukan pertanyaan kepada setiap pemimpin mengenai kelompok (Anggota) Mafia mereka. Memang pertanyaan itu seharusnya ditanyakan saat rapat dimulai, tapi karna ini keadaan mendesak. Lebih baik aku bertanya, daripada tidak sama sekali.


Selang beberapa menit, akhirnya Jordan datang dengan membawa beberapa dokumen di tangannya. Setelah Ia meminta maaf karna keterlambatannya, Ia segera duduk di kursinya. dan membuka rapat itu terlebih dulu.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2