
Marcel yang menggendong Putrinya, dan menatap lekat wajah Putrinya sambil mengelus lembut puncak kepala Nona mungil itu. Agnella yang masih berada di samping Pria itu, Ia hanya bisa diam dan memerhatikan seorang Ayah yang baru pertama kali bertemu dengan Putrinya.
"Apa keberadaan anak ini sudah di ketahui?" tanya Marcel.
"Keberadaan Nona masih di sembunyikan, Tuan Grissham juga membantu akan hal itu. Jadi, sebelum anda siap untuk mempublish keberadaan Nona, publik tidak akan mengetahui keberadaan Nona," jawab Agnella.
"Tapi, apa dia tidak apa jika hidup dalam kurungan?"
"Pasti Nona paham akan hal itu, jadi anda tidak perlu memikirkannya. Anda hanya perlu menjalani hari-hari anda seperti biasa, dan jangan mengurung diri anda lagi."
__ADS_1
"Nella, apa aku boleh meminta bantuan mu?" ucap Mrvel sambil menengok dan menatap Agnella.
"Apa yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Agnella.
"Tolong bantu aku untuk menjaga Reah, dan rawat dia seperti kamu merawat Putri mu sendiri. Berikan segalanya kepadanya, dan beri dia pelajaran lebih awal mengenai pemimpin Wanita. Aku tidak yakin kepada diri ku sendiri, kalau aku bisa menjaganya dengan baik. Jangankan merawat Putri mungil ini, Istri ku sendiri saja tidak bisa ku jaga dengan baik."
"Anda tidak boleh berkata seperti itu, Tuan! Anda sudah menjaga Nyonya dengan baik, tapi takdir malah berkata lain dan Tuhan lebih menyayangi Nyonya. Dan lagi, Tuhan memberikan Nona Reah sebagai pengganti Nyonya Carmelia."
"Haah... baiklah, saya akan menjaga Nona Reah. Tapi, Tuan... tolong tetap datang dan temui Nona, jangan terlalu sibuk dan malah melupakan Nona Reah. Itu akan mempengaruhi pandangan para pelayan dan penjaga kepada Nona Reah. Sekarang saja sudah tersebar rumor, bahwa anda membenci Nona Reah, karna Nona yang menyebabkan kematian Nyonya Carmelia."
__ADS_1
"Hah!? kenapa bisa ada rumor seperti itu!!? mana mungkin aku membenci Putri ku sendiri! aku memang tidak menyukai hari lahir Reah karna bertepatan dengan kematian Carmelia, tapi bukan berarti aku membenci anak yang tak bersalah."
"Tapi, Tuan. Karna anda yang tidak pernah menemui Nona, itu malah membuat para pelayan dan penjaga berpikir buruk tentang Nona. Jadi saya harap, sering-sering lah menemui Nona, walaupun hanya sebentar atau hanya sekedar bertanya kabar Nona."
Mendengar perkataan Agnella itu, Marcel terdiam dan Ia tiba-tiba memberikan Putrinya kepada Agnella. Tentu saja wanita itu terkejut sekaligus heran dengan sikap Marcel. Pria itu pun turun dari ranjang dan berdiri menghadap ke Agnella, lalu berkata. "Maaf... tolong rawat dia, aku akan pergi Sekarang."
Sebelum Agnella mengatakan sepatah katapun, Marcel langsung berbalik dan melangkah pergi meninggalkan kamar wanita itu. Pria itu berjalan kearah menuju ruang kerjanya, yang sudah cukup lama tidak Ia kunjungi.
Tapi saat di perjalanan Pria itu tak sengaja melewati ruangan yang sangat berarti bagi wanita yang telah tiada itu. Marcel menghentikan langkahnya tepat di depan pintu ruangan itu, dan dengan perlahan Ia menengok kearah pintu itu dan menatap lekat pintu yang tertutup rapat itu.
__ADS_1
"Tidak, aku masih tidak ingin kesana," gumam Pria itu dan kembali menatap ke depan, lalu melanjutkan langkah yang seperti terhenti itu.
Bersambung