Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Kedatangan Para Tamu


__ADS_3

Tak terasa, pagi pun tiba. Karna gue yang sudah tidak bisa tertidur lagi, gue akhirnya hanya menghabiskan waktu untuk belajar di kamar sambil memandangi bulan sampai berganti menjadi matahari.


Gue yang masih dalam posisi yang sama dari semalam, akhirnya memilih untuk berdiri dan memanggil pelayan untuk menyiapkan air untuk gue mandi dan menyiapkan pakaian untuk hari ini.


Saat menunggu bak mandi gue siap, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamar gue. Gue pun menyauti ketukan itu sambil berjalan kearah pintu. Setelah pintu terbuka, Pria yang mengetuk pintu itu pun melangkah masuk kedalam kamar gue dan berdiri tepat di hadapan gue.


"Selamat pagi, Tuan. " sapa Vernon sambil membungkuk sekilas.


"Pagi, ada apa? Apa mereka sudah datang?" tanya gue.


"Belum, Tuan. Ini masih pukul delapan pagi, masih terlalu pagi untuk berkunjung ke kediaman orang lain." jawab Vernon.


"Lalu, kenapa menemui ku? seharusnya kamu sekarang sedang bersiap untuk menyambut mereka." sambung gue.


"Saya kemari untuk memberikan ini kepada anda." ucapnya sambil menyodorkan gue sebuah kotak kecil berwarna hitam.


Gue pun meraih kotak itu, dan bertanya. "Apa ini?" sambil mengamati kotak itu.


"Anda bisa melihatnya lansung." jawabnya.


Mendengar jawabannya itu, gue pun mulai membuka kotak itu secara perlahan dan sedikit mengintip isi dari dalam kotak itu.


"Loh? apa ini? bukannya ini kalung ku?" tanya gue bingung.


"Tidak, Tuan. Itu memang terlihat seperti kalung anda, tapi q itu adalah gelang yang di buat khusus untuk anda." jawabnya.


"Apa maksud mu? bukannya pemberian Ayah ku hanya sebuah kalung saja? bagaimana bisa tiba-tiba ada sebuah gelang yang sangat mirip dengan ini?" tanya gue sambil memegang kalung yg ada di leher gue.


"Sebenarnya Kalung dan gelang itu sepasang, Tuan Anggara hanya memakai kalung yang anda pakai sekarang, sedangkan gelang itu di pakai oleh Nyonya Anggara. Sebagai tanda Ia adalah Istri dari pemimpin Mafia." jelasnya.


"Lalu, kenapa baru memberikannya kepada ku?"


"Dari awal saya memang tidak akan memberikannya kepada anda, sebelum anda mendapatkan Wanita seperti Nyonya Anggara. Karna gelang itu tidak bisa di pakai sembarang orang, selain keluarga Anggara, sama seperti kalung yang anda pakai itu."

__ADS_1


"Tapi dengan terpaksa, saya menyerahkan gelang itu kepada anda, dan saya ingin anda memakai gelang itu setiap saat. Jangan memberikan gelang itu kepada siapapun, walaupun itu Nona Carmelia. dan jaga gelang itu seperti anda menjaga Kalung milik Tuan. "


"Tuan, airnya sudah siap." sahut salah satu pelayan dari belakang gue.


"Kalau begitu, sampai jumpa di ruang tamu, Tuan. Saya izin undur diri." ucap Vernon sambil menunduk, lalu berbalik dan melangkah pergi dari hadapan gue.


"Haah...benar-benar membuat pusing." gumam gue.


"Letakkan ini di ruang ganti bersama dengan jam yang akan aku pakai hari ini." perintah gue sambil menyodorkan kotak itu ke pelayan.


Setelah pelayan itu mengambil kotak itu dari tangan gue, gue pun melangkah pergi menuju kamar mandi sambil melepas pakaian gue dan melemparkannya ke sembarang tempat.


Saat berendam di bak mandi sambil memejamkan mata dan menikmati aroma ruangan, tiba-tiba wajah Jessica terlintas di benak gue dan membuat gue sontak membuka mata.


"Haah..." hela nafas gue dan kembali memejamkan mata.


"Bagaimana kabarnya ya? apa dia sekarang sedang bersenang-senang? atau hanya berbaring di kamarnya?"


***


Setelah selesai bersiap, gue pun langsung melangkah keluar dari ruangan ganti menuju ke ruang tamu, dimana gue harus menunggu ketiga Keluarga itu.


Saat sampai di ruang tamu, ternyata mereka sudah berkumpul bersama, dan mengobrol bersama dengan keempat Pria itu.


"Satu keluarga ada 4-5 anggota, nih kastil udah kayak tempat liburan aja." gerutu gue saat melihat mereka.


Tanpa menyapa atau pun tersenyum kepada mereka, gue langsung duduk di kursi yang di sampingnya sudah ada Vernon dan Jordan yang berdiri.


"Selamat pagi, Tuan." sapa Jordan.


"Pagi." balas gue.


Keluar Emiliano sontak berdiri dan menyapa gue sambil menunduk, dan di lanjutkan oleh keluarga Milo, lalu keluarga Henry. Dan gue hanya menjawab dengan menganggukkan kepala saja.

__ADS_1


"Senang bisa bertemu dengan kalian. dan Para Nyonya, anda terlihat sangat cantik hari ini. Membuat ku sempat berpikir bahwa anda adalah Putri dari Suami kalian." puji gue dengan senyum tipis.


Mendengar pujian gue, para Wanita itu langsung tersipu malu dan tak berhenti untuk tersenyum manis ke gue.


"Oh ya, Tuan. Apa yang akan kita lakukan hari ini?" sahut Henry.


"Bagaimana jika keluarga mu beristirahat terlebih dulu? Putri mu itu kelihatan sangat lelah." tawar gue.


"Tidak, Tuan. Saya tidak lelah." celetuk Gadis itu.


"Oh ya? hm...kalau begitu kalian pergilah ke kamar yang telah di siapkan, dan letakkan barang-barang kalian terlebih dulu di kamar itu. Lalu kita akan bertemu di taman yang ada di samping kastil ini."


"Vernon, antarkan mereka ke kamar mereka." perintah gue.


"Baik, Tuan." jawabnya.


"Mari saya antarkan." ajak Vernon.


Ketiga Keluarga itu pun mulai berdiri dan memberi salam ke gue dengan menundukkan kepala mereka, lalu mengikuti Vernon dari belakang.


"Jordan." panggil gue.


"Ada apa, Tuan?" tanyanya.


"Jemput Carmelia, aku ingin bertemu dengannya." jawab gue.


"Tapi, Tuan. Ini masih pagi, bukannya Nona selalu di jemput saat malam hari?"


"Jemput saja, ini perintah!"


"Baik, Tuan." jawabnya dan langsung melangkah pergi.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2