Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Bryan Kembali


__ADS_3

Teriakan Sang supir yang menyuruh kedua wanita itu berlindung adalah sebuah peringatan bahwa ada sebuah bom yang sedang di lemparkan kearah mereka. Walaupun mobil yang di tumpangi mereka adalah mobil yang di desain khusus akan ketahanannya dari peluru dan bom, tapi jika sebuah bom dengan ledakan yang amat sangat kuat. Itu akan tetap membuat mobil itu rusak.


Agnella yang sempat menarik Carmelia kedalam pelukannya dan melindungi wanita itu dengan tubuhnya, Ia malah jatuh pingsan karna ledakan bom yang membuat separuh dari mobil itu rusak. Begitupun dengan sang supir yang juga tak sempat menyelamatkan dirinya.


Walaupun Carmelia di lindungi oleh Agnella, tapi tentu saja Ia masih bisa terkena efek dari ledakan itu. Beberapa luka yang menghiasi kulit mulus Carmelia dan beberapa tetes darah yang keluar dari tubuh wanita itu.


Carmelia yang masih setengah sadar berusaha untuk keluar dari mobil, walaupun Ia harus merangkak karna kakinya yang terluka. Tapi, saat Ia berhasil keluar, ada seseorang yang berdiri tepat di hadapannya. Ia dengn perlahan menengok keatas dan menatap seseorang itu.


"Haah... a-apa ma-mau mu?" Perkataan Carmelia itu membuat Pria yang berdiri di hadapannya itu tersenyum tipis, lalu tiba-tiba turun dan berjongkok tepat di hadapan Wanita itu.


"Hm..." dehem Pria itu sambil mengangkat dagu Carmelia.


"Wajah cantik mu sampai terluka karna ulah suami mu, seharusnya dia tetap berada disisi istrinya, bukannya malah pergi dan berurusan dengan serikat kepolisian. Bodoh!" ucap Pria itu.


"Apa yang kau inginkan Bryan!!!?" geram Carmelia.


"Oh... kau masih mengingat nama itu? hahaha... kau benar-benar bodoh Jessica—eh! maksud ku CARMELIA MARCEL ANGGARA."


"Berhenti bermain-main! cepat katakan apa yang kau inginkan!!"

__ADS_1


"Yang ku inginkan? hm..." Bryan tiba-tiba mendekati wajah Carmelia dan berbisik di telinga Wanita itu. "Membunuh semua keturunan Anggara!"


Ia kembali menjauhkan wajahnya dari Carmelia dan tersenyum puas kepada Wanita itu.


"TAPI KENAPA!!? yang di bunuh itu hanya ayah mu, bukan keturunan mu!! kenapa kau malah membalaskan dendam kepada anak yang belum lahir!?"


"Hm... kenapa ya? hm... mungkin karna aku menyukainya?" jawab Bryan sambil tersenyum lebar kepada Carmelia.


Bryan tiba-tiba mengalihkan pandangannya ke bagian tubuh Carmelia yang lain, lalu berkata. "Oh! sudah keluar ya?"


Mendengar perkataannya itu, Carmelia dengan cepat menengok kearah yang ditatap oleh Bryan, dan ternyata. Darah mulai mengalir ke paha dan betis Wanita itu. Carmelia yang melihat itu sngat terkejut dan membuat tubuhnya bergetar dengan hebat.


"DIMANA MEREKA!!? KENAPA KAU MENYAKITI MEREKA!!?" teriak Carmelia.


"Hust! diam! aku tidak suka wnita yang berisik! dan lagi, aku masih cukup baik karna membiarkan mereka tetap hidup."


"Tolong jangan sakiti mereka, tolong... biarkan mereka hidup, tolong jangan sakiti mereka," lirih Carmelia yang mulai mengeluarkan air mata.


"Wow! pemandangan yang bagus, seorang Istri Pemimpin Mafia Dunia menangis di hadapan ku? apa aku harus mengabadikannya?"

__ADS_1


"Tolong... lepaskan mereka semua, aku mohon..."


"Bodoh! kau saja sudah sekarat seperti ini, tapi kau malah memohon untuk nyawa mereka? benar-benar bodoh!!"


"Nyawa ku tidak sepenting itu, mereka lebih penting dari nyawa ku." Perkataan Carmelia itu malah membuat Bryan kesal, dan Pria itu langsung berdiri lalu menatap Carmelia dari atas.


Pria itu tiba-tiba menendang perut Carmelia dengan kuat, dan membuat Carmelia berteriak kesakitan dengan berbaring di atas aspal. Tapi Bryan tidak memperdulikan teriakannya, Ia terus saja menendang perut Carmelia.


Tentu saja Wanita itu berkali-kali memohon agar Bryan bisa berhenti, dan akhinya setelah delapan kali tendangan, akhirnya Bryan pun berhenti.


"Aku yakin bayi mu sudah tak bisa di selamatkan lagi, begitupun dengan diri mu sendiri," ucap Bryan.


Carmelia hanya diam sambil memegangi perut nya, Ia menahan rasa sakit itu dan hanya bisa berdoa di dalam hatinya memohon agar ada bantuan yang segera datang.


"Sudahlah, kau bisa tinggal disini! Selamat tinggal dan sampai jumpa di akhirat nanti," lanjut Bryan dan langsung meninggalkan Carmelia yang tergeletak di atas aspal dengan darah yang tak henti-hentinya keluar dari rahimnya.


Tiba-tiba saja Carmelia merangkak mencari sebuah pecahan kaca mobil, dan mengambilnya lalu menggores lenganny sendiri dengan kaca itu. Ia menulis nama Bryan tepat di lengan kirinya.


"Tolong... cepatlah datang..." gumam Wanita itu sebelum Ia tak sadarkan diri.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2