
"Hei, Vernon! Kenapa kau kesana? aku tidak menyuruh mu kesana!" cetus ku kepada Vernon yang berdiri di samping Pria aneh itu.
Tapi, bukannya kembali kepadaku. Vernon malah membungkuk kepada Pia itu dan berkata. "Maaf atas ketidak sopanan Tuan saya, Tuan."
"Tak apa, wajar saja. Ini pertama kalinya kita bertemu, Iya kan, Nak?" ucapnya.
*Nak? enak saja memanggil ku seperti itu!* batin ku.
"Vernon, cepat kembali kesini! jika tidak—" Tiba-tiba saja ada yang memotong ucapan ku, dengan berkata. "Selamat siang, Tuan Grissham."
Mendengar itu, aku langsung menengok kearah suara itu. dan ternyata, orang itu adalah Jordan yang bersama dengan Andre dan Nella.
"Ah! Jordan, sudah lama sekali kita tak bertemu. Ternyata kau masih sama seperti sebelumnya." Pria itu berbicara seolah-olah Ia mengenal Jordan dengan sangat dekat.
"Selamat datang, Tuan. Maaf kami tidak menyambut Anda dengan benar," ucap Jordan sambil membungkuk bersama Andre dan Nella.
Aku semakin bingung dengan situasi yang terjadi sekarang, "siapa Pria itu?" "kenapa mereka sangat tunduk kepadanya?" pertanyaan yang tak henti-hentinya muncul di benak ku.
"Tidak apa, aku datang bukan untuk menerima sambutan kalian. Aku hanya ingin menemui Putra penyelamat ku," balas Pria itu.
"Anda datang diwaktu yang tepat, Tuan. Tuan Marcel sedang senggang sekarang,"
"Jordan! kenapa kau memberitahu jadwal ku kepada orang lain!!?" kesal ku.
"Hahaha... kamu benar-benar anak yang penuh dengan kewaspadaan." Entah itu sebuah pujian atau hinaan, aku benar-benar tidak peduli. Aku malah menatap Pria itu dengan tajam.
"Tuan, tolong jaga sikap anda. Pria ini adalah—"
"Aku tak peduli siapa Pria itu, Nella! sekarang kemarilah! jangan terus-terusan membungkuk kepdanya!!" potongku.
Carmelia yang duduk di samping ku, tiba-tiba memukul pundak ku dengan keras dan membuat ku sontak menengok kearahnya. "Kenapa kau dari tadi menyakitiku terus sih!? apa yang salah dari ku!?"
"Jaga sopan santun mu, Marcel! dia itu orang yang lebih tua dari mu!"
"Aku tidak peduli!!" balas ku.
"Melihat kalian, aku jadi teringat pasangan Anggara yang sebelumnya," cetus Pria itu.
"Tuan, apa anda ingat dengan cerita ayah anda dulu? Cerita tentang seorang Pria yang sangat membenci Mafia, tapi Ia malah berteman dengan salah satu pemimpin mafia," tanya Jordan.
__ADS_1
"Kenapa? bukannya itu cerita 8 tahun yang lalu? kenapa tiba-tiba kau mengungkit Pria aneh itu?" heran ku.
"Pria yang anda sebut aneh itu adalah, Pria yang sekarang ada di hadapan anda." Aku sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Jordan, dan langsung menatap Pria itu kembali.
"D-dia Pria itu?" tanya ku.
"Haha...benar, ini aku. Sahabat Ayah mu," ucapnya sambil tersenyum.
"Maaf karna baru menemui mu setelah Ayah mu meninggal, seharusnya aku datang saat pemakamannya dan menemanimu."
"Tapi, kenapa anda tiba-tiba datang? tanpa menghubungi lebih dulu? bukannya tempat tinggal anda sangat jauh dari bandara Amerika?"
"Aku hanya ingin memberikan kejutan untuk mu, tapi. Maaf aku tidak membawa apa-apa, aku tidak punya uang untuk membelikan mu hadia."
"Eh? tidak perlu, saya tidak ingin hadia. Anda datang berkunjung saja, saya sudah senang."
"Sebelum itu, saya mohon maaf atas ketidak sopanan saya tadi. Saya benar-benar tidak tau kalau itu anda."
"Ah, tidak apa-apa. Dari pada meminta maaf, aku lebih membutuhkan ijin mu untuk berkunjung kemakam Ayah dan Ibu mu."
"Tentu saja saya akan mengizinkannya, pasti Ayah sangat senang jika sahabatnya datang berkunjung. Apa perlu saya yang menemani anda?" tawar ku.
"Hm... tapi tak apa jika saya tidak menemani anda?"
"Tak apa, mereka berempat saja sudah cukup."
"Kalau begitu, baiklah. Anda bisa pergi bersama mereka. Saya tidak perlu memberitahu dimana letak makam kedua orang tua saya, karna mereka berempat tau letak makam itu."
"Baiklah," jawabnya lalu berdiri. "Kalau begitu, aku ijin undur diri dulu. Setelah itu, saya akan menemui mu dan berbincang lagi dengan mu," lanjutnya.
Aku dan Carmelia pun ikut berdiri, lalu berkata. "Tentu saja, saya menunggu waktu luang anda."
Kami pun memberi salam satu sama lain dengan menundukkan kepala kami, lalu Ia pun pergi dari hadapan ku bersama keempat orang itu.
"Marcel, apa kau tau dia siapa?" bisik Carmelia.
Mendengar itu, aku langsung menengok kearahnya dan menatapnya bingung. "Eh? ku kira kau tau siapa dia, soalnya dari tadi kau bersikap seakan-akan tau siapa dia."
"Tidak, aku saja tidak tau dia siapa. Vernon hanya berkata bahwa dia orang yang sangat penting, sama pentingnya seperti kedua orang tua mu."
__ADS_1
"Haah...dasar! kalau tidak tau jangan bersikap seolah-olah tau dong!" gerutu ku.
"Kenapa kau begitu, sih!!? emang aku salah?" kesalnya.
"Siapa yang bilang kamu salah, sayang~? kamu tidak pernah salah, kok. Aku yang salah~" canda ku.
"Ah!! Tak tau lah!!" ketusnya, lalu melangkah pergi meninggalkan ku seorang diri lagi.
Aku langsung mengikutinya dari belakang sambil berkata. "Sayang~ jangan marah, dong~ aku kan gak salah apa-apa."
JORDAN POV*
Kami berlima berjalan menelusuri lorong bawah tanah yang mengarah kemakam kedua pasangan Anggara yang sebelumnya. Alasan kenapa makam itu di letakkan di tempat seperti itu, karna jika terjadi sesuatu yang akan menghancurkan kastil ini. Setidaknya makam kedua pasangan itu masih utuh. dan Tuan Marcel juga sudah menjadikan ruangan itu menjadi tempat peristirahatan seluruh anggota keluarga Anggara lainnya.
Saat sampai di depan kedua makam itu, kami bersama-sama berbaris di depan makam itu dan membungkuk dengan sempurna untuk memberi salam. Setelah cukup lama membungkuk, kami pun kembali menenggakan tubuh kami.
"Benar-benar aneh, baru bertemu 2 kali saja. Aku sudah melihat makam mu sendiri, padahal banyak hal yang harus kamu lakukan bersama Putra mu itu," ucap Tuan Grissham.
"Kau bilang, kalau aku harus menjaga Putra mu. Dan bodohnya, aku malah berjanji untuk menjaganya seperti nyawa ku sendiri. Padahal nyawaku saja sangat sering terancam daripada nyawa Putra mu sendiri."
"Haah... seharusnya kau dengan Istri mu sekarang melihat Putra mu yang sedang dimarahi oleh Istrinya tadi. Jika kau melihatnya, aku yakin kau akan tertawa puas sekarang."
Perkataan Pria itu benar-benar mengejutkan, entah apa yang dipikirkan Vernon dan Andre yang berada di samping kirinya. Tapi aku yakin, pasti sekarang mereka sedang menahan tawanya.
"Hei!! aku kesini bukan hanya untuk melihat makam ini, tapi ada hal yang lebih penting dari ini!" timpal Pria itu.
Mendengar itu, aku langsung menengok kearahnya dan menatapnya. Tenyata Andre, Vernon, dan Agnella pun ikut menatapnya dengan wajah yang terkejut sekaligus bingung.
"Apa maksud anda, Tuan? Bukannya anda kesini hanya untuk mengunjungi keluarga Anggara?" tanya ku bingung.
"Bodoh! aku ini sibuk, aku juga selalu mengurung diriku agar menghindari serangan para pembunuh. Untuk apa aku keluar kalau bukan mengenai hal yang penting mengenai Dunia dan Tuan kalian yang sekarang."
Kami benar-benar terkejut dengan apa yang Ia katakan, seolah-olah akan ada yang terjadi dalam waktu dekat ini.
BERSAMBUNG.
*ada yang tau masalah apa yang bakal terjadi? kenapa seorang Grissham Loye malah langsung turun tangan?
jawab di Kolom Komentar ⬇️*
__ADS_1