
Gue sontak menengok kearah suara itu, begitupun Wanita itu yang juga ikut menengok.
"Marcel?" sahut gue yang melihat 2 orang Pria sedang berjalan ke arah kami.
"Kenapa kedua Wanita hebat ku bisa berkumpul di sini?" ucap Marcel sambil berjalan kearah Wanita itu dan sontak memeluk Wanita itu sekilas, lalu berjalan kearah gue dan duduk tepat di samping gue.
*Cih! buaya memang selalu menemukan daratannya.* batin gue sambil menatap Marcel dengan tajam.
"Kenapa gak manggil gue kalau lu udah selesai bicara sama Bella? padahal gue dari tadi nungguin lu loh." bisiknya.
"Suka-suka gue lah!" balas gue.
"Lah? gue salah apa lagi sih, sayang~?" tanya sambil menyandarkan kepalanya di atas pundak gue dan memeluk pinggang gue.
"Nella, apa kamu sudah mendapatkan jawaban mu?" tanya Pria itu terdengar sangat akrab.
"Ya, Tuan. Saya sudah mendapatkan jawaban dari tawaran anda." jawab Wanita itu.
__ADS_1
"Oh ya? cepat beritahu aku kabar baik itu, Nella." sahut Marcel sambil menenggak tubuhnya dan melepas pelukannya.
*Kenapa dia selalu memanggil wanita itu dengan nama Nella?* batin gue heran dan sesekali melirik Marcel yang menatap Wanita itu dengan mata yang berbinar-binar.
"Saya akan menerima tawaran anda, saya akan kembali ke tempat ini sampai saya benar-benar berhasil menjalankan tugas yang anda berikan." ucap Wanita itu.
"Serius?! berarti kamu kembali ke pekerjaan mu? dan aku bisa berbincang dengan mu lagi seperti dulu?" tanya Marcel.
Gue bisa melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Marcel, Ia benar-benar hanya menatap wanita itu tanpa memalingkan pandangannya ke gue.
"Iya, Tuan. Saya kembali ke pekerjaan saya, dan mulai hari ini saya akan menetap di kastil ini seperti dulu." jawabnya.
"Akhirnya bisa berbincang dengan mu lagi, sudah sangat lama kita bertiga tidak berbincang." ucap Marcel dengan ekspresi bahagianya.
"Tuan, kita hanya berdua sekarang. Sekarang beliau sudah pergi." balas Wanita itu sambil melepaskan pelukan Marcel.
Tapi setelah wanita itu berkata seperti itu, tiba-tiba saja Marcel terdiam tanpa kata dan tatapan matanya menjadi kosong.
__ADS_1
"Tuan? apa anda baik-baik?" tegur Jordan yang mulai tadi hanya berdiri samping sofa yang gue duduki.
"A-aku baik-baik saja." jawab Marcel dengan nada sedih.
*Ada apa sebenarnya? wanita itu seperti sedang membicarakan seseorang yang sangat mempengaruhi mood Marcel.* batin gue yang sangat bingung dengan situasi sekarang.
"Maaf, Tuan. Saya harus pergi sekarang, saya harus menyiapkan semua hal untuk kelas besok." sambung Wanita itu, lalu berdiri.
"Baiklah...Jordan, bantu Nella untuk menyiapkan segalanya."
"Baik, Tuan." jawab Marcel.
"Saya izin undur diri terlebih dulu, permisi." ucap Wanita itu lalu menunduk sekilas, dan langsung melangkah pergi disusul oleh Jordan.
Sekarang hanya tinggal kami berdua di kamar ini. Biasanya Marcel akan mencari kesempatan untuk bersikap manja saat kami hanya berdua saja, atau malah mulai melontarkan banyak pertanyaan ke gue. Tapi kali ini, Pria itu hanya terdiam dengan tatapan yang kosong mulai tadi, seolah-olah Ia sedang memikirkan seseorang yang gue pun tidak tau siapa seseorang itu.
Belum lagi gue yang masih penasaran apa hubungan Wanita tadi dengan Marcel, kenapa Marcel memeluknya dengan sangat santai di depan mata gue dan menatap wanita itu dengan mata yang berbinar-binar.
__ADS_1
Kalau mengingat kejadian tadi, gue benar-benar kesal dan rasanya ingin memukul dan memarahi Marcel karna sikapnya itu.
BERSAMBUNG