Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Mata Yang Sembab


__ADS_3

Saat sampai di kastil pun, air mata ku masih tidak bisa berhenti menetes. Aku sudah tidak tau bagaimana kondisi mata ku sekarang, karna merasa malu aku sampai tidak berani untuk keluar dari mobil.


"Kenapa air mata ini tak kunjung berhenti? ini sudah hampir sejam dia mengalir!" gerutu ku.


Tiba-tiba saja Nella yang berada di sampingku, sontak merangkul ku dan mengelus bahu ku dengan lembut. aku langsung menengok kearahnya dengan mata yang basah.


"Berhentilah menangis, Tuan. Setau saya Tuan Marcel tidak pernah menangis, saat di marahin Nyonya pun anda tetap berdiri dengan tegak tanpa menundukkan kepala." ucapnya.


"Aku juga manusia, Nella. Bagaimana bisa aku tidak menangis jika harus berpisah dengan keluarga kandung ku? saat kematian Ibu dan Ayah pun aku sampai mengurung diriku."


"Siapa bilang itu sebuah perpisahan untuk Marcel? jika bagi Reyhan, tentu saja itu sebuah perpisahan untuk selamanya. Tapi bukan berarti anda tidak bisa menemui keluarga anda, anda hanya perlu waktu yang tepat saja. Jadi...tenanglah~ dan berhenti menangis, Tuan~"


Saat mendengar ucapannya itu, aku sontak terdiam dan membatu sambil menatap wanita itu yang juga menatap ku. Dan tanpa sadar aku tiba-tiba menariknya ke dalam pelukan ku.


"T-tuan?!" sahutnya terkejut.


"Aku tau ini tidak sopan, tapi biarkan aku seperti ini, sebentar saja~"


"Haah...baiklah, hanya 5 menit."


*Tubuh ini terasa sangat nyaman, sama seperti tubuh milik mendiang Ibu angkat ku.* batin ku.


"Tuan, ini sudah 5 menit."


"Eh? dari mana kamu tau? aku rasa, aku baru saja memeluk mu." tanya ku


"Aku menghitungnya, Tuan." jawabnya.

__ADS_1


Mendengar jawaban konyolnya itu, aku pun langsung melepaskan pelukan ku dan menatapnya dengan tatapan aneh.


"Benar-benar wanita yang ketat." sindir ku.


"Jordan, berikan kacamata hitam untuk ku."


"Ini, Tuan. Saya sudah menyiapkannya mulai tadi." ucap Jordan sambil memberikan kacamata hitam.


Aku pun mengambil kacamata itu, lalu memakainya setelah menghapus air mata yang masih tersisa di pipi ku. dan langsung melangkah keluar dari mobil.


"Haah..." hela nafas ku, lalu mulai melangkah masuk ke dalam kastil.


Karna terlalu sedih dengan perpisahan ku dengan keluarga ku, aku sampai melupakan seseorang yang mulai tadi sibuk mengganggu ku.


Aku yang baru saja mendorong pintu kamar ku, dan melangkah kaki kanan ku. Tiba-tiba dibuat terkejut dengan seseorang yang memeluk ku dari depan.


Ya...seorang gadis yang berumur 19 tahun, dengan rambut panjangnya dan pakaian serba hitamnya yang menutupi kulit putih bersihnya.


"Kan sudah ku bilang, lakukan apapun yang kamu inginkan. Jangan hanya karna ingin mendengarkan penjelasan ku, kamu sampai menunggu ku seperti ini." ucap ku, lalu melangkah kearah sofa dengan Jessica yang masih memeluku erat.


Setelah duduk di sofa, aku menyuruh pelayan yang berada di depan ku untuk pergi, agar aku bisa melepas kacamata ku tanpa harus menundukkan kepala untuk menyembunyikan mata sembab ku.


"Mau sampai kapan kamu memeluk ku?" tanya ku sambil melepas kacamata itu dan melemparnya ke atas meja.


"Eh? mata mu kenapa? kenapa bengkak begini? apa kamu habis menangis?" tanyanya sambil memegang wajah ku dengan kedua tangannya.


"Iya, aku habis menangis. Kenapa? baru pertama kali melihat ku menangis ya? mau mengejek ku?"

__ADS_1


"Hei! kenapa kamu sngt sensitif hari ini!? ini seperti bukan diri mu yang ku kenal." sahutnya yang menatap ku dengan serius.


"Tidak tau, aku benar-benar lelah." keluh ku.


Tapi tiba-tiba saja Jessica menarik kerah baju ku dan mengecup bibir ku, aku yang terkejut hanya bisa menatapnya dengan mata yang membulat, sedangkan dia menatap ku dengan mata tajamnya.


"Ada apa? jangan memendamnya sendiri, aku ada disini. Aku siap mendengarkan keluh kesah mu." ucapnya lembut.


"Aku tidak tau harus menceritakannya dari mana, tapi hari ini benar-benar hari terburuk. Reyhan yang kubunuh dengan tangan ku sendiri, berpisah dengan keluarga ku, melihat keluarga ku menangis di depan mayat yang sama sekali bukan tubuh ku, dan yang aku bisa lakukan di akhirnya hanya berjanji dalam diam."


"Reyhan mati? apa maksud mu? kamu masih disini, dan tubuh mu masih baik-baik saja."


"Apa kamu lupa kalau di dalam tubuh ku ada 2 sosok pria yang berbeda? Reyhan dan Marcel yang saling bertolak belakang, dan sekarang Marcel telah mengambil alih tubuh ini seutuhnya."


"Pertanyaan mu mengenai berita hari ini, itulah jawabannya. Reyhan sekarang sudah tiada, dan hanya tersisa Marcel Anggara."


Aku tau Jessica pasti bingung dengan apa yang ku ucapkan, Ia sampai tak bisa berkata-kata dan hanya menatap ku dalam diam saja.


"Aku akan menjelaskan detailnya nanti, hari ini aku ingin beristirahat. Maafkan aku." sambung ku, sambil melepas tangan Jessica, lalu berdiri dan melangkah kearah ranjang untuk beristirahat.


Jessica masih terdiam di tempatnya, Ia tidak mengatakan sepatah katapun. Menengok kearah ku saja tidak.


"Sekali lagi, maafkan aku. Aku benar-benar ingin menenangkan diri ku, maaf." ucap ku, lalu naik ke atas ranjang dan menutupi tubuh ku dengan selimut.


BERSAMBUNG


**Info!!

__ADS_1


Mulai besok MBS gak update sampai tgl 15 Mei, authornya lagi sibuk karna bentar lagi lebaran. Jadi...maaf~


Babay❤️**


__ADS_2