
Saat gue berteriak, ketiga Pria itu langsung terdiam dan tertunduk. Gue menatap mereka bergantian dengan mata yang sangat tajam.
"Tenang, Tuan~ Hal seperti ini wajar terjadi, apalagi kepada anda yang sangat di impikan para Wanita." ucap Andre.
"Diamlah!!" kesal gue.
Gue langsung menyodorkan surat itu kembali ke Henry, dan berkata. "Saya akan hadir di pesta ulang tahun Putri anda, tapi saya datang sebagai rekan kerja anda, bukan sebagai calon pasangan Putri anda."
"Ta-tapi, Tuan. Putri saya sudah—"
"Saya akan datang bersama Andre dan Jordan." potong gue.
"Haah...baiklah, maaf atas ketidaksopanan saya. Tapi tolong terima surat ini, sebagai tanda undangan untuk anda." ucapnya sambil menyodorkan kembali surat itu kearah gue.
"Jordan!" sahut gue.
Jordan pun langsung meraih sepucuk surat itu dan memegangnya.
"Dan anda Tuan Milo, ada urusan apa anda kemari?" tanya gue.
"Saya kemari hanya untuk mengundang Anda makan malam bersama keluarga saya, ini undangan Pribadi. Tidak ada sangkut pautnya dengan persenjataan para tentara." jawabnya.
"Kenapa anda tidak menghubungi Jordan saja? Kenapa sampai datang kemari? Apa anda tidak mempunya maksud lain?" sindir saya.
"Hah!? Ti-tidak, mana mungkin saya memiliki maksud lain kepada anda." jawabnya cepat.
"Jordan, besok malam kosongkan jadwal ku. Aku akan makan malam di kediaman keluarga Milo." perintah gue.
"Baik, Tuan." jawab Jordan.
"Tuan! Apa anda juga bisa makan malam di kediaman saya? Saya akan menyiapkan makanan kesukaan anda dan akan memberikan layanan terbaik untuk anda." celetuk Emiliano.
"Saya juga! Saya juga akan menyiapkan penyambutan yang luar biasa jika anda akan ke Amerika, dan tentu saja pelayan bintang lima untuk anda." sahut Henry.
"Wah-wah~ saya jadi iri dengan Anda, Tuan." bisik Andre.
"Kalau kamu iri, lebih baik kamu yang menggantikan ku makan malam bersama mereka bertiga." balas gue.
__ADS_1
"Oh~tidak, terimakasih~ saya masih memiliki pekerjaan yang jauh lebih penting di bandingkan undangan mereka bertiga."
"Cih! Tidak berguna!" kesal gue.
"Tuan, bagaimana kalau mengadakan makan malam dengan 3 keluarga sekaligus? Anda bisa menentukan tempatnya sendiri." saran Jordan.
"Nah...kamu memang paling berguna, Jordan. Tidak sepertinya!" sindir gue sambil melirik Andre.
"Ya ya ya, aku memang tidak berguna." rajuk Andre.
"Karna kalian bertiga ingin makan malam bersama ku, bagaimana kalau aku yang mengajak kalian dengan istri dan anak kalian untuk makan malam bersama di kastil ku? Aku juga akan menyiapkan kamar untuk kalian bertiga, masih banyak kamar kosong di kastil ini." tawar gue dengan jelas.
"Maksud anda, anda mengundang kami untuk tinggal di kastil ini?" tanya Milo.
"Hanya 2 hari saja, aku yakin kalian juga membutuhkan waktu untuk bersantai dan beristirahat. Kita bisa bermain golf bersama, minum kopi sambil berbincang bersama dan juga makan malam bersama." ucap gue.
"Tapi...aku tau kalian pasti sangat sibuk, jadi...aku tidak akan memaksa kalian~" lanjut gue.
Mereka bertiga sontak saling menatap satu sama lain, seperti sedang menentukan keputusan mereka bersama.
*Gue tau pasti kalian bakal nolak, makanya gue nawarin itu.* batin gue sambil tersenyum kecil.
"Baiklah, Tuan. Kami sudah memutuskan untuk menerima tawaran anda." ucapnya yang membuat gue terkejut sampai membulatkan mata.
"Ka-kalian bilang apa?" tanya gue yang masih tidak percaya dengan ucapan mereka.
"Kami menerima tawaran anda, Tuan. Kami akan membawa istri dan Putra Putri kami." jawab Milo dengan raut wajah yang serius.
"Apa kalian serius? Bukannya kalian tidak saling menyukai? Mana mungkin kalian mau tinggal bersama di satu atap yang sama, yakan?"
"Kami serius, Tuan. Kami akan langsung mengosongkan jadwal kami, saya akan mengadakan rapat besok pagi agar saya bisa mendapatkan libur selama 2 hari." ucap Emiliano.
"Benar,saya juga akan mengambil cuti saya selama 2 hari ini." sambung Milo.
"Walaupun saya juga sangat sibuk, tapi kesempatan kali ini tidak boleh di sia-siakan." sahut Henry.
Mendengar itu, gue sangat menyesal karna menawarkan hal bodoh kepada mereka. Dan akhirnya gue hanya bisa menghela nafas panjang sambil bersandar di sandaran kursi.
__ADS_1
"Jordan, siapkan kamar untuk keluarga mereka. Mereka akan menginap di hari Sabtu dan Minggu, aku memberikan waktu satu hari untuk menyiapkan segalanya." perintah gue.
"Baik, Tuan." jawab Jordan.
"Kenapa tidak besok saja? Lebih cepat lebih baik kan?" celetuk Milo.
"Tidak terima saran dan kritikan!!" tegas gue.
"Sekarang kalian bisa kembali, dan ingat! Jangan membawa hal yang tidak perlu, bawa saja anggota keluarga kalian!"
"Baiklah, terimakasih atas undangannya." ucap Emiliano sambil berdiri dan sedikit menunduk memberi salam ke Gue.
Milo dan Henry pun ikut berdiri dan memberikan salam secara bersamaan, gue hanya mengangguk sebagai balasan salam mereka dan mempersilahkan mereka untuk pergi.
Setelah mereka pergi, gue akhirnya bisa bernafas lega dan langsung membuka satu kancing bagian atas gue.
"Apa anda ingin makan malam, Tuan?" tawar Vernon.
"Tidak, aku tidak lapar." tolak gue.
"Mulai tadi siang perut anda kosong, anda hanya meminum alkohol bersama Andre saja tadi. Setidaknya isi perut anda walaupun hanya sedikit, besok anda kan harus kembali ke sekolah." oceh Vernon.
"Benar, Tuan. Dan lagi, anda terihat sangat lelah hari ini. Setidaknya makan malam lah walaupun hanya sedikit dan beristirahatlah agar besok pagi anda bisa menjalankan aktivitas anda lagi." sambung Jordan.
"Jangan lupa untuk meminum vitamin anda juga, itu sangat penting untuk keseha—"
Ucapan Hendra tiba-tiba di potong oleh seseorang yang mengetuk pintu. Gue langsung menyauti ketukan itu dengan santai.
"Maaf mengganggu perbincangan kalian." ucap Dika sambil membungkuk sekilas.
"Ada apa? Kenapa kamu kemari? Bukannya tugas mu berjaga di depan kamar Carmelia?" tanya gue.
"Saya kemari atas perintah dari Nona, Nona menyuruh saya untuk memanggil anda. Ada hal yang ingin Nona sampaikan kepada anda." jawabnya.
"Oh...pantas saja." gumam gue lalu bangun dari posisi gue.
"Andre, Hendra, dan Vernon, kalian bisa menunggu ku di meja makan. Aku akan segera menyusul kalian." ucap gue.
__ADS_1
Mereka bertiga hanya menjawab dengan menundukkan kepala mereka. Gue dan Jordan pun melangkah keluar dari ruangan itu menuju ke kamar Jessica bersama dengan Dika.
Bersambung