Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Menghukum Kelima Orang Itu


__ADS_3

"Jordan, aku tau kau mengetahui siapa sebenarnya di balik semua ini. Tapi kau berusaha untuk tidak membahasnya kan?" sindir ku.


"Ya, Tuan. Saya tidak ingin anda marah dengan kebenaran yang saya ucapan nanti," jawabnya sambil menunduk.


"Sebenarnya siapa yang anda maksud, Tuan? apa itu salah satu dari kami?" tanya Vernon.


"Mana mungkin kami bersusah payah mencari Pria yang tidak berguna itu!" jawab Andre.


"Haah... orang itu adalah Carmelia." ucap ku.


Aku bisa melihat ekspresi mereka yang terkejut seolah-olah tidak mempercayai nama siapa yang keluar dari mulut ku.


"Dari awal aku sudah mencurigai Wanita itu, tapi aku butuh seseorang yang lebih tau dari pada aku. Makanya dari tadi aku memancing Jordan untuk berkata jujur, dan benar seperti yang ku pikirkan. Carmelia menyembunyikan sesuatu dari ku," jelas ku.


"Tapi, Tuan. Untuk apa Nona mencari Pria itu? bukannya Nona membencinya?" tanya Hendra.


"Diantara mereka tidak ada yang saling membenci. Bryan menyukai Carmelia, tapi Carmelia tidak menyukainya dan tidak membencinya juga." jawab ku.


"Mungkin, dia mencari Bryan hanya untuk mengetahui kabar teman satu sekolahnya."

__ADS_1


"Tapi, jika ada alasan lain. Apa yang akan anda lakukan?" celetuk Nella.


Aku sontak terdiam dan menatap wajah mereka satu persatu. Aku hanya bisa menghela nafas panjang dan berkata. "Aku tidak tau harus melakukan apa."


"Tuan izinkan saya untuk mencaritahu lebih dalam masalah ini.". ucap Andre.


"Tidak!! kamu tidak boleh ikut campur dalam masalah ini, bukannya menyelesaikan masalah Tuan. Kamu malah akan menambah masalahnya, biarkan Jordan yang menyelesaikan masalah ini." sahut Nella.


"Benar kata Nella, akan lebih baik kamu beristirahat. Karna 2 hari lagi pernikahan rahasia ini akan berlangsung, aku tidak ingin salah satu dari kalian tidak hadir karna sakit ataupun karna alasan lain. Karna hanya kalian yang aku punya sekarang."


"Jangan hanya menyuruh Andre beristirahat, sekarang yang lebih membutuhkan istirahat adalah anda, Tuan. Lihat cairan infus itu, sudah hampir habis. sekarang anda harus di pindahkan ke kamar, dan memasang cairan infus yang baru lagi." sambung Hendra, lalu berdiri dan berjalan kearah ku.


"Baiklah, aku akan beristirahat di kamar. Tapi sebelum itu...aku berharap kalian melakukan sesuatu." ucap ku.


"Kenapa tidak memberikan hukuman yang berat saja? mereka harus merasakan sakit yang luar biasa!" saran Andre.


"Hm..." dehem ku, lalu bangun dari posisi ku dengan dibantu oleh Hendra.


"Aku tidak ingin membuat Carmelia takut, karna bawahan yang Ia beri perintah di hukum berat apalagi sampai mati. dan lagi, aku tidak ingin mendengar ataupun melihat kematian seseorang sampai pernikahan ku selesai." tegas ku.

__ADS_1


"Baiklah, Tuan. kami akan memberikan hukuman kepada kelima orang itu." jawab Jordan.


"Yasudah, lakukan pekerjaan kalian. Aku akan pergi sekarang, ayo Hendra." balas ku, lalu melangkah pergi keluar dari ruangan itu dengan Hendra yang memegang tiang infus ku.


Tapi saat tidak jauh dari ruangan ku, tiba-tiba saja ada yang memanggil ku. Aku pun langsung menghentikan langkah ku dan melihat siapa yang sedang berjalan kearah ku itu.


"Maaf menghalang jalan anda, Tuan." ucap Bella sambil menunduk sekilas dan kembali menatap ku.


"Tak apa." jawab ku.


"Aku kira kau sudah kembali ke Amerika kemarin, makanya aku tidak menyapa mu di kamar mu."


"Ada yang harus saya urus di Itali hari ini, jadi saya akan kembali malam ini."


"Oh...tapi, kenapa kau memanggilku? apa ada hal yang mendesak?"


"I-itu, Tuan...hm..." ucapnya ragu dan tiba-tiba mengeluarkan selembar kertas dari dalam saku bajunya.


Ia menunjukkan selembar kertas yang ternyata sebuah foto kepada ku, dan bertanya. "Apa anda mengenal Pria ini?"

__ADS_1


Saat melihat foto itu, aku benar-benar terkejut sekaligus heran. Bagaimana bisa ada foto Bryan di tangan Wanita itu.


BERSAMBUNG


__ADS_2