Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Keberadaan Bryan


__ADS_3

"Loh? bukannya itu Bryan, Tuan?" sahut Hendra yang sama terkejutnya dengan ku.


"Apa anda mengenalnya, Tuan?" tanya Bella kembali.


"Bisa ikut dengan ku sekarang? ada banyak yang ingin ku tanyakan." ucap ku.


"Hm...baiklah." jawabnya.


Aku pun melanjutkan langkah ku dan diikuti oleh Bella dan Hendra di samping kanan kiri ku. Selama di perjalanan, batin ku mulai bertanya-tanya mengenai Jessica dan Bryan.


Sudah berapa bulan aku tidak mendengar nama Pria itu, tapi sekarang Ia tiba-tiba muncul seolah-olah Ia adalah pemeran utama yang tidak akan pernah musnah.


Setelah sampai di kamar ku, aku dan Bella pun duduk di sofa yang berbeda. Sedangkan Hendra, Ia pergi untuk mengambil cairan infus yang baru untuk ku.


"Bagaimana bisa kau mendapatkan foto itu?" tanya ku kepada Bella.


"Aku mendapatkan dari sekretaris ku, gara-gara Pria ini lah aku tidak kembali ke Amerika."


"Kenapa? apa ada masalah?"


"Pria ini tiba-tiba datang ke mansion ayah ku, dan berkata bahwa Ia ingin bekerja dengan ayah ku. Tapi, setelah diselidiki latar belakang nya. Ternyata Ia berasal dari Italia, dan yang lebih terkejutnya lagi, Ia adalah Putri dari Pria yang telah anda bunuh. Tuan Erlend, kepala Menteri Italia."


"Bekerja dengan ayah mu? posisi apa yang Ia ingin kan?"

__ADS_1


"Dia menginginkan posisi tertinggi, dengan alasan agar Ia bisa melindungi ku. Padahal aku saja tidak pernah bertemu dengannya, bagaimana bisa dia berkata ingin melindungi ku!?" Bella yang berbicara dengan ekspresi kesalnya.


"Tapi, apa dia menggunakan nama aslinya?" tanya ku penasaran.


"Ah, tidak! dia menggunakan nama samaran, hm... siapa ya namanya?" ucapnya sambil berpikir.


"Oh iya! namanya Jerry."


"Jerry?"


"Ya, Tuan. Dia menyebut namanya Jerry, tapi sayang...ayah tidak bisa di bodohi."


"Lalu, sekarang dia dimana?"


"Bella, apa aku bisa meminta bantuan kepada mu?" tanya ku serius.


"Apa itu, Tuan?"


"Apa kau bisa kembali ke Amerika dan mengawasi Pria itu? beritahu segalanya mengenai kegiatan dan alasan dia ingin bekerja di Dunia Mafia. Tapi, apa kau bisa menyembunyikan keberadaannya dari Carmelia?"


"Tapi mengapa harus di sembunyikan dari Nona Carmelia?"


"Mereka dulunya teman lama, dan aku hanya tidak ingin mereka bertemu. Itu saja~" jawab ku sambil tersenyum.

__ADS_1


"Hm...baiklah, Tuan. Aku akan membantu anda, tapi apa aku boleh meminta balasannya nanti?"


"Balasan? apa itu?"


"Aku akan memberitahukannya nanti, setelah semua informasi yang saya berikan lengkap." jawabnya, lalu berdiri dan tersenyum kepada ku.


"Kalau begitu, saya izin undur diri. Selamat siang." ucapnya sambil menunduk, lalu melangkah pergi dari hadapan ku.


"Padahal aku belum mengizinkannya untuk pergi, dasar?" gerutu ku.


"Tuan, mari pindah ke ranjang anda. Anda harus beristirahat sekarang." sahut Hendra yang baru kembali dengan membawa satu kantong cairan infus.


Aku pun berdiri dan berjalan kearah ranjang dengan di bantu oleh Hendra, Ia juga membantu ku berbaring lalu memasangkan cairan infus baru kepada ku.


"Aku akan beristirahat sekarang, tolong beritahu aku jika desainer ku sudah datang." ucap ku.


"Baiklah, Tuan. Saya akan kembali lagi saat desainer anda tiba."


"Selamat beristirahat, Tuan." ucapnya, lalu melangkah pergi keluar dari kamar ku.


Walaupun pikiran ku cukup kacau, karna Jessica dan Bryan. Aku tetap berusaha untuk memejamkan mata ku, dan berusaha untuk tidak memikirkan kedua orang itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2