Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Menggagalkan Misi Seseorang


__ADS_3

AUTHOR POV*


Di malam hari, tepatnya di salah satu kamar yang ada di kastil. Enam orang Pria sedang berkumpul bersama, tiga orang sibuk menatap laptop, dua orang yang sibuk dengan dokumen-dokumen di hadapannya, dan satu orang yang hanya bersantai sambil memantau kelima orang itu.


Ruangan itu di penuhi dengan suara keyboard yang di tekan dengan cepat, dan suara kertas yang tak henti-hentinya di bolak-balik. Sudah 6 jam mereka duduk dengan posisi yang sama, dan tidak satupun dari mereka yang menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh Grissham Loye.


"Aku mulai mengantuk, ini sudah pukul 2 pagi," cetus Grissham yang sedang bersandar di sandaran sofa dengan santai.


*Kami juga sama mengantuknya dengan anda,* batin Andre yang fokus mengetik dan menatap layar laptopnya.


"Mohon tunggu sebentar, Tuan. Kami sedang berusaha untuk menggagalkan misi bocah itu," ucap Jordan.


"Haah... mengurusi satu bocah saja, kalian berlima sampai menggunakan 3 satelit. Benar-benar bodoh!"


*Kenapa tidak anda sendiri saja yang menyelesaikannya, kami sampai harus menyuruh kepala keluarga Lin untuk turun tangan,* batin Agnella, satu-satunya seorang Wanita di ruangan itu.


"Maaf karna meminjam 2 satelit anda, tapi kami benar-benar sedang berusaha untuk menggagalkan misi bocah itu. Ia juga menggunakan satelit milik keuarga Lin, yang setara dengan 2 satelit anda," balas Jordan.


"Aku heran dengan kalian, apalagi keluarga Lin itu. Bagaimana bisa Ia membiarkan seseorang menggunakan satelitnya? dan lagi, orang itu kan bukan keluarga aslinya," heran Grissham.


"Saya juga tidak tau, Tuan. Agnella juga sudah mencari tau, alasan mengapa Bryan Delano Erland bisa sampai di keluarga Lin. Dan kenapa kepala keluarga Lin tiba-tiba mengangkatnya menjadi sekretaris Pribadinya. Padahal, anak itu masih berumur 22 tahun, dan dia juga tidak pernah berhubungan dengan Mafia sebelumnya," jelas Jordan sambil menatap Grissham.


"Orang seperti itu, biasanya belajar dari masa lalu. Makanya dia masuk ke dunia mafia, dan berniat untuk balas dendam." Mendengar perkataan Grissham, Andre dan Jordan sangat terkejut dan sontak saling menatap satu sama lain.


*Balas dendam yang di maksud adalah, kematian Ayahnya?* batin kedua Pria itu bersama.


Mereka berdua langsung kembali menatap layar laptop mereka, dan Jordan langsung berkata. "Cepat kita selesaikan ini, besok Tuan Grissham pasti harus kembali ke Amerika."

__ADS_1


"Ya, Benar. Cepat selesaikan! aku ingin tidur sekarang," timpal Grissham.


Mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka bersama dalam diam, tapi. Berbeda dengan Andre dan Jordan, yang mulai bertanya-tanya di dalam batinnya mengenai dendam apa yang ingin dibalaskan oleh Bryan.


Benar, Pria yang awalnya tiba-tiba mencoba masuk kedalam keluarga Henry. Tapi berhasil di gagal oleh Bella, sebagai calon penerus. Dengan alasan, Ia tidak ingin memasukkan orang Asing kedalam lingkungan keluarganya, dan dengan mengandalkan statusnya. Bella berhasil membujuk sang Ayah, untuk menolak dan mengusir Bryan dengan cara yang sedikit sopan.


Setelah kejadian itu, tidak ada yang pernah mendengar kabar Bryan lagi. Marcel pun sudah tidak peduli dengan keberadaan Pria itu, karna rasa benci yang masih tertanam di dalam hati Marcel karna Tuan Erland yang berani melukai Wanitanya.


Beberapa jam berlalu, dan akhirnya mereka berhasil menggagalkan misi Bryan yang ingin menghancurkan kestabilan Dunia dan ingin membuat para Pemimpin Mafia bertengkar. Dan sekarang, sudah pukul 6 pagi.


Meja yang sangat berantakan, di tambah keadaan mereka berlima sudah terlihat seperti habis berperang. Ya, memang benar mereka habis berperang. Tapi berbeda dengan Grissham, yang malah tertidur pulas di kasur milik Jordan dan tidak memperdulikan Kelima orang itu.


"Aku lelah~" keluh Agnella sambil bersandar di bahu Sang suami.


"Jangan tidur dulu, sayang. Kita masih harus membereskan semua ini, dan menyembunyikan dokumen-dokumen ini dari Tuan Marcel," ucap Andre sambil mengelus lembut rambut Sang Istri.


"Aku mulai bertanya-tanya, bagaimana bisa aku berada disini? padahal tadinya aku sedang berada di kamar Tuan Marcel sambil menunggu Checkup Nyonya selesai," cetus Hendra.


"Haah... aku memang selalu terjebak di dalam kandang bersama kalian," keluh Hendra.


"Omong-omong, bagaimana dengan checkup yang di lakukan, Nyonya? apa hasilnya bagus?" tanya Vernon.


"Ya, hasilnya sangat bagus. Nyonya dan Tuan sangat subur akhir-akhir ini, dan Nyonya juga sudah siap untuk memiliki anak." Jawaban yang keluar dari mulut Hendra itu, membuat keempat orang itu terkejut dan menatapnya dengan mata yang membulat.


"Aku tau tatapan kalian itu, aku juga sudah menyuruh Tuan untuk melakukan hal itu setiap malam. Tapi jangan sampai membuat Nyonya, lelah. Itu malah akan memperlama prosesnya."


"Kau salah, Hendra. Walaupun kau memberitahu Tuan untuk tidak membuat Nyonya lelah, Tuan tidak akan mendengarkan mu. Kalian tau saja, aku sebagai seorang Sanitydan satu-satunya tempat Nyonya mengadu..."

__ADS_1


"Nyonya selalu berkata, bahwa Tuan Marcel selalu bermain paling sedikit 2 jam. Bahkan Nyonya pernah di buatnya tidak bisa bergerak sama sekali dari ranjangnya, karna Tuan Marcel yang tidak berhenti bermain sampai pagi hari." Agnella yang berbicara dengan suara yang pelan, membuat para Pria itu mendekatkan kuping mereka ke Wanita itu. Agar bisa mendengar dengan jelas apa yang Ia bicarakan.


"Serius? pantas saja aku sering melihat Tuan Marcel dengan wajah yang sangat bahagia, seperti habis mendapatkan Wilayah orang lain." cetus Jordan.


"Tapi kan, bukannya Nyonya selalu saja memarahi Tuan? Bagaimana bisa Nyonya setia malam memberikan layanan yang membuat Tuan Marcel bahagia?" heran Vernon.


"Benar, aku saja pernah tidak mendapatkan layanan karna Agnella yang meraju. Padahal malam itu aku benar-benar ingin melakukannya, jadinya aku melepaskan sendiri di kamar mandi," keluh Andre.


"Makanya, jangan selalu memanjakan Felix dong! dia kan butuh didikan yang baik!" kesal Agnella.


"Daripada itu, aku lebih heran. Kenapa Nyonya sampai sekarang belum mngandung juga? padahal Tuan Marcel sudah sering melakukan itu," timpal Jordan.


"Itu hanya karna belum waktunya saja," jawab Hedra.


"Tapi, ada yang lebih mengejutkan dari laporan yang diberikan oleh dokter kandungan. Katanya, Nyonya Carmelia pernah sempat mengandung. Tapi Ia keguguran saat kandungan itu baru berumur 3 Minggu," lanjutnya.


"HAH!! APA!!?" teriak keempat orang itu.


"Hust! jangan ribut! Tuan Grissham bisa terbangun karna teriakan kalian!" bisik Hendra.


"Maaf,maaf. Tapi, apa Tuan Marcel tau tentang itu?" tanya Jordan.


"Aku sudah memberitahu, Tuan. dan Tuan sangat marah akan hal itu, Ia tau kalau Nyonya terlalu bekerja dengan sangat keras dan membuatnya keguguran. Tapi, Tuan tidak memberitahu Nyonya. Ia habya berkata, untuk merahasiakan hal ini dari Nyonya, dan menyuruh ku untuk menambah suplemen yang biasa Nyong minum," jelasnya.


"Haah... kasian sekali Nyonya. Besok-besok aku akan mengatur jadwalnya dengan baik, istirahat sangat penting untuknya," ucap Agnella.


"Jangan hanya Nyonya yang kau suruh istirahat, kau juga perlu istirahat," cetus Andre sambil menyentil hidung Sang Istri.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Maaf ya hari Minggu ini gak sesuai jadwal yang harusnya update 2 kali, tai Minggu depan janji bakal update 3 kali😍


__ADS_2