Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Bibir Yang Manis


__ADS_3

Karna tidak bisa bernafas, gue berusaha untuk melepaskan diri dari Marcel dengan memukul dada bidangnya dan mendorong-dorongnya.


Untungnya usaha gue gak sia-sia, Marcel langsung menghentikan lumatannya dan mulai menjauhkan wajahnya dari wajah gue.


"Kenapa mukul-mukul sih? Gak suka? Padahal gue kangen banget sama lu!" ketusnya.


"Gue gak bisa napas tau! Lu juga datang-datang langsung nyosor! Lu kira gue apaan !?" balas gue.


"Ya maaf...habisnya bibir lu manis banget, bikin nagih!" jawabnya.


"Ih!! Apaan sih!? alasan macam apa tuh!? Gak jelas banget!!" kesal gue, dan sontak mendorongnya ke samping gue, lalu gue bangun dari posisi gue.


Saat gue duduk, Marcel tiba-tiba meletakkan kepalanya di pangkuan gue dan menatap gue dengan mata yang penuh nafsu.


"Btw, ngapain lu disini? Bukannya lu lagi sibuk? Tamu-tamu lu gimana?" tanya gue.


"Gue memang sibuk, tapi gue udah terlalu kangen sama lu. Jadi, gue tinggalin para tamu gue." jawabnya seperti dengan bercanda.


Mendengar itu, gue langsung menyentil dahinya dengan kuat sampai Ia meringis kesakitan.


"Kenapa gue di sentil sih!? Sakit tau!" protesnya.


"Lu dari tadi ngegombal mulu, heran!! Udah kayak buaya yang haus akan kasih sayang." ejek gue.


"Udah tau gue haus kasih sayang, tapi malah di sentil bukannya di cium! Dasar aneh!" balasnya.


"Maless!" jawab gue.


"Eh, btw gimana istirahat lu kemarin? Lu ada beli sesuatu? Atau cuma di rumah doang?"

__ADS_1


"Lumayan, gue cuma beli makanan yang gue pengen doang. Selain itu gak ada, lagian gue juga cuma dirumah doang kok."


"Oh...kirain lu bakal keluar, atau jalan bareng temen lu. Emang lu gak bosan dirumah mulu?"


"Lumayan lah, tapi namanya juga nasib gue yang selalu terkurung di rumah."


"Yaudah, gimana kalau malam ini kita jalan? kemana kek, yang penting lu seneng."


Saat gue ingin menerima tawaran Marcel, gue langsung teringat dengan perkataan Jordan saat di mobil.


"Gak dulu, deh. Gue capek banget hari ini, mau di kamar doang. Menikmati suasana kamar ini, biar gue terbiasa."


"Yakin?"


"Iya, yakin!"


"Iya, Marcel~ lu dari tadi cerewet banget sih, lagi aktif banget ya?" goda gue sambil mencubit pelan pipinya.


"Cium gue sekarang! kalau gak, gue bakal main kasar nih!"


"Lah, anjir! enak aja, lu tadi udah ambil kesempatan dalam kesempitan. Malah minta di cium, nafsuan banget lu!" kesal gue.


"Bodo!!" jawabnya dan sontak menarik kera baju gue dengan paksa, membuat bibir kami saling bersentuhan.


Gue sempat terdiam sebentar dan mata kami saling bertatapan, tapi tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamar gue. Gue yang mendengar ketukan itu sontak menjauh dan mendorong Marcel sampai terjatuh ke lantai.


"Aaiis...kenapa dari tadi gue tersiksa mulu, sih!?" gerutunya, lalu berdiri sambil mengelus kepala bagian belakangnya.


Marcel pun menyauti ketukan itu dengan wajah yang sedikit kesal dan masih sibuk mengelus kepalanya.

__ADS_1


"Permisi, Tuan." ucap Pria yang mendatangi ku bersama Jordan, sambil melangkah masuk k dalam kamar gue.


"Ada apa?" tanya Marcel.


"Anda dari mana saja? Kami dari tadi mencari anda, Tuan Henry ingin mengajak anda bermain golf."


"Di siang hari seperti ini?"


"Iya, Tuan. Mereka sedang menunggu anda di ruang tamu. Dan lagi, para Putra dan Putri mereka ingin berbincang bersama dengan anda."


"Untuk apa? urusan ku hanya dengan Ayah mereka, untuk apa aku berbicara kepada Putri dan Putra mereka? menyebalkan!"


*Putra Putri? berarti tamunya sekeluarga dong?* batin gue yang menguping pembicaraan mereka.


"Tuan, walaupun anda memiliki jabatan yang sama dengan Pria-pria itu. Tapi umur anda setara dengan Putra Putri mereka, dan bahkan ada yang lebih Tua dari pada anda."


"Baiklah-baiklah! aku akan kesana sekarang!!" kesal Marcel.


Marcel tiba-tiba berbalik dan menatap gue yang masih terduduk di atas ranjang.


"Gue pergi dulu, kalau butuh apa-apa langsung bilang sama Dika atau panggil pelayan." ucapnya.


"Hm...oke." jawab gue.


"Yaudah, sampai jumpa nanti malam. Bye~" sambungnya, lalu berbalik dan melangkah pergi dari hadapan gue dan diikut oleh Pria itu.


"Hm...sampai sekarang gue gak tau siapa Pria itu." gumam Gue.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2