
"Selamat Malam, Nona Bella." sahut para pelayan yang ada di belakang gue.
Gue sontak menengok kebelakang dan ternyata para pelayan itu sedang membungkuk ke gadis itu.
"Malam." balas gadis itu.
"Permisi, anda siapa ya?" tegurnya, dan membuat gue sontak menatapnya.
"Saya rekan kerja Jordan." jawab gue berbohong.
"Oh...salam kenal, saya Bella." ucapnya sambil menyodorkan tangannya ke gue.
Dengan rasa ragu, gue pun mengangkat tangan kanan gue dan bersalaman dengan gadis itu.
"Nama anda?" tanyanya dengan wajah polos yang sangat cantik.
"Ca-carmelia." jawab gue.
"Nama yang cantik." pujinya dengan tersenyum kecil, dan tangan kami pun saling melepas satu sama lain.
"Terimakasih." jawab gue.
"Oh ya, apa aku boleh meminta tolong pada kalian?", sambungnya.
"Tentu saja, Nona." jawab salah satu pelayan itu.
"Tolong bawakan 2 gelas kopi ke kamar ku, dan beberapa cemilan malam."
"Anda ingin kopi yang seperti apa?" tanya pelayan.
__ADS_1
"Hm...apa kalian tau selera kopi Tuan Marcel?"
"Ya...kami tau."
*Marcel? lah? dia siapa? temennya? atau siapa?* batin gue mulai penasaran dengan gadis itu.
"Buatkan kopi yang sama dengan kopi milik Tuan Marcel."
"Baiklah, akan segera kami antarkan ke kamar anda."
"Terimakasih, kalau begitu permisi. Senang bisa bertemu dengan anda juga Nona Carmelia." ucapnya dengan senyum manis, lalu melangkah pergi.
"Nona? apa anda tidak ingin masuk?" sahut salah satu pelayan.
"Eh!? i-ni mau masuk kok." jawab gue, lalu melangkah masuk kedalam perpustakaan itu.
Saat di dalam, gue yang awalnya masih kepikiran dengan siapa sebenarnya gadis itu. Tiba-tiba teralihkan dengan ruangan yang terlihat sangat mewah, dan banyak sekali rak-rak buku yang sangat besar dan diisi penuh oleh para buku.
"Nona, setengah dari kami harus pergi untuk mengerjakan perintah dari Nona Bella. Kami juga akan membawakan minuman untuk anda."
Mendengar itu, gue langsung berbalik dan menatap mereka.
"Pergilah, aku akan baik-baik saja." ucap gue sambil tersenyum tipis.
"Kalau begitu, kami izin undur diri." ucap salah satu dari mereka, dansetengah dari mereka membungkuk dihadapan gue.
6 orang pun pergi dari hadapan gue, dan yang tersisa hanya ada 5 orang saja. 3 Wanit dan 2 Pria. Mereka berlima pun mengajak gue berkeliling di perpustakaan itu.
Jujur saja, awalnya gue cuma iseng ingin berkunjung ke perpustakaan. Tapi, saat melihat sendiri perpustakaan ini, gue yakin orang yang benci banget sama buku bakal betah berdiam diri di tempat sunyi dan sejuk ini.
__ADS_1
Walaupun tidak tau apa yang akan gue baca, tapi para pelayan itu dengan sabarnya menemani gue dan menjelaskan mengenai buku-buku apa saja yang ada di perpustakaan itu.
Setelah cukup lama berkeliling, gue memutuskan untuk bersantai di sofa yang ada di perpustakaan itu, dan para pelayan yang tadi pergi pun sudah kembali dengan membawa segelas jus strawberry untuk gue.
Saat sedang asik meminum jus itu, tiba-tiba di benak gue terlintas wajah gadis itu lagi. Gue yang masih penasaran dengannya, mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada para pelayan.
"Apa aku boleh bertanya?"
"Tentu saja, Nona."
"Hm...siapa gadis yang bernama Bella itu?"
"Nona Bella adalah Putri dari tamu yang sedang menginap di kastil ini. Ia bukan asli dari Italia, Ia berasal dari Amerika."
"Amerika? pantas saja terlihat sangat cantik."
"Nona Bella memang mendapat julukan sebagai gadis tercantik di Dunia, tidak heran jika para Pria dan Wanita takjub dengan kecantikannya."
*Pantas... dia kaget aja mukanya masih terlihat cantik.* batin gue.
"Tapi, kenapa tadi dia menyebut nama Marcel?" sahut gue.
Mereka sontak saling menatap satu sama lain, dan tampak ragu untuk menjawab pertanyaan gue itu.
"Aku bertanya, karna tadi dia meminta kalian untuk membuatkan 2 gelas kopi. Tapi, untuk siapa satu gelasnya lagi? dan lagi, dia berbicara seolah-olah kopi yang satunya akan di minum oleh Tuan kalian." jelas gue.
"Katakan saja, aku tidak akan membuat kalian dalam masalah. Aku berjanji." lanjut gue.
"Tuan memang sedang bersama dengan Nona Bella, Nona." jawab salah satu dari pelayan itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG