Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Pergi Kemana Dia?!!


__ADS_3

Saat makan malam tiba, Carmelia yang duduk di meja makan dengan Agnella, Felix, dan juga Hendra. Ia merasa heran dengan Marcel, yang tak kunjung datang ke ruang makan. Agnella yang melihat kegelisahan Wanita itu, Ia langsung menegurnya dan bertanya. "Ada apa, Nyonya? kenapa wajah anda terlihat sangat gelisah?"


"Ah! oh, tidak apa. Aku hanya heran, kenapa Marcel tidak datang juga? apa dia melewatkan makan malamnya lagi?" Mendengar perkataan Wanita itu, Agnella sontak melirik kearah Hendra yang duduk di hadapannya. Mereka berdua tampak bingung harus menjawab seperti apa.


"Sepertinya Tuan makan di ruangannya, Nyonya. Anda tau sendiri, bahwa Tuan sangat sibuk akhir-akhir ini," jawab Hendra.


"Hm... apa kau bisa menemuinya, Hendra? bilang kepadanya, untuk turun ke ruang makan dan ikut makan bersama," pinta Carmelia.


Hendra terdiam mendengar permintaan Carmelia, Ia langsung menatap Agnella dan berharap Agnella dapat membantunya. Tapi, sama seperti Hendra, Agnella juga bingung harus menjawab dan berbuat apa. Karna Hendra yang hanya diam dan memasang wajah kebingungan, Carmelia tiba-tiba berdiri sambil berkata. "Tak apa, aku bisa memanggilnya sendiri."


Perkataan Wanita itu membuat Agnella dan Hendra terkejut, dan langsung menatap ke arah Wanita itu. Saat Carmelia ingin melangkahkan kakinya sambil memegang perutnya, Agnella dan Hendra sontak berdiri dan membantu Wanita itu.


"Nyonya, tolong duduk kembali. Saya yang akan memanggil Tuan kemarin," ucap Hendra.


"Kita panggil dia bersama saja, jika hanya kau saja yang memanggilnya, aku yakin dia tidak akan bergerak dari kursinya."


"Ta-tapi, Nyonya. Tu-tuan—" Perkataan Agnella tiba-tiba terpotong dengan suara Felix yang berkata. "Ayah dan Papa Marcel sedang pergi, Ibu. Duduk lah! tidak perlu repot-repot untuk memanggilnya."


Karna perkataan anak yang berumur 5 tahun itu, Ketiga orang itu sangat terkejut dan menatap Felix yang dengan polonya mengambil sebuah anggur di hadapanya.

__ADS_1


Carmelia langsung menepis kedua tangan Hendra dan Agnella, lalu kembli duduk di samping Felix. "Felix, apa yang baru saja yang kau katakan? apa maksudmu? Papa Marcel pergi? kemana?"


Dengan polosnya, Felix menatap Carmelia dan menjawab. "Papa pergi dengan Ayah, aku tidak tau mereka pergi kemana. Tapi, Ibu dan Paman Hendra pasti tau."


Mendengar jawaban anak itu, Carmelia langsung menatap Agnella dan Hendra dengan wajah yang penuh dengan pertanyaan. Carmelia tau, Felix memang sering berbohong untuk menyelamatkan dirinya dari hukuman. Tapi, anak yang berumur 5 tahun itu, tidak mungkin berbohong dengan wajah polosnya dan sambil memegang sebuah anggur di tangannya.


"Ku pikir, ada hal yang harus kalian katakan kepada ku!" Carmelia menatap kedua orang itu dengan tajam. Agnella dan Hendra lansung terdiam dengan kepada yang tertunduk.


"Maaf—"


"Tidak! aku tidak membutuhkan itu!!" geram Carmelia.


"Nyonya, Tuan dan Andre sedang pergi menyusul Jordan. Tuan tidak berniat untuk meninggalkan anda, di saat anda sedang hamil seperti ini. Tapi, masalah ini sangat mendesak. Jordan di tahan oleh serikat kepolisian Amerika, dan tidak ada yang bisa menyelamatkanny selain Tuan dan Andre sendiri. Jika tidak..."


"Jika tidak apa!!? jangan berhenti, Hendra!!"


"Ji-jika tidak, Jordan akan mendapatkan masalah besar. Dan, bisa saja akan terjadi perang antar 5 negara nantinya."


"Apa maksudmu!!? kenapa Marcel harus ikut? dan kenapa dia tidak mengatakan apapun kepada ku, sebelum Ia pergi!!? apa di sedang meremehkan ku!!?"

__ADS_1


"Ti-tidak, Nyonya. Tuan mana mungkin seperti itu kepada anda, Tuan hanya tidak ingin membuat anda khawatir saja," jawab Agnella.


"Benar, Nyonya. Tuan juga sudah mengatakan, bahwa Ia akan kembali secepat mungkin. Sebelum tiba waktu nda melahirkan nanti," timpal Hendra.


Carmelia yang sudah tidak bisa menahan emosinya, Ia tiba-tiba menghambur peralatan makan yang sudah tersusun rapi di atas meja. Ia melempar piring dan gelas-gelas ke lantai. Felix yang terkejut, langsung turun dari kusinya dan menjauh dari meja makan. Karna tidak ingin Putranya terluka, Agnella berteriak memanggil pelayan dan memintanya membawa Felix kembali ke kamarnya.


"Nyonya, Tolong tenang. Kami tidak berniat untuk membohongi anda, tapi kami seperti ini agar anda tidak khawatir selama masa kehamilan anda." Hendra berusaha untuk mendekati Carmelia, tapi wanita itu selalu melempari piring dan peralatan makan lainnya ke arah Hendra.


"Aku tidak pernah meminta kalian untuk selalu patuh kepada ku, aku hanya ingin kalian selalu jujur kepada ku. Jika kalian sudah tidak ingin bekerja dengan ku, katakan! aku tidak akan melarang kalian!! lagipula, disini aku hanya seorang pendatang yang tiba-tiba masuk ke dalam lingkungan kalian," racau Wanita itu.


"Tidak seperti itu, Nyonya. Tolong tenang lah, kami akan meminta Tuan Marcel untuk kembali malam ini juga," timpal Agnella yang melangkah mendekati Carmelia tanpa rasa ragu sedikit pun.


Karna suara keributan yang di buat Carmelia, dan informasi yang di berikan oleh pelayan. Vernon yang tadinya sangat sibuk di dapur, Ia langsung berlari ke ruang makan dengan membawa sebuah suntikan yang sudah berisi cairan.


Saat di dalam ruang makan, Vernon dengan perlahan melangkah mendekati Carmelia dari belakang. Ia memegang erat suntikan yang Ia bawa di tangan kanannya. Hendra dan Agnella yang melihat Pria itu, mereka langsung berhenti melangkah dan hanya diam di tepat mereka berdiri sekarang.


Carmelia yang merasa neh dengan sikap mereka berdua, dan Ia juga merasakan seseorang seseorang sedang mengintainya. Ia dengan berlahan melirik ke belakangnya. Saat Ia ingin berbalik, Vernon lebih dulu memeluk Wanita itu dari belakang dan dengan perlahan penyuntikkan cairan itu tepat di lengan kanan Carmelia.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2