Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Keputusan Terakhir


__ADS_3

Saat sampai di depan ruangannya, dengan perlahan Marcel meraih gagang pintu itu dan mendorong pintunya sambil melangkah masuk kedalam ruangannya. Di dalam sana, ada dua orang Pria salah satunya sedang fokus dengan menatap sebuah dokumen, dan yang satu lagi sibuk menatap layar komputer di hadapannya. Marcel yang melihat kedua Pria itu tetap fokus dengan pekerjaan mereka, Ia langsung berkata. "Apa aku tak terlihat? sampai-sampai kalian tidak menengok sedikitpun kearah ku?"


Kedua Pria yang mendengar suara yang sangat familiar di telinga mereka, mereka langsung menengok ke arah suara itu, dan saat melihat wajah Marcel yang menatap mereka dengan tatapan kesal. Mereka tak kuasa mengatakan sepatah katapun dan hanya diam dengan membelalakkan mata, sama seperti Agnella sebelumnya.


"Hei!! kenapa kalian diam!? apa aku benar tidak terlihat!!?" kesal Marcel.


Tapi kedua Pria itu tetap tidak merespon perkataan Marcel, Marcel yang kesal akhirnya melangkah kearah mejanya dan duduk di kursinya sambil mendengus kesal.


"Cih! padahal aku susah payah berjalan ke sini, tapi mereka malah mematung seperti batu! kalau tau, aku akan tetap berdiam diri di kamar!" gerutu Marcel.


Tiba-tiba saja kedua Pria itu berteriak, "TUAN!!" dan membuat Marcel terkejut. Mereka berdua langsung berdiri dan berlari kearah Marcel yang masih terkejut dengan teriakan mereka.


"Tuan, ini benar anda kan, Tuan?" tanya Andre.


"Tuan, apa anda baik-baik saja? Apa anda butuh hiburan? saya akan langsung menghubungi pihak Klub untuk menyiapkan ruangan anda," cetus Jordan.


Marcel tercengang dengan apa yang di katakan oleh Jordan, Ia langsung memukul meja dengan tangan kanannya, lalu berteriak. "APA KALIAN GILA!!!?"


"Kau kira aku ini Pria macam apa!!? yang mencari hiburan melalui Klub!?" geram Marcel.


"Ma-maaf, Tuan. Saya hanya mengatakan hal yang biasa saya katakan," sesal Jordan sambil menunduk.


Andre tiba-tiba memukul kepala Jordan, lalu berkata. "Bodoh! bedakan dulu dan sekarang dong!"

__ADS_1


"Tapi kan kejadiannya sama, apa yang beda?" tanya Jordan dengan polosnya.


"Kau sekarang bodoh karna bekerja dengan ku!!?" kesal Andre.


Marcel yang mendengar perdebatan kedua Pria itu, Ia sekali lagi memukul mejanya dan membuat kedua Pria itu terkejut, dan sontak terdiam.


"Apa kalian lupa kalau aku ada disini!!?" kesal Marcel.


"Bukannya membantu, kalian mlh tambah membuat ku pusing!!"


"Lebih baik kalian ambil kursi, dan duduk di depan ku, Cepat!!" perintah Pria itu. Dengan cepat kedua Pria itu langsung pergi dan mengambil kursi, lalu meletakkan di depan meja Marcel.


Setelah kedua Pria itu duduk di kursi mereka masing-masing, Marcel pun menarik maju sedikit kursinya dan meletakkan kedua tangannya di atas meja.


"Aku akan kembali beraktivitas, semua pekerjaan akan aku kerjakan. Mau itu pertemuan di luar kota, Negri, atau harus tinggal berbulan-bulan di negri orang. Aku akan melakukan semuanya," ucap Pria itu tampak serius.


"Benar, Tuan. Sebagai ayah yang baik, anda harus tetap berada di samping Nona. Setidaknya sampai Nona berumur 5 bulan," sambung Andre.


"Aku tau akan hal itu, tapi ada kewajiban lain yang harus aku lakukan. Selama 2 Minggu aku tidak bekerja, pasti ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa kalian selesaikan. Benarkan?"


Mendengar perkataan Marcel, kedua Pria itu langsung menengok dan saling menatap satu sama lain. Lalu kembali menatap Marcel.


"Benar, Tuan. Kami sangat membutuhkan anda," jawab Jordan.

__ADS_1


"Tapi, anda pasti bisa membagi waktu anda untuk Nona dan juga pekerjaan anda. Contohnya saja seperti saya, saya selalu membagi waktu saya untuk Felix dan pekerjaan saya," lanjut Andre.


"Andre, ini sudah menjadi keputusan ku, dan aku pun sudah memutuskan dengan baik. Aku akan kembali fokus ke pekerjaan ku, masalah Reah akan aku serahkan kepada Agnella. Kalian berdua juga bisa ikut merawatnya, dan jika kalian kesulitan, aku akan mencari Ibu asuh untuk anak itu."


"Tapi, Tuan—" Andre tiba-tiba menghentikan perkataannya, karna Jordan yang memegang paha kanan Andre.


"Baiklah, Tuan. Saya akan mulai menyusun kembali jadwal anda. Sekarang anda bisa kembali ke kamar anda untuk mengganti pakaian, dan bersiap untuk makan malam nanti," ucap Jordan.


Marcel langsung berdiri dan berkata, "Aku akan kembali sekarang. Sampai jumpa besok pagi," lalu melangkah pergi dari hadapan kedua Pria itu.


Andre dan Jordan pun berdiri, lalu menunduk kearah Marcel yang berjalan menjauh dari mereka. Setelah Marcel tak terlihat lagi, kedua Pri itu langsung menengok dan menatap satu sama lain.


"Haah... aku tidak tau lagi harus berbuat seperti apa," keluh Andre.


"Kita hanya perlu menjalankan perintahnya saja, dan tentang Nona. Mungkin sekarang kita harus mencari seorang wanita yang siap menjadi Ibu asuhnya," ucap Jordan.


"Tapi kau tau kan, Keberadaan Nona masih di sembunyikan. Bagaimana kita mencari seorang Ibu asuh, kalau keadaannya saja seperti ini."


"Sudahlah, kita akan memikirkannya besok. Malam ini kita selesaikan dulu pekerjaan yang masih tersisa," kata Jordan, lalu melangkah kearah meja kerjanya.


Kedua Pria itu pun melanjutkan pekerjaan mereka, dan diisi lain ada Agnella yang masih sibuk menjaga Reah bersama dengan Felix.


TAMAT

__ADS_1


*Gantung? oh jelas, karna season 3 nya bakal di buku lain. Jadi nantikan aja ya judul baru, untuk kisah MARCEL ANGGARA dan REAH LARISA ANGGARA PUTRI.


Good Bye👋*


__ADS_2