Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Bertemu Bella


__ADS_3

"Duduk!! aku belum selesai bicara!" ucapnya dengan wajah yang sangat serius, dan masih menahan gue dengan tangannya.


Dengan terpaksa gue kembali membaringkan tubuh gue tapi tidak berbaring menghadap kearahnya, gue malah menghadap ke langit-langit dinding.


"Kebiasaan buruk mu itu jangan di lakukan lagi, itu akan membuat hubungan kita menjadi sangat buruk."


"Dan lagi, bagaimana bisa kamu marah karna aku yang berbicara dengan wanita lain selain diri mu? aku dan Bella tidak memiliki status yang spesial, kami hanya rekan kerja saja. Hanya itu, jadi...jangan asal menyimpulkan sesuatu."


*Dia marah banget, ya? kok cara ngomongnya berubah?* batin gue.


"Kalau memang hanya rekan rekan saja, kenapa ngobrolnya dikamar sih cewek? padahal di ruangan lain kan bisa!"


"Oke, aku akui kalau aku salah. Seharusnya aku gak masuk ke kamar Bella, maaf..."


*Lah? kok maaf? gak asik, ah!* batin gue.


"Sudah lah, memang dari awal lu-nya aja yang genit!"


"Astaga, Jes...gue bener-bener gak ada niatan buat deketin dia. Lu perlu bukti apasih, biar lu percaya sama gue?"


"Kenalin gue ke dia!" ucap gue sambil menengok ke Marcel dan menatapnya dengan tajam.


"Kalau itu juga pasti bakal gue lakuin Jes, gue bakal kenalin lu ke semua orang. Mana mungkin gue sembunyiin identitas calon istri gue."


"Alah! ngomong doang, di lakuinnya kagak! cih!!" sindir gue.


Setelah gue berkata seperti itu, tiba-tiba Marcel bangun dari posisinya lalu turun dari ranjang. Gue yang melihat itu sontak ikut bangun, dan menatapnya yang sedang berjalan kearah gue.


"Kenapa? kalau mau pergi silahkan, gue gak bakal ngelarang loh." ucap gue sambil menatapnya yang berdiri di hadapan gue.

__ADS_1


Bukannya menjawab perkataan gue ataupun langsung pergi, Ia tiba-tiba menggenggam tangan kanan gue dan menarik gue sampai berdiri.


"Lu kenapa sih!!?" geram gue sambil menarik tangan gue kembali, tapi tak juga terlepas dari genggamannya.


"Ketemu Bella." jawabnya santai, lalu menarik gue ikut dengannya keluar dari kamar itu.


Bodohnya gue, gue malah terdiam dan terus mengikuti langkahnya dari belakang, dan merelakan tangan gue di tarik olehnya.


Marcel mengajak gue naik ke lantai 3, dan menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah pintu berwarna putih. Dengan perlahan, Pria itu pun mulai mengetuk pintu itu.


Tak butuh waktu lama, seseorang mulai membuka pintu itu dari dalam. Dan terlihatlah seorang gadis yang sama seperti yang gue temui di perpustakaan.


"Eh, Tuan Marcel? ada apa? apa ada barang anda yang tertinggal?" sahut gadis itu lembut.


"Apa aku mengganggu waktu istirahat mu?" tanya Marcel.


"Tentu saja tidak, Tuan~ mari masuk, kita bicara di dalam saja." ajaknya.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Marcel langsung melangkah masuk kedalam kamar itu sambil menarik gue ikut dengannya.


"Silahkan duduk, maaf dikamar kutidak ada air untuk di sajikan kepada kalian." ucap gadis itu.


"Tidak apa, aku kesini hanya ingin memperkenalkan gadis yang berada di samping ku ini." jawab Marcel dengan santainya merangkul gue di hadapan gadis itu.


Karna terasa sedikit canggung, gue akhirnya hanya bisa tersenyum paksa di hadapannya.


"Oh, maksud anda Nona Carmelia? kami sudah berkenalan sebelumya."


"Hah? dimana? kapan?" tanya Marcel, dan sontak menatap gue dengam bingung.

__ADS_1


"Di perpustakaan, saat aku ingin menemui anda tadi." jawabnya.


Saat gadis itu menjawab pertanyaan Marcel, Marcel menatap gue seolah-olah Ia berkata. "Kenapa gak ngomong sama gue?"


Gue hanya bisa tersenyum bodoh kepadanya, dan menatap Bella.


"Hai...kita ketemu lagi, hehe~" sapa gue ke Bella.


"Hi~" balas gadis itu dengan senyum manisnya.


"Cantik..." gumam gue.


"Siapa?" sahut Marcel di telinga gue.


"Ih!! kaget tau!!" kesal gue sambil memukul dadanya.


"Kenapa mukul sih? sakit tua!!" protesnya sambil mencubit pipi gue.


"Ehem, ehem... maaf mengganggu kemesraan kalian, tapi aku masih ada disini." celetuk Bella.


Gue yang merasa malu, sontak mendorong Marcel menjauh dari gue dan menjadi salah tingkah sendiri.


"Oh ya, aku kesini untuk memberitahu kalau gadis yang aku bawah ini adalah calon Istri ku, bukan seorang rekan kerja."


Saat Marcel memberitahu kebenaran itu kepada Bella, gadis itu tampak sangat terkejut dan menatap gue dengan mata yang membulat besar.


"Hanya kamu yang tau hal ini, aku belum memberitahu siapapun mengenai hal ini. Jadi, aku mau kamu merahasiakannya." tegas Marcel sambil menarik gue kembali kedalam rangkulannya.


Bella tidak menjawab apapun, tapi wajahnya menunjukkan bahwa Ia tidak percaya dengan apa yang di katakan Marcel dan sedikit tampak sedikit kesal kepada ku.

__ADS_1


Tapi Marcel tidak memperdulikan ekpresi wajahnya itu, Ia malah berkata. "Kalau begitu kami pergi dulu, selamat malam." dan menarik gue pergi dari hadapan gadis itu.


BERSAMBUNG


__ADS_2