Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Terkurung Di Ruang Kerja Sendiri


__ADS_3

MARCEL POV*


Entah sekarang sudah hari keberapa aku berada di ruang kerja ku. Aku yang terkurung di dalam sini dengan tumpukan dokumen yang menggunung di hadapan ku, ditambah aku harus mendengarkan keluhan para pemimpin Mafia lainnya yang langsung datang berkunjung ke Kastil.


Aku tidak sekalipun keluar dari ruangan ini, kecuali untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian. Mungkin, aku sudah 4 hari terkurung di ruangan ini setelah kedatangan Andre dan kedua pasngan baru itu. Aku pun tidak sekalipun melihat Istri tercinta ku, aku hanya mendengar laporan megenai kegiatan dan apa yang terjadi dengannya.


Aku beberapa kali bertanya-tanya, "Kenapa Wanita itu tidak menemui ku, walaupun hanya sekali?" yang kutahu, jadwalnya tidak sepadat jadwal ku, Ia pasti bisa meluangkan beberapa menit hany untuk menengok Suaminya ini. Tapi nyatanya, Ia sama sekali tidak menemui ku seolah-olah tidak memperdulikan apa yang sedang aku lakukan.


"Haah... aku ingin mengakhiri pekerja ini~" keluh ku, lalu berbaring di sofa.


"Masih ada 28 dokumen lagi yang harus Anda periksa dan masih ada 45 dokumen yang harus Anda tanda tangani lagi, Tuan," cetus Jordan yang tiba-tiba muncul di atas kepala ku.


"Kau tau, Jordan. Selama empat hari, aku hanya beristirahat selama 3 jam. Itupun, aku tidur dengan posisi duduk di kursi ku. Apa kau tidak kasian kepada ku?"


Tanpa ada rasa ragu sedikitpun, Jordan menjawab dengan cepat. "Tidak, Tuan!"


Mendengar itu, aku tidak terkejut dan tidak heran dengan apa yang Ia katakan. Aku hanya berkata, "aku memang bodoh mengharapkan rasa kasian kepada mu."


"Dari pada itu, Tuan. Apa anda tau, sore ini Nyonya mengadakan tea party di taman kastil. Saat ini, para pelayan sedang sibuk menyiapkan meja untuk para Nyonya yang akan datang."


"Apa semua istri pemimpin hadir?" tanya ku.


"Sepertinya Iya, Tuan."


"Hm... biarkan saja, mungkin ada hal yang ingin para wanita itu bahas.. Bilang saja kepada pria yang sedang berada di tempat latihan, untuk tidak membuat keributan."


"Sebelum anda mengatakan itu, Nyonya lebih dulu memerintah mereka untuk tidak berlatih sore ini. Dan Nyonya memberikan tugas untuk menyambut para istri pemimpin lainnya."


*Apa itu alasannya tidak pernah menemui ku? tapi, ini kan hanya tes party. Bukan pesta besar, kenapa dia malah terlihat sangat sibuk?* batin ku.


"Tuan, akan lebih baik anda melanjutkan pekerjaan anda. Setelah itu, anda bisa beristirahat dengan tenang," kata Jordan.

__ADS_1


Mendengar perkataannya itu, aku langsung bngun dari posisi ku dan duduk, lalu menatapnya. Ia yang tau apa maksud dari tatapan ku itu, langsung melontarkan pertanyaan. "Apa ada yang ingin anda lakukan setelah ini?"


"Apa Tea Party hanya bisa di hadiri para Wanita saja? bagaimana jika ada seorang Pria yang ikut bergabung," tanya ku.


"Tuan, jika anda berniat untuk menemui Nyonya. Tolong temui Nyonya setelah Tea Party, jangan sampai anda mengganggu apa yang telah Nyonya siapkan. Jika tidak, kita semua yang akan terkena imbasnya. Jadi, Tuan... akan lebih baik anda beristirahat di kamar saja, dan tetap diam di dalam kastil," usulnya sambil tersenyum lebar kepada ku.


"Haah...terserah, terserah!! sekarang pergi ambilkan whiskey untuk ku, cepat!" perintah ku.


"Baik, Tuan. Jangan lupa untuk melanjutkan pekerjaan anda," balasnya, lalu melangkah pergi.


"Haah... benar-benar, deh. Kenapa sekarang aku jadi seperti ini!? rasanya sikap ayah turun kepada ku!" keluh ku.


Apa hanya pirasat ku saja, kalau sikap ku sedikit berubah dari beberapa tahun yang lalu. Biasanya, aku selalu bersikap semau ku, karna tidak ada seseorang yang aku saja. Tapi sekarang, aku malah sedikit menjadi lemah. Aku seperti sedang melihat sikap almarhum ayah ku, di dalam diri ini.


"Apa aku harus melakukan pemberontak besar-besaran? atau aku harus melakukan permainan kecil seperti dulu lagi?" saat mengatakan pertanyaan itu kepada diriku sendiri, aku tiba-tiba teringat dengan Carmelia.


Bagaimana bisa aku bermain dengan Wanita lain, saat ada seseorang yang selalu menunggu kepulangan ku dan selalu bekerja keras agar bisa memuaskan ku. Padahal, Ia sendiri pasti lelah dengan pekerjaan yang Ia dapatkan setiap harinya. Karna hal itulah, aku tidak pernah melirik Wanita manapun dan di pikiran ku hanya ada dirinya saja. Rasanya, aku sudah terikat kuat dengannya.


CARMELIA POV*


Setelah mengganti pakaian, aku pun langsung menuju ke taman bersama dengan Bella yang juga ikut hadir di Tea Party ku. Tapi, saat di sudah dekat dengan pintu ketiga kastil. Tiba-tiba ada seseorang yang berteriak memanggil ku.


Suara yang sangat keras dan sangat familiar itu, membuat ku langsung berbalik dan menatap kearah suara itu. Benar saja, Felix yang berlari ke arahku dengan senyum lebarnya.


"Ibu, Ibu~ Ibu mau kemana?" tanyanya.


"Mau ketaman, sayang~ memang kenapa, Felix?"


"Taman? mau minum teh? Felix boleh ikut? Felix juga mau minum teh bareng Ibu."


"Eh? tapi, Felix. Ibu ada tamu penting, Felix gak boleh ikut."

__ADS_1


Mendengar perkataan ku itu, wajah Anak itu tiba-tiba menjadi murung dan berkata. "Felix kan jug penting, masa Felix gak boleh ikut?"


"Carmelia, katakan saja kalau tamu mu adalah orang-orang yang jahat seperti Nyonya Agnella. Pasti anak itu tidak akan ikut dengan mu," bisik Bella.


"Tidak, itu akan membuatnya takut untuk bertemu orang lain nantinya," tolak ku.


"Felix.... Felix bukannya lebih suka main sama Papa Marcel ya? bagaimana kalau sekarang Felix keruangan Papa Marcel, dan bilang kepadanya kalau Ibu Carmelia menyuruhnya untuk menemani mu bermain. Bagaimana?" tawa ku.


"Serius!? Felix boleh main sama Papa sekarang?" tanyanya dengan wajah yang kembali tersenyum.


"Boleh, dong~ siapa yang bisa ngelarang Felix main sama Papa Marcel? Gak ada kan? Jadi, sekarang Felix temui Papa Marcel di ruang kerjanya, dan jangan lupa bilang apa yang Ibu katakan tadi."


"Baik, Bu," jawabnya cepat.


Anak itu tiba-tiba menyuruh ku untuk menunduk, dan Ia langsung memberikan sebuah kecupan kecil di pipi kiri ku. Lalu berkata. "Terimakasih, Ibu. Sampai jumpa di meja makan nanti," sambil berjalan pergi dari hadapan ku.


"Wah...dia benar-benar anak yang penuh dengan kasih sayang. Orang tuanya saja ada empat, aku jadi bingung siapa orang tua aslinya," sindir Bella.


"Diamlah!! lebih baik kau tahan sindiran mu itu, jika saja ada kejadian yang buruk nanti. Aku bisa mengandalkan perkataan pedas mu itu," ejek ku.


"Enak saja!! aku saja belajar dari mu, dan lagi. Perkataan mu lebih pedas dari ku, tau!!" kesalnya.


"Sudahlah, kita harus bergegas ke taman," ucap ku, lalu melanjutkan langkah kami yang sempat terhenti tadi.


BERSAMBUNG


Kemarin ada yang komen, kalau Marcel sekarang jadi lemah. Yang komen itu, jujur yuk jujur. Lu habis baca setting plot gue ya? 😭😭 Gue jadi takut tuh orang bisa nebak semua eps ke depannya😭


Di Season 2 ini, kita lebih banyak menebak-nebak. Dan ada beberapa dari kalian yang komen, tebakannya bener :) padahal baru 2 eps, woi!😭


BTW, gue bntar lagi up novel baru loh😚 jangan lupa baca, like, komen, and share ke teman kalian❤️ biar gue semangat up nya, oke?

__ADS_1


__ADS_2