Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Sebuah tawaran atau jebakan


__ADS_3

Mereka berempat langsung memberi salam kepada Carmelia, dan Hendra pun menanyakan bagaimana keadaan Wanita itu sekarang. "Apa anda baik-baik saja, Nyonya? apa kepala anda terasa berat? atau ada rasa nyeri di bekas suntikan tadi? maaf, saya lupa mengobati bekas suntikan tadi."


"Aku baik-baik saja, tapi. Sepertinya kalian yang tidak baik-baik saja," ucap Carmelia sambil menatap kearah mereka berempat.


"Dika, berdiri di belakang ku!" perintah Wanita itu. Dika hanya menunduk, dan bergegas kebelakang sofa yang di duduki oleh Carmelia.


"Saya bersalah, Nyonya. Seharusnya saya tidak menyakiti anda, saya mohon ampun kepada anda, Nyonya," sesal Vernon sambil membungkuk dengan sempurna.


Hendra dan Agnella yang melihat Vernon membungkuk, mereka berdua langsung ikut membungkuk dengan berkata. "Tolong ampuni kami, Nyonya."


"Aku sudah bilang sebelumnya, bahwa aku tidak akan pernah memaafkan kalian!! jadi, berhentilah membungkuk! mau seberapa lama pun kalian membungkuk aku tidak akan pernah memaafkan kalian!" tegas Carmelia.


Sebelum mereka menenggakan tubuh mereka, mereka saling menatap satu sama lain setelah mendengar perkataan Carmelia. Vernon langsung mengangguk pelan, dan mereka pun bangun dari posisi merek tadi.


"Apa yang harus kami lakukan untuk anda, Nyonya, agar anda mengampuni kesalahan kami?" tanya Agnella.

__ADS_1


"Yang harus kalian lakukan? hm... sebenarnya tidak ada, tapi..."


*Apa yang dipikirkan Nyonya? apa hal yang berbahaya?* batin Vernon yang mulai cemas dengan apa yang akan dikatakan Carmelia.


"Dika, ini sudah pukul berapa?" tanya Carmelia.


"Ini sudah pukul tiga pagi, Nyonya," jawab Dika.


"Tiga pagi, ya? hm.... sebenarnya aku ingin pergi mengunjungi seseorang." perkataan Carmelia itu membuat ketiga orang yang tadianya menunduk karna merasa bersalah, tiba-tiba mengangkat kepala mereka dan menatap Carmelia dengan raut wajah yang terkejut.


"Perintah anda memang setara dengan perintah Tuan Marcel, tapi... Kami tetap harus menjalankan perintah Tuan, untuk menjaga anda," ucap Agnella.


"Itu jika Marcel ada di kastil, tapi sekarang? apa Marcel ada di kastil? tidak kan? jadi, yang memimpin sekarang adalah aku! dan perintah ku mutlak, tanpa ada kata penolakan!!"


Vernon langsung menengok kearah Hendra, begitupun Hendra yang juga sama-sama menengok. Mata Vernon yang menatap Hendra, seperti mengatakan. "Tolong, hentikan Nyonya." Hendra hanya bisa menghela nafas pelan, dan menatap Carmelia yang menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Mohon maaf, Nyonya. Memang benar disini anda lah yang berkuasa saat Tuan Marcel sedang tidak ada, tapi. Perintah Tuan tetap harus dijalankan, walaupun Tuan berada di luar kastil ataupun Tuan sudah tak ada di Dunia ini. Karna—"


"Berhenti!!" potong Carmelia yang tampak kesal dengan Hendra. Hendra hanya bisa menunduk dan berkata. "Maaf," kepada wanita itu.


"Perintah ku dan Marcel sama-sama harus di jalankan, apa susahnya sih menjalankan tua perinth sekaligus!!? aku hanya meminta hal yang sederhana, bukan hal besar ataupun istimewa."


*Lebih baik anda meminta periasan atau benua yang ada di Dunia ini, daripada meminta hal yang aneh dan akan membahagiakan nyawa anda,* batin Agnella.


"Apa kami boleh tau, hal apa yang anda inginkan, Nyonya?" tanya Hendra.


"Sebelum aku mengatakannya, berjanjilah untuk memenuhi keinginan ku. Maka, aku akan memaafkan kalian bertiga," tawar Carmelia.


Andre yang mendengar perkataan Carmelia yang sama seperti sebelumnya, Ia langsung menatap ketiga orang itu dan berusaha untuk memberikan kode, bahwa mereka bertiga harus menolak tawaran yang diberikan oleh Carmelia.


*Kenapa anda menggelengkan kepalanya? apa Ia menyuruh kami untuk menolak tawaran Nyonya? tapi, mendapatkan maaf dari Nyonya akan lebih sulit jika menolah tawaran yang Ia berikan ini,* batin Hendra.

__ADS_1


Berbeda dengan Agenlla, Ia tau bahwa Andre memberikan kode untuk menolak tawaran Carmelia. Karna bisa saja Wanita itu menjebak mereka bertiga, dengan dalih akan memaafkan mereka. Sedangkan Vernon yang sangat merasa bersalah akan kejadian sebelumnya, Ia menjadi sungkan untuk menolak tawaran Carmelia, dan hanya ingin menerima tawaran itu agar Carmelia dapat memaafkannya.


__ADS_2