Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Melakukan Hal yang Seharusnya Tidak di Lakukan


__ADS_3

Selama di mobil, gue hanya diam saja begitupun Jessica. Gue yang bersandar di pundaknya dan gadis itu mengelus kepala gue dengan lembut. Sangking lembutnya, gue sampai hampir tertidur di pundaknya.


Tak lama kemudian, kami pun sampai di markas. Gue dan Jessica langsung keluar dari mobil setelah Jordan membukakan pintu.


"Barang-barang Nona kalian letakan di kamarnya saja." perintah gue.


"Jangan!" sahut Jessica.


"Bawa 2 tas belanjaan berwarna coklat ke kamar ku, sisahnya letakkan di mobil saja. Aku akan membawanya pulang nanti." ucap Jessica.


"Baik, Nona." jawab mereka.


"Oh iya, Jordan. Tolong bawakan kompres luka dengan air dingin ke ruangan Marcel." sambung Jessica.


"Baik, Nona." jawab Jordan.


Tiba-tiba Jessica memegang tangan gue dan menarik gue masuk kedalam markas menuju ke ruangan gue.


Gue gak tau kenapa dengan gadis ini, tapi tingkahnya cukup mmebuat gue takjub karna Ia bisa memerintah bawahannya tanpa ada bantuan dari gue.


Saat sampai di ruangan gue, Jessica menarik gue ke ranjang dan memaksa gue untuk duduk di atas ranjang gue.


Dia yang menatap gue dengan sangat serius, dan tiba-tiba memegang dagu gue dengan tangan kanannya. Ia membolak-balik wajah gue, menatap wajah sebelah kanan dan kiri.


Ia tiba-tiba melepaskan tangannya dan bertanya. "Siapa?"


"Hah? apanya?" sahut gue bingung.


"Siapa yang nampar lu?" tanyanya.


*Hah? apa ada bekas tamparannya?* batin gue.


"Kenapa diam aja? siapa yang nampar?" tegurnya.


"Bukan siapa-siapa." jawab gue.


"Gue serius, Cel! siapa yang nampar? lu tadi berantem? atau gimana?" sambungnya.


"Ini bukan masalah besar, sumpah! Gak usah di peduliin pipi gue. Paling juga hilang sendiri nanti." ucap gue.


"Hah...terserah lu, dah." marahnya yang langsung mengalihkan pandangannya lagi.


Gue langsung menarik tangan Jessica dan memeluk pinggangnya.


"Apaan, sih!? lepasin, buruan!!" geramny sambil mendorong gue, tapi gue memeluk pinggangnya dengan erat.


"Lu kenapa, sih!? ada masalah apa lagi?" tanyanya setelah berhenti mendorong gue.

__ADS_1


Gue langsung mengangkat kepala gue dan menengok keatas menatap wajahnya.


"Jes..." panggil gue.


"Hah? kenapa?" tanyanya.


*Gue suka sama lu.* batin gue yang tidak berani mengeluarkan perkataan itu dari mulut gue.


"Kenapa diam aja, sih!? lu kenapa?" tegurnya yang mulai kesal dengan gue.


Tiba-tiba ada yang megetuk pintu ruangan gue, gue pun langsung menyauti ketukan itu.


"Maaf mengganggu, saya membawa apa yang di perintahkan oleh Nona." ucap Jordan.


"Letakkan di meja saja, lalu keluar dan kunci ruangan ku dari luar." perintah gue.


"Apa!? kenapa di kunci!?" sahut Jessica.


"Gue mau bareng lu malam ini." jawab gue pelan.


"Kenapa diam saja, Jordan?" tanya gue.


"Baik, Tuan." jawabnya.


Suara pintu tertutup pun terdengar dan disusul oleh suara putaran kunci. Jessica yang mendengar hal itu, Ia langsung mendorong gue dengan keras disaat gue sedang lengah dan membuat gue melepaskannya.


"Lu kenapa, sih!? kenapa harus di kunci!!? kalau mau gue temenin ya bilang aja, gak perlu pakai di kunciin di ruangan lu kan!!?" geramnya.


"Gue juga gak tau diri gue kenapa, gue juga bingung sama sikap gue sendiri." ucap gue.


Tiba-tiba Jessica memeluk gue dan mengelus kepala bagian belakang gue dengan lembut.


"Gue gak tau masalah lu apa, tapi setidaknya cerita ke gue. Gimana gue mau paham sama lu kalau lunya aja gak pernah mau cerita sama gue." ucapnya.


"Jes..." panggil gue.


"Kenapa?" tanyanya.


"Kalau gue minta sesuatu ke lu, apa lu bakal ngasih gue?" tanya gue.


"Gue bakal ngasih lu, gue janji." jawabnya.


Mendengar jawaban itu, gue langsung mengangkat kepala gue dan menatapnya lalu bekata. "Gue mau diri lu."


"Maksud lu apa? lu mau tubuh gue?" sahutnya dan sontak melepas pelukannya lalu melangkah mundur selangkah.


"Lu tau sendiri kan, cuma tubuh gue yang gue punya! terus lu minta tubuh gue!? lu masih berpikir kalau gue sama kayak cewek-cewek lainnya!!?" geramnya.

__ADS_1


"Bu-bukan—"


"Diam!! gue pikir lu udah berubah, tapi nyatanya? sekarang lu malah minta gue nyerahin tubuh gue? lu gila, hah!!!?" potongnya.


"Bukan itu maksud gue, Jes." sahut gue.


"DIAM! GUE BILANG DIAM!!" teriakny dan langsung berbalik dan berlari kearah pintu.


Gue yang melihat itu, langsung berdiri dan berlari menyusulnya. Jessica berusaha untuk membuka pintu itu dan memukul-mukul pintu itu meminta pertolongan dengan Jordan.


"Jes...gue gak mau nyakitin lu, mending lu nurut. Gue gak bakal menyentuh lu." ucap gue dan mencoba untuk meraih gadis itu.


Tapi Jessica malah menepis tangan gue dengan kasar dan menatap gue dengan sangat tajam.


"Gue benci lu!! benci banget!!!" geramnya.


Mendengar hal itu, gue tanpa sadar menarik Jessica dan melemparkannya ke dinding dengan keras.


Gue melangkah mendekatinya, tapi dia malah mencoba untuk pergi. Gue yang sudah tidak bisa berpikir dengan jernih, langsung menariknya ke ranjang.


Ia mencoba untuk melapas tangan gue, tapi gue menggenggamnya dengan sangat kuat. Gue tau rasanya pasti sakit, tapi gue benar-benar gak mau di pergi.


Gue langsung melemparkan tubuhnya ke atas ranjang. Gue melepas jas gue dan juga kemeja gue, lalu naik ke atas ranjang dan menaiki tubuh Jessica.


Gue bisa melihat wajah yang menatap gue dengan penuh rasa takut. Tapi gue tidak memperdulikan tatapannya itu, gue langsung melepas pakaiannya dengan paksa.


Walaupun di berteriak dan memohon kepada gue, gue tetap tidak berhenti untuk melepas pakaiannya. Sampai tubuh Jessica benar-benar terlihat dengan jelas tanpa menggunakan sehelai benang pun.


Gue melakukan hal yang seharusnya tidak gue lakukan. Gue benar-benar tidak sadar dengan perbuatan gue itu.


Suara desahan dan juga tangisan bisa terdengar di telinga gue, tapi gue tidak bisa berhenti melakukan hal itu. Gue sangat menikmatinya.


Tentunya Jessica selalu memberontak, tapi karna gue tidak tahan dengan pukulan dan tendangannya. Gue langsung mengambil dasi dan mengikat tangannya dengan sangat kuat tapi tidak dengan kakinya. Gue membiarkan Kakinya terbuka dengan lebar.


Karna sudah tidak tahan, gue langsung membuka celana gue. Tanpa basa-basi lagi, gue langsung melakukan hal yang selama ini tidak pernah gue lakukan.


"Marcel...sa-saki...ugh! sa-sakit Cel..." lirihnya yang menatap gue dengan mata sayunya.


Gue tidak memperdulikan lirihannya, gue langsung memasukkan milik gue dalam sekali hentakan. Jessica sontak berteriak dengan sangat keras.


Saat gue ingin memulai permainan gue, tiba-tiba ada sesuatu yang membasahi milik gue. Gue langsung menengok kebawah.


"D-darah!?" sahut gue dengan mata yang membulat besar.


BERSAMBUNG


Maaf banget updated lama~

__ADS_1


Bab ini di tolak karna terlalu vulgar :')


Maaf ya~


__ADS_2