Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Alpukat


__ADS_3

Setelah kejadian tadi pagi, Vernon tiba-tiba datang keruangan ku hanya untuk menanyakan menu makan siang apa yang ingin ku makan. Aku pun tak segan-segan mengatakan apa yang harus Ia sajikan dan apa yang tidak boleh Ia sajikan, karna aku tidak ingin muntah ke dua kalinya di hadapan mereka.


Aku juga menghubungi Hendra untuk datang ke kastil, agar aku bisa lebih tau alasan mengapa hari ini aku selalu merasa mual setiap saat. Dan sekarang, aku masih menunggu kedatang Hedra di ruang kerja dengan di temani Jordan dan juga tumpukan Dokumen yang selalu setia di hadapan ku.


"Haah...aku lelah~" keluh ku.


"Apa ada yang anda perlukan, Tuan?" tanya Jordan.


"Hm...sepertinya aku ingin jus alpukat," jawab ku yang membuat Jordan menatap ku dengan raut wajah yang terkejut.


"Ju-jus alpukat!?"


"Iya, jus alpukat. Kenapa? ada yang aneh?" heran ku.


"Tentu saja aneh, Tuan! Itu bukannya buah yang anda tidak suka? anda tidak pernah memakan ataupun meminum buah itu, anda selalu mengatakan kalau buah itu aneh. Tapi sekarang, anda malah meminta jus alpukat? apa aku sedang bermimpi!?" ocehnya.


Mendengar ocehan Pria itu, aku baru sadar bahwa ocehannya itu memang benar. Sejak kecil aku tidak pernah memakan buah itu, bukan karna alergi ataupun trauma pada buah itu. Tapi aku hanya tidak menyukai buah itu, dan lagi isi buah itu sangat aneh.


"Lebih baik kau pergi ke dapur dan bilang ke pada Vernon untuk membuatkan ku jus alpukat, sekarang!" perintah ku.


"Ba-baik, Tuan,' jawabnya dan dengan cepat berdiri, lalu melangkah keluar dari ruangan ku.


"Memang aneh sih, tapi apa salahnya untuk mencoba? kalau tidak enak, yasudah tinggal buang saja, kan?" ucap ku sambil mengedikkan bahu ku, dan melanjutkan pekerjaan ku.


CARMELIA POV*


Aku yang sedang berada di dapur dengan Vernon yang membuatkan ku es krim dengan potongan buah-buahan. Ia yang berdiri di hadapan ku, terihat seperti seorang ayah yang sedang membuatkan cemilan untuk Putrinya.


"Hm... Vernon, apa aku boleh bertanya?"

__ADS_1


"Tentu saja, Nyonya."


"Sebelumnya maaf jika pertanyaanku kurang sopan, tapi. Kenapa kau tiba menikah?" tanya ku yang mengalihkan fokusnya, dan langsung menatap ku.


"Haha... akhirnya ada yang menanyakan hal itu," ucapnya dan kembali menatap ke mangkuk eskrim.


"Sebenarnya tidak ada alasan khusus untuk pertanya yang anda berikan, hanya saja. Itu adalah pilihan saya setelah masuk ke dalam keluarga Anggara. Tuan Anggara sebelumnya tidak melarang bawahannya untuk menikah, tapi kami sebagai bawahan tau apa taruhan yang diberikan untuk pekerjaan dengan gaji yang sangat memuaskan setiap bulannya. Kami seorang Pria, pasti tidak ingin kehilangan nyawa wanita yang kita cintai, hanya karna pilihan yang kami putuskan sendiri."


"Jadi, beberapa dari kami memilih untuk tidak menikah. Agar menghindari hal yang membahayakan, dan hanya akan mempertaruhkan nyawa kami masing-masing. Tapi, bukan berarti kita tidak pernah jatuh cinta. Kita juga Pria Normal yang ingin merasakan cinta, tapi kami lebih memilih untuk memendam dan mengubur perasaan itu."


"Tapi, kenapa Marcel memilih untuk menikah? sedangkan dia saja menyembunyikan identitasnya dari keluarga kandungnya, dan memilih untuk meninggalkannya dengan alasan, agar orang yang Ia sayangi tidak terluka," tanya ku.


"Seperti yang anda tau, Tuan Marcel adalah anak angkat dari keluarga Anggara yang telah tiada. Dan dari awal, Tuan Marcel sudah tau apa yang akan Ia hadapi di kemudian hri. Ia tau bahwa Dunianya akan sangat berbahaya, jadi Tuan memutuskan untuk menyembunyikan identitas dari siapapun seperti apa yang di sepakati oleh Tuan Anggara. Alasan Tuan Marcel menikah, tentu saja untuk tetap mempertahankan keluarga Anggara. Jika saja hal yang tidak diinginkan terjadi, jadi setidaknya ada penerus yang berasal dari darah daging Tuan Marcel sendiri."


"Maksud mu, anak yang masih di dalam rahim ku ini. Sudah pasti akan menjadi penerus keluarga Anggara dan Pemimpin Mafia Dunia?"


"Saya tau, pasti anda tidak ingin calon bayi anda terluka. Tapi, itu adalah takdir dari calon bayi anda. Jika dia seorang anak laki-laki, anak itu akan langsung mendapatkan gelar penerus keluarga Anggara dan Pemimpin Mafia Dunia di umurnya yang ke 5 tahun, tapi. Jika dia seorang anak perempuan, Ia harus banyak mendapatkan pelatihan seperti apa yang anda dapatkan sebelumnya. Dan jika sudah siap, paling lambat Ia mendapatkan gelarnya pada umur 15 tahun."


"Tentu saja itu tidak menjadi masalah, itu malah akan menjadi sejarah yang tak akan pernah terlupakan."


"Haah...aku tidak tau harus berkata apa lagi, aku hanya berharap anak ini cukup kuat dengan Dunianya yang seperti ini," ucap ku sambil menengok kearah perut ku dan mebgelusnya dengan lembut.


"Tidak usah di pikirkan, Nyonya. Apapun yang terjadi nanti, calon Bayi anda akan di lindungi oleh seluruh mafia di Dunia."


"Nah, sudah selesai. Silahkan di coba," timpalnya sambil memberikan semangkok eskrim yang telah Ia buat.


"Terimakasih," jawab ku.


Tapi, saat ingin menyendok eskrim itu. Tiba-tiba saja aku mendengar seorang Pria berteriak memanggil nama Vernon, aku pun langsung menengok kearah suara itu dengan sendok es krim yang masih ku angkat.

__ADS_1


"Eh? Jordan? ada apa? kenapa wajah mu terlihat kebingungan?" tanya ku, lalu meletakkan sendok eskrim itu.


"Selamat siang, Nyonya," sapa Jordan sambil menunduk.


"Siang~ ada masalah apa, sampai-sampai wajah mu terlihat kebingungan?" ulang ku.


"I-itu....Vernon, apa di dapur ada buah alpukat?" tanyanya kepada Vernon.


"Ada, aku baru saja memakai buah itu untuk di tambahkan di eskrim Nyonya. Kenapa? kau juga ingin es krim buah?"


"Bu-bukan eskrim, ta-tapi Jus Buah."


"Hei! kenapa kau berbicara seperti itu, sih!!? coba katakan, ada masalah apa?" kesal Vernon.


"I-itu, Tuan ingin jus Alpukat." Mendengar ucapan Jordan, aku sangat terkejut sekaligus heran dengan apa yang aku dengar.


"Hei!! jangan bercanda!! jika kau ingin jus alpukat bilang saja, aku akan membuatnya. Tapi, jangan membawa-bawa nama Tuan Marcel, dong!!" geram Vernon.


"Tidak! aku sungguh-sungguh dengan apa yang akan katakan tadi. Tuan Marcel yang meminta ku untuk menyuruh mu membuat Jus alpukat."


*Apa jangan-jangan...* batin ku.


"Vernon, buatkan saja jus alpukat. Lalu kita antarkan bersama ke ruangan Marcel, biar kita pastikan sendiri, apa Marcel benar-benar meminta jus alpukat atau itu hanya akal-akalan Jordan saja," saran ku.


"Nah, benar kata Nyonya. Tapi, Nyonya. Aku tidak berbohong, aku hanya mengatakan apa yang diperintahkan oleh Tuan Marcel," timpal Jordan.


"Aku tidak mengatakan jika kau berbohong, aku hanya memberi saran saja," jawab ku.


"Baiklah, Nyonya. Aku akan menyiapkan Jus itu segera, mohon tunggu sebentar," ucap Veron, lalu melangkah pergi dari hadapan ku.

__ADS_1


*Kalau benar itu permintaan Marcel, bisa ku pastikan bahwa taruhan itu aku yang menang!* batinku sambil tersenyum tipis.


BERSAMBUNG


__ADS_2