Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Lu Suka Sama Gue?!!


__ADS_3

  Gue langsung menengok dan menatap gadis itu, mulai dari atas sampai bawah.


  "Apa kamu tau peraturannya?" tanya gue.


  "Tentu saja, Tuan." jawabnya.


  "Baiklah." ucap gue sambil tersenyum puas. Gue pun mengambil sebotol whiskey itu, lalu membukanya.


  Gue menatap gadis itu sambil menyeringai, dan langsung menuangkan sebotol wiskey itu ke tubuhnya.


  "Mendekat lah!" perintah gue.


  Saat Ia mulai mendekat, gue langsung merobek pakaiannya dengan brutal.


  "Tubuh mu lumayan juga." puji gue.


  "Terima kasih, Tuan." jawabnya.


  Gue langsung mendekat ke lehernya dan mulai menjilati whiskey yang melengket di tubuhnya.


  Dengan perlahan, gue membaringkan gadis itu dan menindihnya tanpa melepaskan mulut gue dari tubuhnya.


  Suara desahan yang mulai terdengar, cukup membuat gue puas dengan gadis itu.


  Setelah puas dengan tubuhnya, gue langsung mengambil sebotol whiskey lagi, lalu memasukkan ke mulut gue tanpa menelannya.


  Gue pun mendekatkan bibir gue ke bibirnya, lalu memasukkan whiskey itu kedalam mulut gadis itu, dan langsung ******* bibirnya.


  Jujur saja, gue hanya bermain dengan tubuh gadis itu saja. Walaupun gue sering melakukan itu, tapi sampai sekarang gue gak pernah membiarkan keperjakaan gue di ambil sama cewek jalang kayak mereka.


  Gue mulai meraba-raba bagian lainnya dari tubuh gadis itu, tanpa terkecuali.


  Saat sedang asik bermain, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu gue. Gue kira itu bawahan gue yang lainnya, makanya gue hanya mengabaikan ketukan itu, dan terus melanjutkan permainan yang sudah gue mulai.


  Tapi tiba-tiba saja, ada yang menerobos masuk ke pintu gue. Gue yang kaget, sontak menengok kebelakang tanpa merubah posisi gue.


  "Elu?!!" sahut gue.


  Ternyata Jessica lah yang menerobos masuk ke ruangan gue, dia yang menatap gue dengan mata yang membulat besar, dan tiba-tiba saja Ia pergi dengan ekspresi wajah marahnya.


  Gue langsung duduk dan menatap keluar ruangan gue.


  "Maafkan saya, Tuan. Nona tidak bisa ditahan." ucap Jordan.


  "Hah...sudah lah." jawab gue sambil menyisir rambut gue ke belakang dengan tangan gue.


  "Kamu boleh keluar!!" perintah gue ke gadis itu.


  "Tapi, Tuan—"


  "Keluar!!!" teriak gue.


  "Ba-baik." jawabnya lalu keluar dari ruangan gue dengan tergesa-gesa, dan tentu saja tanpa memakai pakaian.


  Gue sontak berdiri, lalu berkata. "Bersihkan ruangan ini!!"


  "Baik, Tuan." jawab Jordan, dan gue pun langsung melangkah keluar kamar dengan pakaian yang berantakan.


  Saat sampai di depan kamar gadis itu, gue langsung masuk tanpa mengetuk pintu.


  Gue bisa lihat Jessica yang berbaring di ranjangnya, dengan posisi membelakangi gue.


  "Kapan lu bangun?" tanya gue sambil berjalan kearahnya.


  "Pergi lu!!!" teriaknya.


  "Lu marah, ya?" tanya gue, lalu duduk di atas ranjang gadis itu.

__ADS_1


  Tapi, Jessica hanya diam saja. Gue langsung memegang bahu gadis itu.


  "Lu marah karna gue tidur sama cewek lain? atau gimana?" tanya gue lagi dan lagi.


  "Jangan diam aja, dong!! Gue udah kayak ngomong sama batu aja." protes gue.


  Tiba-tiba saja gadis itu bangun dari posisi tidurnya, lalu duduk menghadap ke gue.


  "Iya gue marah!!" jawabnya.


  "Tapi, kenapa? kan suka-suka gue tidur sama cewek manapun, lagian gue kan jomblo." sambung gue.


  "Jangan bilang...lu suka sama gue, ya?!" duga gue.


  "Kagak!!!" teriaknya.


  "Terus kenapa lu marah?" tanya gue.


  "Lu cowok brengsek!! seharusnya lu gak ngelakuin hal itu!" jawabnya.


  "Gue memang cowok brengsek, gue bisa ngelakuin sesuka hati gue. Kalau gue bosan, gue bisa Gonta ganti cewek, tanpa peduli siapa cewek itu. Jadi, jangan sampai lu suka sama gue." sambung gue.


  "Gue gak bakal suka sama lu!!!" teriaknya.


  "Oke,oke. Sekarang berhenti marah, mending lu tidur lagi. Gue masih ada urusan." ucap gue.


  "Urusan apa? Mau main sama cewek lainnya lagi?" tanyanya.


  "Iya, karna lu udah ganggu aktifitas gue." jawab gue santai.


  "Atau...gue main sama lu aja kali, ya?" canda gue.


  "Keluar!!" geramnya sambil menunjuk ke arah pintu.


  "Yaudah, gue keluar." ucap gue.


  "Serah!" jawabnya.


  "Yaudah lah, gue keluar, bye." sambung gue lalu berdiri dan melangkah keluar kamarnya.


  "Apa Nona baik-baik aja, Tuan?" tanya Jordan.


  "Tentu saja, tidak mungkin dia tidak baik-baik saja." jawab gue sambil tersenyum kecil.


  "Apa ada yang anda butuhkan lagi, Tuan?"


  "Tidak ada, aku hanya ingin beristirahat saja."


  "Apa kamu sudah membersihkan ruangan ku?"


  "Sudah, Tuan."


  "Baiklah."


  Gue pun melangkah masuk ke kamar gue, lalu berjalan menuju ranjang gue, dan langsung berbaring.


  "Kata brengsek itu, masih belum cukup untuk gue." gumam gue.


  Bagaimana tidak? entah sudah berapa banyak gadis yang sudah pernah gue sentuh.


  Gue memang tidak sampai ke bagian intim, tapi bawahan gue yang akan melanjutkan kalau aku sudah bosan dengan tubuh mereka.


  dan lebih brengseknya lagi, kalau ada cewek yang sampai hamil. Tanpa rasa ragu apalagi kasian, gue langsung membunuh mereka.


  Karna bagi gue, kalau cewek yang sampai hamil itu, sudah tidak layak untuk berada di dunia ini lagi. Akan lebih baik, kalau dia menemui tuhan mereka lebih dulu.


  Padahal, Jordan selalu menyuruh mereka untuk meminum obat. Agar mereka tidak sampai hamil, tapi masih saja ada yang di nyatakan hamil.

__ADS_1


  "Hidup gue terlalu nikmat." ucap gue yang masih menatap ke langit-langit dinding.


  Gue sontak menatap ke jam tangan gue.


  "Lah? masih jam 1, sumpah?!! gue kira udah jam 3." ucap gue.


  "Dah lah tidur aja." gumam gue dan langsung memejam kan mata gue, berusah untuk tidur.


  Walaupun gue berusah untuk tidur, tapi tetap saja gue tidak berhasil untuk tidur.


  "Haaah..." gue hanya bisa menghela nafas saja dengan mata yang sama sekali tidak bisa di ajak bekerjasama.


Gue sontak bangun dari posisi tidur gue, lalu turun dari ranjang, dan berjalan keluar ruangan gue.


  "Apa anda tidak bisa tidur lagi, Tuan?" tanya Jordan yang setiap saat ada di depan pintu gue.


  "Ya..." jawab gue.


  "Anda ingin kopi?" tawarnya.


  "Tidak!" tolak gue.


  "Aku ingin kembali kerumah saja." ucap gue.


  "Sekarang, Tuan? tapi ini masih jam 1 pagi."


  "Tidak apa, mungkin aku akan bisa tidur jika dirumah."


  "Ambilkan jas dan juga ponsel ku didalam, aku akan langsung ke mobil saja." sambung gue.


  "Baik, Tuan." jawabny sambil menunduk.


  Gue pun langsung melangkah pergi menuju basement seorang diri. Saat sampai di basment, gue langsung melangkah masuk ke dalam mobil.


  "Kita akan pergi kemana, Tuan?" tanya Pria itu.


  "Kembali kerumah." jawab gue.


  "Sekarang, Tuan?"


  "Tunggu Jordan datang."


  "Baik, Tuan."


  Tak lama kemudian, Jordan pun datang dengan membawa Jas dan juga ponsel gue, lalu masuk ke dalam mobil.


  "Ini, Tuan." ucapnya sambil memberikan jas dan ponsel gue itu.


  Setelah menerima jas itu, gue hanya meletakkannya di pangkuan gue dan tidak memakainya, sedangkan ponsel gue, gue hanya memegangnya saja.


  "Jalan!" perintah gue dan Mobil pun mulai berjalan.


  "Oh ya, jangan lupa untuk membangunkan gadis itu saat jam 5 pagi, lalu antar dia pulang." sambung gue.


  "Bagaimana jika Ia mencari anda?" tanya Jordan.


  "Tidak mungkin." jawab gue.


  "Intinya, jangan biarkan ada yang masuk ke kamarnya selain saat ingin membangunkannya." ucap gue.


  "Baik, Tuan." jawabnya.


  Bersambung


 


 

__ADS_1


__ADS_2