Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Makan Malam Bersama


__ADS_3

  Selama di perjalan menuju Restoran, kami berdua hanya diam saja. Gue sibuk bermain ponsel, sedangkan Jessica hanya bisa berdiam diri sambil menatap keluar mobil.


  Awalnya tuh gadis anteng-anteng, tapi tiba-tiba dia malah ngerampas ponsel gue.


  "Balikin!" ucap gue tanpa menengok kearahnya.


  "Lu gak adil banget! masa gue gak boleh pegang ponsel gue sendiri? gue kan juga mau main ponsel, masa cuma lu, sih!!?" protesnya.


  "Itu demi keamanan anda, Nona." sambung Jordan.


  "Tapi-"


  "Enggak usah tapi-tapi!" potong gue sambil merampas ponsel gue kembali.


  "Ih!! dasar, gak adil!!" rajuknya.


  "Bodo!" balas gue.


  Tak lama kemudian, kami pun sampai di restoran yang dipilihkan Jordan. Tanpa basa-basi lagi, gue dan Jessica langsung melangkah masuk ke dalam restoran itu, diikut oleh Jordan dan 10 bawahan lainnya di belakang gue.


  "Selamat malam, Tuan." sapa Pria yanng berdiri di depan gue sambil menunduk.


  "Dia manajer dari restoran ini, Tuan." sahut Jordan.


  "Oh...malam." balas gue.


  "Mari saya tunjukkan meja anda, Tuan." ucapnya lalu berjalan lebih dulu.


  Gue dan yang lainnya pun mengikutinya dari belakang. Selama di perjalanan, gue melirik Jessica yang sedang melihat-lihat Restoran itu dengan senyum kecilnya.


  Entah apa yang sedang ada di pikiran gadis itu, tapi Ia tampak cukup senang.


  Saat sampai di meja itu, gue di buat terkejut dengan buket bunga mawar yang ada tepat di atas meja itu, dan meja itu di tata seperti sedang ingin berkencan.


  "Apa itu meja yang kamu pesan, Jordan?" tanya Gue.


  "Iya, Tuan." jawabnya.


  Gue sontak berbalik, dan menarik kera baju Jordan dengan kasar.


  "Apa kamu gila!!?" geram gue.


  "Ma-maafkan saya, Tuan. Saya pikir, anda dan Nona akan berkencan." jawabnya.


  "Tidak akan ada hal seperti itu!!" ucap gue lalu melepaskan Jordan sambil mendorongnya.


  Gue pun langsung melangkah ke meja itu, lalu duduk di kursi yang telah di tarik ke belakang oleh pelayan. Begitupun dengan Jessica.


  "Singkirkan bunga ini!!" perintah gue.


  "Baik, Tuan." ucap Pelayan yang ada di belakang gue.

__ADS_1


  Tapi saat pelayan itu ingin mengambil bunga itu, Jessica lebih dulu mengenalnya. Lalu menatap gue dengan tajam.


  "Gak usah macam-macam, cepat kembalikan bunga itu!" perintah gue.


  "Enggak!! ini kan buat gue, ngapain gue kasih kembali!?" tolaknya.


  "Lu mau bawa pulang tuh bunga? enggak, kan? cepat kembaliin!" sambung gue.


  "Apaan sih!? gue mau taro di kamar gue." ucapnya.


  "Hah...serah lu!" jawab gue.


  "Sajikan makannya!" perintah gue.


  "Baik, Tuan." jawab para pelayan.


  Semua makanan pun mulai di sajikan secara bergantian. Mulai dari makanan pembuka, makanan utama, dan terakhir makanan penutup.


  Gue memakan makanan itu dengan santai, berbeda dengan Jessica. Ia benar-benar menikmati makan malamnya, dengan tersenyum kecil.


  Sebenarnya cukup aneh dengan sikap Jessica, yang seolah-olah ini adalah kali pertamanya makan di restoran seperti ini.


  Setau gue, keluarga Jessica lebih di atas dari pada keluarga gue. dan lagi, dia kan berteman dengan Amel, Putri dari pemilik sekolah terbaik di Negri ini.


  Gue berusaha untuk tidak menanyakan hal yang bisa saja membuatnya tersinggung. Jadi, gue lebih memilih untuk menatap keluar jendela saja, sambil menunggunya selesai memakan makanan penutupnya.


  *Lama banget.* batin gue yang mulai bete berada di restoran itu.


  "Haah..." hela nafas gue.


  "Tidak ada." jawab gue.


  Gue sontak menatap ke Jessica, lalu bertanya. "Udah selesai?"


  "Udah, Terima kasih atas sajiannya." jawabnya sambil tersenyum ke Manajer itu.


  "Ckck!" decak gue.


  Gue sontak berdiri, lalu berkata. "Selesaikan pembayarannya." dan langsung berjalan pergi, dan diikuti 10 bawahan gue.


  Gue gak tau, apa Jessica ngikuti gue atau gak. Tapi, gak ada suara heels yang gue denger di belakang gue.


  Saat sampai di mobil, memang gak ada Jessica di belakang gue. Gue langsung menutup pintu mobil, tanpa memperdulikan gadis itu.


  "Dimana Nona, Tuan?" tanya supir itu.


  "Tidak tau!" jawab gue malas.


  Gue cukup kesal sama Jessica, tapi anehnya gue malah nungguin dia. Sampai gak berhenti buat menengok keluar mobil, cuma buat mastiin dia udah keluar atau belum.


  "Mana sih tuh cewek, lama banget!" gerutu gue.

__ADS_1


  "Mungkin sebentar lagi keluar, Tuan." sambung Pria itu.


  Benar saja, Jordan dan Jessica akhinya keluar dari restoran itu. Tapi, mereka terlihat sedang berbincang bersama, dan lagi Jessica sampai tersenyum lebar ke Jordan.


  "Hm..." dehem gue sambil menatap ke mereka.


  Setelah mereka masu ke dalam mobil, gue langsung berkata. "Jalan!!"


  "Baru juga duduk, udah di suruh jalan aja, dasar!" protesnya.


  Gue hanya diam aja sambil bermain ponsel, tanpa memperdulikan gadis itu.


  Selama di perjalanan, gue sama sekali tidak pernah menengok atau pun melirik gadis itu.


  Karna bosan, gue langsung meminta sebotol whiskey kepada supir.


  "Berikan aku whiskey." ucap gue.


  "Baik, Tuan." jawab Pria itu.


  "Buat apa? tadi di restoran lu udah minum alkohol, loh!" sahut Jessica.


  "Ini, Tuan." sambung Pria itu sambil memberikan gue sebotol whiskey dan juga gelas.


  Tapi saat gue ingin mengambil botol Whiskey dan gelas itu, Jessica lebih dulu mengambilnya.


  "Gue lagi malas debat, cepat sini!!" ucap gue.


  "Kagak!! lu kenapa, sih!? suka banget minum alkohol, lu pikir kadar alkohol yang lu minum tuh rendah? kagak bego!" protesnya.


  Tanpa memperdulikan ucapannya, Gue sontal merampas botol whiskey itu, lalu membukanya dan langsung meminumnya tanpa memakai gelas.


  "Tuan, jangan langsung minum dari botol." sahut Jordan.


  "Diam!!" bentak gue.


  "Maaf, Tuan." jawabnya.


  "Hah... benar-benar memuakkan." gumam gue.


  "Lu kenapa, sih!? tiba-tiba marah-marah, lu lagi PMS, hah!?" sambung Jessica.


  Sekali lagi, gue gak memperdulikan ucapan gadis itu. Gue bener-bener malas berdebat dengannya, menatapnya saja itu bisa membuat gue muak.


  Setelah sampai di markas, Gue langsung keluar dari mobil. Lalu melangkah masuk kedalam Markas.


  Saat berada di depan ruangan gue, gue langsung berbalik dan menatap Jessica lalu berkata. "Bawakan 2 gadis ke ruangan ku, Jordan!" sambil tersenyum licik.


  "Baik, Tuan." jawab Jordan sambil menunduk lalu pergi.


  Gue pun sontak berbalik, tapi saat gue ingin melangkah masuk keruangan gue, tiba-tiba ada yang menahan tangan gue.

__ADS_1


  "Berhenti melakukan hal gila itu!" ucap Jessica.


  Bersambung


__ADS_2