Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Carmelia Sakit?


__ADS_3

MARCEL POV*


Setelah Dua Minggu meninggalkan kastil, akhirnya aku kembali dengan membawa titipan Carmelia. Bukan titipan yang spesial ataupun yang mahal, Wanita itu hanya meminta satu eskrim dari Paris. Aneh? oh tentu saja, padahal di Itali ada juga yang menjual es krim khas Paris.


Tapi karna keingin Istri tercinta ku, aku langsung membawakan 20 kardus eskrim, agar Ia bisa puas memakan eskrim yang Ia inginkan.


Para pelayan membawa semua eskrim itu ke dapur, untuk di sajikan saat makan siang nanti. Dan aku, memilih untuk menemui Carmelia di ruang kerjanya.


"Carmelia~" panggil ku sambil membuka pintu ruangannya.


"Eh!?" Aku terkjut saat melihat Carmelia yang tertidur di atas meja kerjanya.


Aku menghampirinya, dan berdiri tepat di sampingnya. "Dia terlihat sangat lelah," ucap ku pelan sambil menatap wajahnya.


Aku tau jika aku menyentuhnya sedikitpun, pasti dia langsung akan terbangun. Tapi, aku malah memegang pundaknya dan bagian bawah lututnya, lalu menggendongnya ala bridal. Tentu saja Ia terbangun, tapi Ia tak sedikitpun marah kepada ku. Ia malah berkata, "Akhirnya kamu pulang juga." Lalu menyenderkan kepalanya di dada ku, dan kembali menutup matanya.


"Ya, aku sudah pulang," bisik ku. Lalu melangkah keluar dari ruangan itu, menuju kamar kami.


Setelah sampai di kamar, aku meletakkan di atas kasur, dan tak lupa melepas heels yang masih menempel di kakinya.


"Padahal aku menyuruhnya untuk selalu istirahat, Agnella juga selalu kusuruh untuk mengurangi pekerjaannya. Tapi, Ia masih saja seperti ini!" gerutu ku yang duduk di sampingnya, sambil mengelus lembut puncak kepalanya.


Sudah lewat 4 bulan, setelah Carmelia melakukan checkup pertamanya dengan Dokter kandungan. dan sudah 4 bulan juga, aku melakukan apa yang di sarankan oleh Dokter itu. Tapi, sampai sekarang tidak ada tanda-tanda Carmelia hamil. Carmelia juga tidak pernah melakukan checkup lagi selama 2 bulan lebih dengan Dokter kandungan, dengan alasan. Ia tidak ingin terlalu berharap, bahwa Dokter bisa membantunya agar lekas hamil.


Dari pada itu, akhir-akhir ini sikap Jessica terlihat sangat aneh. Mulai dari perubahan suasana hatinya yang sangat gampang berubah, dan keinginannya yang terbilang aneh atau sulit untuk di dapatkan.


Nella selalu menyarankan ku, untuk memeriksa Carmelia ke Dokter kandungan atau menyuruhnya untuk melakukan testpack sendiri. Tapi, aku tidak pernah mendengarkan sarannya. Karna takut menyinggung perasaan Carmelia.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Wanita itu pun bangun dari tidurnya, dan aku masih dengan posisi yang sama mulai tadi.


"Gimana? masih ngantuk?" tanya ku, dan dia hanya menggelengkan kepalanya saja sebagai jawaban.

__ADS_1


Ia tiba-tiba mengangkat kepalanya, dan meletakkannya di atas paha ku. Ia juga memeluk pinggang ku.


"Ada apa? apa ada yang kau inginkan?"


"Tidak ada, aku hanya merindukan mu."


"Maaf, aku kembali agak lama. Tapi, aku membawa titipan mu. Eskrim khas Paris, yang sangat kau inginkan."


Carmelia hanya diam, aku langsung memegang kedua pipinya dan menatap wajahnya itu. "Hei? kenapa diam saja? apa kau masih mengantuk? kenapa kau terlihat sangat lelah? apa Nella memberikan mu banyak pekerjaan?"


"Tidak, Nella tidak memberikan ku banyak pekerjaan. Aku hanya merasa lelah saja," jawabnya.


"Tapi wajah mu terlihat pucat, apa kau sakit? kenapa kau tidak pernah memberitahu ku!?"


"Tidak, aku tidak sakit," elaknya.


Aku tidak memperdulikan perkataannya, aku langsung mengambil ponsel ku dari dalam saku lalu menelpon seseorang.


"Cepat datang kemari, Carmelia sakit!"


"Ba-baik, Tuan*."


Aku pun memutuskan telpon itu, dan meletakkan ponsel ku di atas lemari yang ada di samping ku.


"Aku tidak sakit, Marcel~ aku hanya lelah saja," cetus Carmelia.


"Sakit ataupun tidak, kau tetap harus diperiksa!" tegas ku.


"Tapi—"


"Sudah! jangan berbicara lagi! aku sekarang benar-benar marah karna kau tidak menjaga kesehatan mu!!" potong ku.

__ADS_1


Akhirnya kami hanya bisa diam, selama menunggu Hendra. Tak butuh waktu lama untuk menunggunya, akhirya Pria itupun datang dengan tas yang selalu Ia bawa kemana-mana. Tapi anehnya, Ia membawa satu Dokter lain. Dokter kandungan yang pernah memeriksa Carmelia.


"Maaf membuat anda menunggu, Tuan," ucap Hendra.


"Tak apa, tapi kenapa kau membawanya?" tanya ku sambil menatap ke wanita yang berdiri di samping Hendra.


"Oh, saya hanya membawanya sebagai persiapan saja," jawabnya.


"Terserah lah! sekarang cepat Periksa Carmelia!" perintah ku, sambil berdiri dan membiarkan kedua Dokter itu memeriksa Carmelia.


Awalnya tidak ada yang aneh selama pemeriksaan, tapi tiba-tiba saja kedua Dokter itu saling menatap satu sama lain, seakan-akan ada yang tidak beres dengan Carmelia


"Ada apa? Apa Carmelia benar-benar sakit?" tanya ku.


"Sebelum itu, saya ingin bertanya kepada Nyonya. Kapan terakhir kali Anda datang bulan?" tanya Dokter Wanita itu kepada Carmelia.


"Hm...saya kurang tau, sepernya sekitar 2 atau 3 bulan yang lalu," jawab Carmelia.


"Maaf jika pertanyaan saya ini lancang, tapi kapan anda terakhir kali berhubungan intim dengan Tuan Marcel?"


"2 Minggu yang lalu, sebelum aku pergi ke Paris," jawab ku.


"Sebaiknya setelah ini anda menahan diri untuk tidak berhubungan intim dengan Nyonya lagi," ucap Dokter itu.


"Eh? kenapa? apa ada masalah?" tanya ku heran.


"Saya masih belum tau pasti sudah berapa bulan itu terjadi, tapi selamat, Tuan. Nyonya Carmelia sekarang sedang mengandung." Jawaban Dokter itu membuat ku sangat terkejut, sampai-sampai rasanya jantung ku ingin keluar dada ku sekarang juga.


"Selamat, Tuan. Anda akan menjadi seorang Ayah," timpal Hendra sambil memeluk ku yang masih mematung tanpa kata.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2