Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Balasan (Pt2)


__ADS_3

Marcel sangat terkejut dengan Pria yang di seret oleh Jordan ke hadapannya, Pria yang tak sadarkan diri itu terbaring tepat depan kaki Marcel.


"Saya telah menyelesaikan misi yang anda berikan, Tuan," ucap Jordn sambil menunduk.


Marcel tak mengatakan sepatah katapun, Ia hanya menatap Pria yang terbaring di bawah sana. Jordan mengira bahwa Marcel tak mengenali Pria yang sedang ada di terbaring di bawah sana, makanya Ia langsung menyebutkan nama Pria itu.


"Bryan Delano Erland, Putra tunggal almarhum Tuan Erland," ucap Jordan, dan membuat Marcel yang mendengarnya sontak menatap Jordan dengan mata yang memerah.


"Ma-maaf, Tuan. Saya seharusnya tidak menyebut namanya," sesal Jordan sambil membungkuk sempurna.


"Bangun!!" Mendengar satu kata itu, dengan cepat Jordan menenggakan tubuhnya kembali, tapi tetap menundukkan kepalanya karna tak berani menatap Marcel.


"Pergi dan ambilkan aku seember air, segera!" perintah Marcel, dan Jordan pun langsung pergi dari hadapan Marcel.


Disaat Jordan pergi, Andre baru saja kembali dengan membawa sebuah pedang milik Marcel. Ia langsung memberikan pedang itu kepada Marcel, lalu melangkah mundur dan berdiri di samping Grissham.


"Sudah lama aku tidak memegang benda ini," gumamnya sambil melangkahi tubuh Bryan dan berdiri di hadapan Pria yang sebelumnya.

__ADS_1


Marcel tiba-tiba memotong rantai yang mengikat tubuh Pria itu dalam sekali tebasan.


"Kau sudah lepas, kenapa tidak berdiri dan lari?" tanya Marcel kepada Pria itu.


"Kau pikir aku bodoh? sedikit saja aku bergerak, aku bisa langsung mati di tempat ini," jawab Pria itu.


"Hm... baiklah," balas Marcel lalu memberikan isyarat kepada para penjaganya untuk menurunkan senjata mereka.


"Sekarang bagaimana? apa kau masih tidak ingin kabur?" tanyany lagi.


Pria itu tiba-tiba bangun dan melihat ke sekelilingnya, lalu kembali menatap Marcel. "Dari awal kau tidak pernah mengizinkan ku untuk pergi, jadi... lebih baik kau bunuh saja aku sekarang!"


"Mau tau sesuatu tidak? aku punya sebuah rahasia yang tidak di ketahui oleh seluruh Dunia."


"Tidak usah basa-basi, aku tidak akan menunggu kematian ku lagi!"


"Tapi aku lebih suka memperlambat kematian seseorang~" ucap Marcel, dan tiba-tiba menusuk lengan kiri Pria itu sampai menembus ke belakang. Tentu saja Pria itu sontak berteriak karna tusukan yang sangat cepat dengan pedang yang sangat tajam itu.

__ADS_1


"Apa itu sakit? padahal ini baru awalnya saja."


"LEPASKAN!! CEPAT TARIK KEMBALI PEDANG MU!!" teriak Pria itu.


"Hm... baiklah~" jawab Marcel. Bukannya menarik pedangnya kembali, Marcel malah menurunkan pedangnya dengan perlahan, sampai pada sikut Pria itu.


"Apa itu sakit?" tanya Marcel lagi, tapi Pria itu tak menjawab pertanyaannya. Ia malah terus berteriak kesakitan karna pedang yang membela separuh lengannya itu.


Sekali lagi Marcel menurunkan pedangnya sampai membuat lengan kiri Pria itu terbagi menjadi dua bagian, dan membuat lantai yang di injak oleh Marcel di penuhi oleh darah kotor Pria itu. Pria itu tak henti-hentinya berteriak dan meringis kesakitan, Ia sampai terbaring lagi ke lantai yang penuh dengan darah miliknya.


Marcel tiba-tiba melangkah ke kiri dan tiba-tiba menusuk kaki kanan Pria itu. Tidak seperti sebelumnya, Ia langsung menarik pedangnya kembali, dan mengulangi perbuatannya itu berkali-kali. Entah sudah berapa tusukan yang di buat oleh Pria itu, tapi tidak sedikitpun Ia berekspresi.


Karna perbuatan Marcel itu, Ia membuat para Pria yang masih di rantai itu merinding ketakutan. Mereka tau jika mereka memang akan di bunuh, tapi cara Marcel itu sangat sadis dan bisa membuat orang mati karna rasa sakit yang Ia berikan.


Di saat Marcel masih sibuk menusuk-nusuk kaki Pria itu, disisi lain Bryan yang berada di belakangnya ternyata terbangun karna efek obat yang di berikan Jordan telah habis dan juga karna suara teriakan yang bisa menembus keluar Kastil.


Andre yang melihat Bryan bergerak, Ia langsung berteriak. "TUAN! DIA TELAH SADAR!"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2