Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Bermain Golf


__ADS_3

MARCEL POV*


Saat berjalan ke arah ruang tamu, gue bisa melihat para Pria itu sudah mengganti pakaian mereka menjadi pakaian golf. Padahal gue saja masih memakai pakaian yang sangat formal.


"Ah! Itu Tuan." sahut Milo sambil menatap kearah gue, dan membuat seorang orang yang ada di situ sontak menengok dan menatap gue.


"Akhirnya anda datang juga." sambung Henry.


"Ada apa? Untuk apa kalian memakai pakaian golf di siang bolong seperti ini?" tanya gue sambil duduk di kursi.


"Kita akan bermain golf, Tuan. Ini sudah pukul 2 siang, kita akan bermain sampai pukul 5 sore." jawab Emiliano.


*Lah? 3 jam? apa mereka gila!!?* batin gue.


"Akan lebih baik kalau kita bermain saat pukul 3 sore, dan satu jamnya kita gunakan untuk beristirahat. Bagaimana?" saran gue.


"Tidak, Tuan. Dari tadi anda menyuruh kami untuk beristirahat, padahal kami kesini untuk menghabiskan waktu kami bersama anda." sahut Henry.


"Tuan, lebih baik anda mengiyakan keinginan mereka. Masalah mataharinya, saya bisa menyuruh para penjaga untuk memasang pelindung matahari di atas lapangan golf." bisik Jordan.


"Haah...benar-benar membuat melelahkan." keluh gue.


"Baiklah, kita akan bermain golf sekarang. Kalian boleh lebih dulu ke lapangan, aku akan menyusul setelah mengganti pakaian." ucap gue, lalu berdiri.


"Baiklah, kami akan menunggu anda." jawab Emiliano.

__ADS_1


Gue hanya mengangguk, lalu berbalik dan melangkah pergi dari ruang tamu itu menuju ke ruang ganti bersama dengan Vernon di belakang gue.


***


Setelah selesai mengganti pakaian, gue pun kembali menemui para tamu itu. Sebenarnya gue sedikit membenci pakaian golf ini, gue harus memekai celana yang panjangnya tidak sampai menutupi lutut gue.


"Kenapa kalian hanya membeli pakaian golf dengan celana pendek saja!? padahal aku membenci celana ini!" protes gue ke Vernon.


"Saya membeli apa yang menurut saya cocok untuk anda, dan lagi...kenapa anda membenci celana itu? padahal celana itu membuat anda terlihat sangat tampan."


"Tampan apanya? seperti orang yang sudah berumur!" ketus gue.


"Oh ya, tadi aku tidak melihat Putri Tuan Henry. Kemana dia? apa dia kembali ke Negaranya?"


"Aku tidak tau namanya! intinya gadis yg tinggi, berambut sebahu, kulit seputih susu, mata biru keabu-abuan, dan selalu membawa buku."


"Wah...anda tidak tau namanya, tapi sangat detail menjelaskan mengenai Nona Bella."


"Gadis sepertinya sangat berbeda dari semua gadis yang aku temui, mana mungkin aku melupakannya. Walaupun aku merasa jengkel karna Tuan Henry malah berkata aneh-aneh kepada gadis itu."


"Wajar saja, Tuan Henry ingin menjalin ikatan yang lebih kuat dengan anda. Makanya Ia seperti itu."


"Bukanya tadi aku bertanya mengenai dimana gadis itu? kenapa kamu malah membicarakan gadis itu!? cih!!"


"Nona Bella sedang berada di perpustakaan kastil, mungkin Ia sedang mengerjakan tugas sekolahnya."

__ADS_1


"Oh..." jawab gue.


Saat gue baru ingin melangkahkan kaki melewati batas antara kasil dan lapangan golf, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama gue dari belakang. Gue langsung menengok dan menatap orang itu, begitupun dengan Vernon yang ikut berbalik ke arah suara itu


"Selamat Siang, Nona." sapa Vernon kepada Bella.


*Lah? baru tadi di bicarain, udah muncul aja. Dah kayak setan nih bocah.* batin gue terheran-heran.


"Ada apa memanggil ku?" tanya gue sambil berbalik menghadap ke Bella.


"Tidak apa, aku hanya ingin menyapa saja. Mulai tadi, aku tidak sempat memberi salam kepada anda." jawabnya.


"Oh... apa kamu mau ke lapangan golf juga?"


"Hm...iya." jawabnya sambil mengangguk pelan.


"Yasudah, ikut dengan ku saja. Kita kesana bersama." ajak gue.


Dengan cepat Ia menganggukkan kepalanya, lalu melangkah mendekati gue dan berdiri tepat di samping gue dengan senyum tipis tapi terlihat sangat bahagia.


*Ya...dia memang masih bocah.* batin gue.


Kami bertiga pun melangkah keluar dari kastil, dan menghampiri para keluarga itu yang sudah mulai bermain sebelum gue datang.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2