
Aku tidak terkejut dengan ucapan Marcel yang menyinggung soal pernikahan, aku malah heran. bagaimana bisa pikiran Marcel dan Bella sama? Bella yang juga tadi menyinggung soal pernikahan, sekarang Pria ini juga ikut menyinggung masalah itu.
Tapi tatapan Marcel saat berkata "apa kamu mau menikah dengan ku?" itu benar-benar sangat serius, aku sampai tidak bisa berkata bahwa Ia hanya sedang bercanda atau sedang menggoda ku saja.
Jujur saja, aku bingung harus menjawab seperti apa. Melakukan pernikahan memang gampang, tapi mempersiapkan segalanya yang sangat sulit bagi ku. Harus meminta restu dengan orang tua ku, mengganti nama ku dan di letakkan di dokumen milik Marcel, dan sebagainya.
Belum lagi aku harus menjadi Jessica dan Carmelia dalam waktu bersamaan, belum menikah saja hidup ku sudah cukup sulit. Apalagi jika aku benar-benar menikah dengannya.
"Apapun yang kamu inginkan akan ku kabulkan, asalkan kamu menjawab ya dengan tawaran ku ini." sahutnya.
"Apapun?"
"Ya, apapun."
"Aku bukan menginginkan sesuatu, aku hanya bingung harus menjawab seperti apa."
"Jujur saja, aku masih tidak tau dengan diri ku yang sebenarnya. Apa aku ini masih seorang Jessica atau sudah berganti menjadi Carmelia? Tapi nama ku masih terdaftar sebagai Jessica Amelia Putri."
"Kamu tidak perlu memusingkan masalah itu, biar aku yang mengurusnya. Sekarang kamu hanya perlu menerima tawaran ku, dan menikah dengan ku. Hanya itu."
__ADS_1
"Masalah nama asli mu, aku akan mengganti nama mu menjadi Carmelia Marcel Anggara. Semua data-data mu sebagai Jessica akan hilang, dan akan di ganti menjadi Carmelia. dan di kampus mu pun seperti itu, kamu akan di kenal sebagai Carmelia, Istri dari Marcel Anggara."
"Tapi, bukannya daribawal identitas ku harus di sembunyikan?" tanyaku heran.
"Itu tidak penting sekarang, sekarang identitasmu sudah di ketahui oleh para musuh ku. Semakin lama kamu di sembunyikan, itu malah membuat ku semakin khawatir tentang keselamatan mu."
"Jadi, akan lebih baik untuk memberitahu publik tentang keberadaan mu dan juga status mu sekarang. Itu akan membuat orang-orang sadar siapa yang harus di segani dan di hormati sekarang."
"Kamu bukan hanya menjadi Istri pemimpin Mafia, kamu akan menjadi istri pemilik Dunia ini."
Semakin lama ucapan Pria ini semakin tidak ku mengerti, Ia berkata seolah-olah semua yang Ia inginkan bisa di dapatkan. Sampai Dunia pun Ia katakan sebagai miliknya.
"Kita sudah cukup lama bersama, apa kamu tidak menginginkan kepastian ku? bukannya bagi wanita status itu sangat penting? sekarang aku menawarkan status yang benar-benar kamu inginkan. Jadi jangan membuat ku menunggu, aku membutuhkan jawaban mu sekarang." ucapnya.
"Katakan, aku akan langsung mengabulkannya."
"Pernikahan rahasia." ucap ku serius.
"Maksud mu?" sahutnya dengan wajah yang terkejut.
__ADS_1
"Ya...aku menginginkan pernikahan rahasia, hanya orang-orang yang ada di kastil yang mengetahui pernikahan kita. Selian itu tidak ada."
"Tapi bagaimana bisa melakukan pernikahan rahasia disaat seperti ini? sebentar lagi hari dimana aku harus memilih pasangan hidup ku hampir tiba, disitu aku ingin memperkenalkan mu secara khusus, bukan malah mendengar tawaran dari para pria untuk memilih putrinya."
"Bukannya kamu bisa menolak tawaran mereka? dan lagi, kamu bisa memperkenalkan ku sebagai kekasih mu, bukan istri mu."
"Tapi kenapa kamu memilih pernikahan rahasia? kamu tau kan pernikahan rahasia tidak akan pesta untuk itu? kita hanya akan mengambil sumpah saja. Bukannya pesta pernikahan adalah hari yang kamu tunggu-tunggu? hari dimana kamu menjadi bintang utamanya, dan menjadi satu-satunya wanita yang di pandang tinggi oleh masyarakat."
"Tentu saja aku menginginkan hari itu, tapi disaat seperti ini aku hanya menginginkan pengambilan sumpah saja. Itu sudah cukup untuk ku. Dan lagi hanya pesta saja yang tidak kita lakukan, tapi kita masih bisa berbulan madu kan? hanya satu rencana yang tidak terlaksana, bukannya tak apa?"
Marcel sontak terdiam dengan tatapan yang bingung dengan syarat ku ini. Tentu saja sebelum mengajukan syarat itu, aku sudah tau apa yang akan aku dapatkan dari pernikahan Rahasia itu. Dan...ya, aku menerima kekurangan dari pernikah itu.
"Haah...baiklah, aku akan menyiapkan pernikahan kita secepat mungkin. Mungkin Minggu depan kita bisa langsung mengambil sumpah bersama." ucapnya, lalu mendorong kursinya kebelakang dan bangun dari posisi duduknya.
Aku pun turun dari meja dan melang mendekati Pria itu, lalu memeluk dan berkata. "Aku tau yang kuinginkan ini tidak sesuai dengan rencana mu, tapi aku benar-benar menginginkan pernikahan rahasia ini. Status yang hanya di ketahui oleh keluarga Anggara saja sudah cukup bagi ku."
"Tapi aku berjanji, aku akan tetap bersikap seperti istri mu nantinya. Walaupun orang-orang berpikir aku hanya seorang kekasih, tapi aku akan berusaha untuk menjadi seorang istri di dalam ataupun di luar kastil."
"Ya...aku percaya padamu, lakukan apapun yang kamu inginkan. Yang terpenting tetap berada di sisiku, jangan pernah berpikir untuk pergi dari ku." jawabnya yang juga memeluk ku.
__ADS_1
"Ya...aku akan mengingat hal itu." balas ku.
BERSAMBUNG