Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Sebuah Rencana


__ADS_3

Disaat semua orang sedang tertidur pulas, dan hanya tersisa para penjaga di luar kastil dan 3 orang yang memantau di ruang kendali. Carmelia malah terbangun dari tidurnya, Ia melihat ke sekelilingnya untuk memastikan dimana keberadaannya sekarang.


"Sudah kuduga," gumam Wanita itu yang terduduk di ranjangnya.


Walaupun masih merasa sedikit pusing karna efek dari obat yang diberikan Vernon, tapi Wanita itu tetap berusaha untuk turun dari ranjang dan berdiri untuk keluar dari kamarnya. Tentu saja Ia tak lupa membawa senjata miliknya dan juga ponselnya.


Saat di luar, ternyata ada Dika dan 6 Pria lainnya yang menjaga di depan kamarnya. Wanita itu sedikitpun tidak terkejut dengan keamanan yang ketat ini, Ia malah menyusun rencana agar para Pria yang menjaga di ruang kendali tidak memberitahu Hendra dan Vernon ataupun Agnella, bahwa Ia telah sadar dari obat yang mereka berikan.


"Dika, apa kau bisa membantu ku?" ucap Wanita itu.


"Tentu saja, Nyonya. Membantu anda adalah perintah bagi saya."


"Sebelum itu, apa kalian berenam bisa menjauh? ini sebuah rahasia antara atasan dan bawahan pribadinya," pinta Carmelia.


"Kalian bisa menjauh 10 meter dari sini," timpal Dika. Keenam Pria itu hanya membungkuk badan mereka sekilas, lalu melangkah menjauh dari Dika dan Carmelia.


"Mereka sudah menjauh, Nyonya. Hal apa yang anda inginkan?" tanya Dika.

__ADS_1


"Hm... sebelumnya, berjanjilah untuk membantu ku dan jangan membantah perkataan ku."


"Maaf, Nyonya. Saya tidak bisa berjanji terlebih dulu, saya akan mendengarkan perkataan anda. Baru setelah itu, saya bisa berjanji akan membantu anda."


"Dika, aku adalah atasan mu. Kau tidak boleh membantah perintah ku! kau selalu bilang, bahwa perintah ku adalah mutlak, dan kau tidak bisa membantah satupun perintah ku! Tapi sekarang, kau berani membantahnya!!?" kesal Carmelia yang menatap Dika dengan tajam.


"Saya mohon maaf karna telah lancang melawan perintah anda, Tapi saya melakukan ini atas perintah Tuan Marcel. Karna, anda bisa saja meminta hal yang akan mencelakai anda dan calon bayi anda."


*Cih! aku harus memakai cara apa lagi!?* batin Carmelia.


"Keluarga lama Tuan? maksudnya keluar kandung Tuan Marcel?" tanya Dika.


*Benar, tidak mungkin Dika tidak tau mengenai keluarga kandung Marcel. Dan aku bisa memakai alasan itu untuk keluar dari kastil, selama Marcel pergi,* batin Wanita itu.


"Iya, keluarga Kandung Marcel. Aku ingin menemuinya, calon bayi ku sangat ingin bertemu dengan Nenek dan kakeknya," jawabnya sambil menatap kearah perutnya dan tak lupa mengelus lembut perutnya yang cukup besar itu.


"Maaf, Nyonya. Saya harus mengatakan ini kepada Tuan Vernon dan Tuan Hendra terlebih dulu, karna saya tidak bisa mengambil keuntungan sendiri. Saya takut mereka marah karna Nyonya keluar tanpa sepengetahuannya."

__ADS_1


*Itu yang ku inginkan,* batin Carmelia sambil tersenyum licik.


Carmelia langsung menatap Dika dan berkata. "Baiklah, beritahu mereka sekarang. Aku akan menunggu kabar dari mu di kabar."


"Baiklah, Nyonya. Biar saya bantu anda masuk ke dalam," tawar Dika.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri. Kau pergilah sekarang, aku tidak ingin menunggu lama," tolaknya.


"Aku akan masuk sekarang, dan kau boleh pergi." Carmelia dengan perlahan berbalik dan melangkah masuk ke dalam kamarnya kembali, meninggalkan Dika yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.


Setelah Pintu kamar itu tertutup, Dika pun memanggil kembali ke enam Pria itu dan menyuruh mereka untuk menjaga Carmelia sampai Ia kembali.


Tak perlu waktu lama Carmelia menunggu, Dika akhirnya datang bersama dengan Hendra, Vernon, dan tentu saja Agnella. Mereka bertiga melangkah kearah Carmelia dengan tergesa-gesa. Melihat ekspresi mereka bertiga yang khawatir bercampur rasa takut, Carmelia malah tersenyum tipis.


*Sepertinya rencana ku akan berhasil,* batin Wanita itu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2