Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Jaga Nyonya Dengan Baik


__ADS_3

Setengah perjalanan sudah mereka lewati, dan sampai sekarang tidak ada keanehan yang terjadi kepada mereka. Mereka juga memilih jalan yang cukup ramai, agar menghindari penyerangan para musuh. Tapi, disaat suasana didalam mobil sedang hening, tiba-tiba saja ada suara ledakan dari luar dan membuat mobil yang di tumpangi Carmelia sontak berhenti.


"Ada apa? suara apa itu?" tanya Carmelia.


Belum sempat Hendra menjawab pertanyaan Carmelia, Ia tiba-tiba mendapatkan telpon dari salah satu Pria yang berjaga di depan mereka.


"Ada apa? kenapa tiba-tiba kalian berhenti?"


"Ada yang tiba-tiba melemparkan bom ke hadapan kita, dan beberapa anggota lain yang memakai motor terkena efek dari bom itu."


"Apa!? kenapa tiba-tiba bom!? siapa pelakunya!?"


"Para penembak jitu sedang mencari mereka, tapi sepertinya kita harus kembali ke kastil sekarang, Tuan."


"Kembali ke kastil?"


Carmelia yang mendengar ucapan Hendra, Ia langsung menarik pundak Hendra dari belakang dan berkata. "Ada apa? kenapa kau berkata ingin kembali kekastil? kita sudah sangat dekat dengan tujuan kita!!"


"Nyonya, tenanglah. Sepertinya ada hal buruk yang terjadi di depan sana, tolong tenanglah, Nyonya." Agnella berusaha menarik Carmelia kembali agar wanita itu melepaskan Hendra.


Hendra langsung mematikan telpon itu dan dengan cepat menelpon Vernon yang berada tepat di depan mobil yang Ia naiki.

__ADS_1


Sebelum Hendra mengatakan sepatah katapun, Vernon lebih dulu mengatakan. "Jaga Nyonya dengan baik." Lalu Vernon langsung mematikan telpon itu.


Setelah telpon itu terputus, Hendra tiba-tiba melihat Vernon yang melangkah keluar dari mobil dengan membawa 2 senjata miliknya.


*Tidak! tidak boleh! kita harus tetap di dalam mobil,* batin Hendra yang melihat Vernon mengangkat senjatanya.


Hendra tiba-tiba menengok ke belakang dan menatap Agnella, lalu berkata. "Beri aku senjata utama mu." Mendengar itu Agnella sangat terkejut, kenapa seorang Hendra yang memiliki senjata lebih baik dari miliknya malah meminta senjatanya.


Walaupun heran dengan Hendra, tapi Agnella tetap mengambilkan senjata utamanya dan memberikannya kepada Hendra sambil berkata. "Aku tidak tau apa yang akan kau lakukan, tapi jaga dirimu dengan baik."


Hendra hanya mengangguk sambil menerima senjata itu, lalu menatap Carmelia dan berkata. "Nyonya, tolong dengarkan saya kali ini saja. Saya tau Nyonya akan membenci apa yang saya katakan, tapi tolong dengarkan saya kali ini saja."


"Apa maksud mu!!?" geram Carmelia.


"Baiklah, saya akan keluar sekarang. Tolong ingat perkataan saya," lanjutnya lalu kembali menatap kedepan dan tak lupa untuk mengambil senjata utamanya juga.


Hendra pun melangkah keluar dari mobil dengan dua senjata utama di kedua tangannya, sebelum Ia pergi meninggalkan mobil itu. Ia terlebih dulu menatap kedalam mobil dan tersenyum kepada Agnella dan Carmelia.


Setelah Hendra pergi, Carmelia langsung menengok kearah Agnella dan bertanya. "Sebenarnya apa ynag terjadi? kenapa Hendra sampai turun tangan? bukannya anggota mafia yang di depan sana sangat banyak?"


"Saya juga tidak tau pasti apa yang sebenarnya terjadi di luar sana, Nyonya. Tapi, sepertinya sekarang kita sedang di serang, makanya Hendra sampai turun tangan."

__ADS_1


"Di serang? apa maksud mu—" Perkataan Carmelia tiba-tiba terpotong karna suara tembakan yang berbunyi sangat keras dan membuat mereka yang di dalam mobil terkejut.


Sang supir yang masih berada di dalam mobil bersama kedua wanita itu, Ia langsung meminta izin kepada Carmelia untuk menaikkan skat yang membatasi antara kursi penumpang dan supir. Pria itu juga tak lupa untuk mengunci mobil itu dan juga memasang mode gelap pada setiap jendela mobil itu, kecuali kaca depan mobil.


"Hei!" panggil Carmelia kepada sang supir.


"Iya, Nyonya? ada yang bisa saya bantu?" tanya Sang supir.


"Beritahu aku, apa yang sedang terjadi di luar sana. Skat ini menghalangi penglihatan ku!" kesal Carmelia sambil mengetuk skat itu.


"Maaf, Nyonya. Pemandangan di luar sana sangat buruk di lihat oleh anda, apalagi anda sedang mengandung, itu akan memberi efek yang buruk kepada calon bayi anda."


"Haah...baiklah, tapi tolong...tolong buka skat ini walaupun hanya sebentar, aku hanya ingi memastikan para bawahan ku saja, hanya itu," pinta Carmelia.


Agnella yang tak tega dengan wanita itu, Ia akhirnya meminta sang supir untuk menurunkan skatnya dalam waktu 5 menit saja lalu menaikkan kembali skatnya. Sang supir pun menerima saran dari Agnella, lalu langsung menurunkan skatnya untuk Carmelia.


Tapi, saat skat itu di turunkan dan Carmelia berhasil melihat keluar Jendela. Tiba-tiba Ia melihat seorang Pria yang berdiri membelakangi mobil Carmelia. Mereka bertiga yang melihat Pria itu, mereka mulai bertanya-tanya siapa Pria itu. Pakaian Pria itu tampak berbeda dengan pakaian para Pria yang ikut dalam pengantaran Carmelia.


Saat mereka masih penasaran dengan siapa Pria itu, tiba-tiba saja Pria itu menengok ke belakang dan menatap Carmelia. Tentu saja mata mereka saling bertemu, dan Pria itu tiba-tiba tersenyum kepada Carmelia.


"Degh!" Carmelia tersentak saat meihat wajah Pria itu. Tpi setelah tersenyum, Pria itu langsung pergi dari hadapan mereka bertiga.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2