
Mendengar jawaban Andre itu, Marcel sontak berdiri dan menatap Pria itu. "Lalu bagaimana? apa kau sudah menemukan senjata itu?"
"Saya sudah mengirim seseorang kesana untuk mencari senjata milik, Nyonya. Tapi sampai sekarang belum ada kabar yang say dapatkan darinya."
"Lalu, saya dengar anda meminta pertolongan kepada Tuan Grissham untuk mengirimkan deteftif ke lokasi kejadian itu. Saya menduga, detektif milik Tuan Grissham lah yang mendapatkan senjata milik Nyonya," duga Andre.
"Tapi, bagaimana kalau mereka tidak menemukan senjata milik Carmelia? bagaimana kalau orang-orang, itu yang mengambilnya? bagaimana kalau—"
"Tuan!" potong Andre sambil memegang kedua lengan Pria itu.
"Kekhawatiran anda terlalu berlebihan, untuk apa mereka mengambil pistol milik Nyonya? dan lagi, mana mungkin mereka tau itu senjata milik Nyonya Carmelia. Jika memang mereka mengambilnya, saya akan berusaha untuk mengambil kembali senjata milik Nyonya, bagaimana pun caranya!"
"Tapi—"
__ADS_1
"Tuan, anda harus tenang. Saya akan berusaha untuk menemukan senjata dan surat itu. Sekarang, lebih baik anda menganti pakaian anda, saya akan mengirim pelayan kemari. Dan tolong, isi perut anda walaupun hanya sedikit. Saya tidak ingin anda jatuh pingsan karna tidak makan dan juga minum mulai pagi."
Marcel hanya bisa diam mendengarkan perkataan Andre itu. Melihat Tuannya hanya diam saja, Andre hanya bisa menghela nafas kecil, lalu berkata. "Saya izin undur diri," dan langsung pergi dari hadapan Marcel, keluar dari kamar itu.
Selagi Marcel mengganti pakaian dan sedikit mengisi perut nya dengan makan malam sederhana di kamarnya, disisi lain ada Jordan yang baru tiba di kastil dengan para Pria yang di rantai dan di borgol di belakangnya.
Jordan tanpa ragu melangkah masuk ke dalam kastil dengan para penjaga dan bawahan Grissham yang mengamankan para pria itu. Andre yang mendapat kabar dari salah satu pelayan, bahwa Jordan telah kembali. Ia dengan cepat turun ke lantai satu untuk menemui Jordan.
Baru di tangga, Andre sudah melihat Jordan yang berdiri di depan para Pria yang berlutut di hadapannya dengan keadaan di rantai dan banyak senjata yang mengelilingi para Pria itu. Andre langsung tau, siapa Pria-pria itu. Ia berlari kearah Jordan, dan tiba-tiba merampas senjata milik Jordan.
"Astaga! kau membuat ku terkejut!!" kesal Jordan dan melepaskan Andre.
"Hampir saja tangan ku patah karna mu," keluh Andre sambil merenggangkan tangannya.
__ADS_1
"Dimana Tuan? apa kau belum memberitahu kedatangan ku kepada Tuan?" tanya Jordan.
"Tuan sedang makan malam, biarkan dia menyelesaikan makan malamnya. Dari pada itu, di antara Pria ini, siapa yang melemparkan bom kearah Istri ku!?" Walaupun Andre berbicara dengan santai, tapi terlihat jelas dari matanya bahwa Ia sangat marah kepada para penyerang itu, dan lagi Ia langsung menyodorkan senjata milik Jordan kearah para Pria itu.
"Andre, turunkan senjata mu. Jika kau membunuh salah satu dari mereka, aku bisa pastikan kau juga akan di bunuh oleh Tuan," kata Jordan sambil menurunkan senjata yang di pegang oleh Andre.
"Tapi, kenapa!!? aku hanya ingin membunuh salah satu dari mereka!! apa aku salah jika aku ingin membalas apa yang telah Ia lakukan kepada Istri ku!!? karna mereka, istri ku terbaring lemah di rumah sakit, dan kau menyuruh ku untuk tidak membunuh mereka!!?" geram Andre yang menatap Jordan dengan mata yang memerah dan tampak sedang menahan air matanya.
"Andre, kau harus menahan amarah mu. Jika bukan karna perintah dari Tuan, aku tidak akan menahan mu untuk membunuh mereka. Aku malah akan membiarkan mu menyakiti mereka sesuka hati mu."
"Tapi—"
"HEI! GLASINO!!" teriak Seseorang dari arah Pintu.
__ADS_1
BERSAMBUNG